Terungkap Perjalanan Ruben Onsu Memilih Jadi Mualaf, Sempat Alami Pergulatan Batin Bertahun-tahun
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
tvOnenews.com -Â Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret Ruben Onsu memasuki babak baru setelah penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkannya sebagai tersangka. Di tengah persoalan hukum tersebut, perjalanan spiritual Ruben saat memutuskan menjadi mualaf kembali menjadi sorotan.
Status hukum Ruben dinaikkan setelah penyidik menggelar perkara. Dalam gelar perkara tersebut, seluruh peserta sepakat mengubah status Ruben yang sebelumnya terlapor menjadi tersangka.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adiwibowo, membenarkan penetapan tersebut.
- YouTube The Onsu Family
"Kemudian pada beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara, yang dari gelar perkara, peserta gelar sepakat terhadap terlapor saudara RSO statusnya dialihkan sebagai tersangka. Kemudian dibuatkan surat penetapan sebagai tersangka," kata Joko kepada wartawan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Jauh sebelum menghadapi persoalan hukum tersebut, Ruben pernah terbuka mengenai perjalanan batinnya ketika memutuskan memeluk agama Islam. Ia mengaku keputusan menjadi mualaf bukan sesuatu yang diambil secara mendadak.
Ruben menyebut dirinya telah melewati pergulatan panjang yang menguras emosi, fisik, dan pikirannya. Pengakuan tersebut disampaikannya saat berbincang dengan pendakwah Usman Bin Yahya dalam tayangan di kanal YouTube MOP Channel.
"Saya melewati beberapa tahun yang saya bilang itu, hal yang sangat tidak mudah. Tapi ketika itu, yang saya harus lihat itu adalah siapa yang harus saya lihat sebagai panutan," kata Ruben Onsu.
Mengalami Berbagai Ujian
Ruben kemudian mengingat masa sekitar empat tahun sebelumnya. Ia mengatakan ada berbagai kejadian berat yang datang hampir bersamaan dalam kehidupannya.
"Ada, saya punya banyak teman-teman, tapi di saat.. tepatnya berapa ya? 4 tahun, ya 4 tahun lalu lah, 4 tahun lalu..," cerita Ruben.
"Itu satu hari berturut-turut, toko kebakaran, acara tempat acara yang saya bikin gempa, wah dahsyat sekali. Malamnya masih dicoba lagi... Itu dahsyatnya bukan main," kenangnya.
Berbagai ujian yang diceritakan Ruben tampaknya merujuk pada sejumlah musibah yang pernah dialaminya. Ia pernah mengalami gempa saat melakukan siaran langsung pada 2018, kemudian salah satu gerai ayam miliknya terbakar pada 2019. Ruben juga sempat mengalami masalah kesehatan serius hingga harus beberapa kali menjalani perawatan.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Ruben mengaku mendapat bantuan dari sejumlah orang. Salah satu sosok yang kemudian membuatnya semakin tertarik untuk mengenal Islam adalah Usman Bin Yahya.
"Ada satu orang yang membantu saya, enggak berhenti ... Salah satunya ya habib [Usman] yang membantu saya, benar-benar membuat saya punya rasa penasaran tentang Islam," kata Ruben.
Ruben mengatakan hubungan dan komunikasi dengan Usman telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, Usman tidak pernah sekalipun memaksanya untuk memeluk Islam.
"Saya selama bertahun-tahun ketemu habib, baik saling bertemu, baik teleponan, tidak pernah keluar dari kata habib ini, demi Allah saya bersaksi, tidak pernah keluar dari kata habib 'kapan masuk Islam', tidak pernah keluar," kenang Ruben.
Sikap tersebut justru membuat Ruben semakin yakin untuk mencari jawaban atas berbagai kegelisahannya.
"Jadi di situ saya makin yakin sekali, di mana kalau ada hal-hal yang saya lihat salah, berarti itu bukan agamanya. Tapi ya mungkin tidak seperti yang saya cari," lanjutnya.
Sempat Merasa Sendirian
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family
Selain persoalan spiritual, Ruben mengaku telah memendam berbagai masalah pribadi selama bertahun-tahun. Ia menyebut ada banyak orang yang pernah menyakitinya.
Berbagai masalah tersebut bahkan sempat membuat Ruben merasa sendirian dan paranoid. Persoalan yang dihadapinya juga menyentuh lingkup keluarga dekat.
Saat menceritakan salah satu persoalan yang berkaitan dengan ibunya, Ruben tampak emosional hingga berlinang air mata. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail mengenai masalah tersebut.
"Ketika saya berani bercerita apapun itu melewati fase yang juga panjang, panjang sekali sampai sampai ada di fase di mana sudah enggak berani lagi angkat telepon, sudah enggak berani lagi balas Whatsapp," kata Ruben.
Meski mengalami berbagai perlakuan yang menyakitkan, Ruben memilih untuk tidak menyimpan dendam. Ia berusaha memaafkan pihak-pihak yang pernah membuatnya terluka.
Di sisi lain, ada sejumlah orang yang menurut Ruben bersedia menjadi tempatnya bercerita dan mencurahkan berbagai kegelisahan.
Pilihan Menjadi Mualaf
Salah satu pergulatan terbesar Ruben adalah ketika menjalani proses untuk memeluk agama Islam. Ia mengaku keputusan tersebut melewati banyak pertimbangan dan situasi yang menguji keyakinannya.
Mantan suami Sarwendah itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin keputusan tersebut diambil karena tekanan atau membuat orang lain harus meneteskan air mata.
"Saya tidak mau ketika saya berproses menuju Islam, saya melihat ada air mata. Saya tidak mau," kata Ruben.
Ia menegaskan bahwa pilihannya untuk menjadi mualaf berasal dari hati dan tidak didasari paksaan siapa pun.
"Gue berjalan dari hati yang paling dalam, tanpa paksaan apa pun, ini sudah keputusan, ini mungkin Allah panggil gue," sambungnya.
Ruben kemudian mengungkapkan bahwa pergulatan batin tersebut sebenarnya telah berlangsung sangat lama, bukan baru muncul ketika ia akhirnya memutuskan menjadi mualaf.
"Jadi pada saat itu saya bisa tertawa, saya ada perdebatan dalam hati itu. Jadi bukan yang baru-baru ini, bukan, tapi perdebatan batin yang sangat panjang sekali," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Â
Load more