Dedi Mulyadi Tanggapi Video Viral Ibu Pengidap Asma di RSUD Otista Soreang, Tegaskan Layanan Kesehatan Hak Semua Warga
- Instagram/dedimulyadi71
tvOnenews.com - Video yang memperlihatkan seorang ibu lanjut usia pengidap asma diduga tidak langsung mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Otto Iskandar Dinata (Otista) Soreang, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan publik.
Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Mei 2026 dan telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan.
"Saya sampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada bulan Mei. Dinas Kesehatan Provinsi Jabar sudah turun langsung, kemudian melakukan teguran terhadap jajaran rumah sakit, dan direktur Rumah Sakit Otto Iskandar Kabupaten Bandung sudah berkunjung ke pasiennya dan pasiennya sudah ditangani dengan baik," ujar Dedi.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Dedi menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terulang. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa memandang status maupun kondisi ekonomi.
"Selanjutnya, peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi, karena setiap warga berhak mendapatkan layanan kesehatan di manapun dan dalam keadaan apa pun. Baik di rumah sakit negeri, pemerintah, atau rumah sakit swasta," lanjutnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir membantu masyarakat yang belum memiliki perlindungan jaminan kesehatan maupun kemampuan finansial.
"Dan Pemprov Jabar bertanggung jawab terhadap layanan kesehatan warga Jawa Barat yang tidak memiliki akses terhadap BPJS dan tidak memiliki kemampuan ekonomi," kata Dedi.
Menutup pernyataannya, Dedi berharap insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh fasilitas kesehatan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Semoga ini menjadi pembelajaran penting, mari kita terus layani masyarakat dengan baik," tuturnya.
Kronologi Video Viral
Kasus ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien lanjut usia dengan keluhan sesak napas akibat asma berada di IGD RSUD Otto Iskandar Dinata Soreang.
Video tersebut memicu anggapan bahwa pasien tidak mendapatkan pelayanan medis.
Menanggapi hal itu, pihak RSUD Otista Soreang membantah telah menolak pasien.
Manajemen rumah sakit menjelaskan bahwa saat itu ruang IGD sedang mengalami lonjakan pasien gawat darurat sehingga tenaga kesehatan menerapkan sistem triase atau prioritas penanganan berdasarkan tingkat kegawatan.
Menurut pihak rumah sakit, pasien diminta menunggu karena terdapat pasien lain dengan kondisi yang lebih kritis dan membutuhkan tindakan medis segera.
Meski demikian, manajemen RSUD Otista Soreang telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Rumah sakit juga berkomitmen melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, termasuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan serta kesiapan tenaga medis agar penumpukan pasien tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Pernyataan Dedi Mulyadi pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Barat bahwa pelayanan yang cepat, profesional, dan penuh empati merupakan hak setiap warga yang harus dipenuhi tanpa terkecuali.
(gwn)
Load more