Viral Ketua Ormas Diduga Intimidasi Pemilik Toko di Bulukumba, Perkara Belum Pasang Bendera Merah Putih
- Instagram/@lambe_turah
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan ketegangan seorang pria yang mengaku sebagai Ketua DPD dari sebuah ormas dengan pemilik toko di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial.
Dilihat tvOnenews.com dari unggahan akun Instagram Lambe Turah, Kamis (6/8/2026), pria tersebut mulanya tiba-tiba mendatangi toko bangunan di wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulsel.
Dari hasil informasi yang merebak, peristiwa viral ini berlangsung di Toko Mitra Bangunan, Selasa (4/8/2026). Pria itu terekam sedang memaksa pemilik toko untuk memasang bendera Merah Putih.
Ia mendesak agar bendera Merah Putih dikibarkan di depan toko. Ia melakukan aksi itu diduga sambil melontarkan kata-kata arogan hinigga intimidatif kepada pemilik toko.
Di sisi lain, pemilik toko tersebut merupakan warga keturunan Tionghoa. Pria itu pun diduga melontarkan kalimat yang mengarah nada rasis saat mendatangi meja kasir.
"Tabe (permisi), Bu. Dari aturan di sini, kenapa tidak pasang bendera?," tanya pria itu.
Jawaban Pemilik Toko usai Ditanya Alasan Belum Pasang Bendera
Austina, pemilik toko pun berusaha untuk menjawab pertanyaan dari pria tak dikenal tersebut. Ia menjelaskan alasan dirinya terlambat bahkan belum memasang bendera bukan disebabkan unsur kesengajaan.
Austina menyampaikan bahwa, dirinya telah memesan bendera Merah Putih dan umbul-umbul. Akan tetapi, dua barang tersebut tak kunjung datang sehingga belum diterima olehnya.
Ia menegaskan bahwa, apabila bendera Merah Putih yang dipesan sudah datang, dirinya langsung memasangnya di depan toko.
"Itu bukannya enggak mau pasang, Pak, tapi saya sudah pesan dan belum datang," katanya.
Pria yang mengenakan pakaian hitam tersebut tampaknya belum puas mendengar jawaban tersebut. Ia mengungkapkan kedatangannya sebagai perwakilan dari masyarakat adat.
Pria itu pun mendesak pihak toko bangunan tersebut menghormati warga sekitar. Setidaknya segera langsung memasang bendera Merah Putih.
"Saya DPD, saya DPD di Bulukumba. Saya mengimbau Anda harap menghargai kami sebagai warga adat di sini. Saya juga membawa suara adat di sini," ungkapnya.
Pria itu coba membandingkan antara toko bangunan tersebut dan beberapa tempat usaha lain di sekitar wilayah tersebut. Menurutnya, toko lain sudah memasang bendera, sedangkan toko milik Austina belum melakukan hal tersebut.
"Kenapa ibu tidak pasang?," tanya dia.
Pemilik Toko Mulai Tersinggung
Austina menilai cara penyampaian pria itu sangat berlebihan. Ia selaku pemilik toko berharap agar pria tersebut menunjukkan prilaku secara sopan.
"Bapak, bisa tidak bicara baik-baik sama saya? Kami tegaskan tidak ada unsur kesengajaan untuk tidak memasang bendera. Tolong Bapak mengerti, sementara saya pesan benderanya baru hari ini dan mau dipasang," tegasnya.
Ketegangan situasi justru semakin tinggi setelah pria itu mengungkapkan identitasnya. Ia mengaku sebagai pengurus salah satu ormas di Bulukumba.
Pria itu juga diduga kembali melontarkan nada rasis. Hal ini telah menyinggung etnis yang membuat Austina mendesak agar pria tersebut menjaga tutur katanya dan bersikap sopan.
"Tolong bicara dengan orang itu sopan dan baik-baik. Saya akan pasang bendera, sementara umbul-umbul saya pesan," katanya.
Pria itu pun kembali menekankan agar pemilik toko segera memasang bendera di depan toko. Ia memastikan akan kembali untuk melihat hasilnya.
Di balik itu, ia mengaku telah mengunggah kejadian tersebut ke ruang media sosial. Ia pun mendesak Austina untuk mengecek TikTok lantaran video tersebut telah viral.
"Cek di TikTok sekarang, itu sudah geger, silakan cek di TikTok," minta pria itu.
Austina kaget mendengar pernyataan itu. Pemilik toko bangunan tersebut mempertanyakan kapasitas dari pria tersebut yang sempat mengaku sebagai perwakilan dari organisasi adat.
"Oh, itu tidak sabar, Pak, berarti Bapak anggota media? Bapak anggota media? Bukan anggota DPD? Berarti bukan dari pemerintahan, Pak?," sentil Austina.
(hap)
Load more