Siapa Adriano Jeconia Padama? Maba Undip yang Viral usai Curhat Langsung ke Mentan soal Harga Beras Mahal di Alor
- Instagram @undip.official
Dalam kondisi tertentu, harga beras di wilayah pedalaman Alor bahkan disebut dapat melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram.
Bagi masyarakat yang memiliki daya beli terbatas, kenaikan tersebut bukan sekadar persoalan harga. Beras merupakan kebutuhan pokok yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari keluarga.
Adriano juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak mahalnya beras bagi anak-anak di daerahnya.
Ia mengatakan sebagian masyarakat akhirnya harus mengonsumsi umbi-umbian ketika beras sulit diperoleh dengan harga terjangkau.
"Yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar dan mohon maaf tapi, lubang pembuangan mereka akan mengecil. Itu benar-benar sangat menyakitkan, Pak," papar Adriano.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang ingin disampaikan Adriano bukan semata-mata mengenai harga beras, tetapi dampaknya terhadap masyarakat yang tinggal jauh dari pusat distribusi.
Keberanian Adriano menyampaikan aspirasi tersebut terjadi di hadapan 5.155 mahasiswa baru Undip dalam pertemuan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Adriano untuk menyampaikan persoalan yang ia ketahui dari daerah asalnya.
Cara penyampaiannya yang langsung menuju persoalan membuat video momen tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
Warganet banyak memberikan apresiasi karena menilai Adriano menggunakan kesempatan bertemu pejabat negara untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat.
Mendengar penjelasan Adriano, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak ingin persoalan tersebut berhenti sebagai keluhan.
Amran langsung menghubungi jajaran terkait dan meminta pasokan beras segera dikirim ke Alor. Ia juga menyampaikan target agar masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam responsnya, Amran mengatakan:
"Saya tidak ingin cerita itu berhenti menjadi keluhan. Karena itu, saat itu juga saya menghubungi Direktur Utama Bulog dan memerintahkan agar beras segera dikirim ke Alor serta memastikan masyarakat bisa memperoleh beras sesuai arahan Bapak Presiden dengan harga Rp12.500 per kilogram," ujar Amran.
Load more