News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Ahmad Zaki Ali, Sosok Relawan Asal Jakarta yang Meninggal Dunia saat Bawa Bantuan Korban Gempa di NTT

Berikut profil & perjalanan Ahmad Zaki Ali, relawan Jakarta/founder Yayasan Gerak Bareng yang meninggal dunia saat membantu korban gempa bumi di Flores NTT.
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:55 WIB
Ahmad Zaki Ali, relawan asal Jakarta atau Founder Yayasan Gerak Bareng yang meninggal dunia di lokasi terdampak gempa NTT
Sumber :
  • Instagram/@ahmadzaki_ali

Jakarta, tvOnenews.com - Relawan asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali (42) meninggal dunia. Founder Yayasan Gerak Bareng itu menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani misi kemanusiaan menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ahmad Zaki Ali meninggal dunia di Manggarai Timur, Flores, NTT pada Jumat (21/8/2026). Penyebab relawan asal Jakarta itu menghembuskan napas terakhirnya diduga akibat kelelahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah menyampaikan kronologi kejadian sebelum Ahmad Zaki Ali meninggal dunia. Hal ini bermula saat korban dan rekan-rekannya meninggalkan posko di Reo, Kabupaten Manggarai pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.00 Wita.

Saat hendak menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat (21/8/2026) petang, korban yang mengendarai mobil tiba-tiba menghentikan perjalanannya dan meminta rekannya menanggalkan jaket dan helm sebelum tidak sadarkan diri.

"Kemudian tidak sadarkan diri dan rekan-rekannya membawanya ke posko medis terdekat di Posko Damer," ujar Levi, Sabtu (22/8/2026).

Ahmad Zaki kemudian dinyatakan meninggal dunia saat proses pemeriksaan. Jenazah relawan asal Jakarta itu pun dibawa ke Masjid Nurul Huda, Reo, Kabupaten Manggarai pukul 17.20 Wita.

Kepergian Ahmad Zaki Ali tentu menorehkan duka khususnya bagi banyak pegiat kemanusiaan di Indonesia. Di usianya yang masih 42 tahun, Founder Yayasan Gerak Bareng tersebut telah mencatatkan banyak amal.

Mengenal Sosok Ahmad Zaki Ali

Berdasarkan rangkuman tvOnenews.com dari media sosial Yayasan Gerak Bareng melalui Instagram @ayogerakbareng dan sumber lainnya, sosok Ahmad Zaki merupakan founder sekaligus pihak berperan penting membesarkan Yayasan Gerak Bareng.

Gerak Bareng dikenal sebagai sebuah lembaga sosial kemanusiaan. Yayasan ini kerap bergerak dari sejumlah program, mulai dari kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah hingga membantu ekonomi masyarakat bawah.

Ahmad Zaki tidak hanya dikenal sebagai founder Gerak Bareng. Ia juga telah dianggap banyak orang khususnya pegiat kemanusiaan sebagai sosok guru, ustaz, sahabat hingga abang.

Penilaian tersebut tak lekang Ahmad Zaki telah memberikan ilmu, teladan hingga dedikasinya untuk khalayak.

Jejak Ahmad Zaki Dirikan Gerak Bareng

Ahmad Zaki memiliki perjalanan panjang saat mendirikan Gerang Bareng. Hal ini bermula saat tiga hari menjelang Lebaran 2026, yang di mana ratusan rumah semipermanen di Jalan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Barat hangus terbakar api.

Peristiwa ini menyebabkan ratusan orang terpaksa mengungsi dan kehilangan rumah sebelum merayakan Idul Fitri 1437 Hijriah. Di tengah situasi tersebut, sejumlah komunitas kemanusiaan kompak membangun kembali tempat tinggal yang hangus untuk warga.

Ahmad Zaki saat itu masih menjadi relawan dari Dongeng Ceria. Ia mempunyai ide agar bantuan kepada warga bisa maksimal yakni tidak mengajukan proposal ke lembaga kemanusiaan maupun pemerintah.

Kampanye mengumpulkan donasi untuk mendukung bantuan tersebut hanya berlangsung lewat dunia maya, seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga WhatsApp.

Hasil kampanye tersebut berhasil membangun lima puluh rumah permanen untuk para pengungsi. Dari peristiwa Simprung, para relawan memutuskan untuk membuat satu komunitas bernama Gerak Bareng dan salah satu pendirinya adalah Ahmad Zaki.

Kata Ahmad Zaki saat itu, Gerak Bareng tidak berfokus pada membantu permasalahan dialami mustahik, tetapi juga mendampingi mereka sampai tuntas dengan pola crowdfunding.

Zaki menggunakan pola tersebut sebagai kebutuhan mendanai proyek-proyek kemanusiaan. Di sisi lain, Gerak Bareng juga tidak sembarangan saat memilih mustahik. Biasanya komunitas ini membantu orang dalam kondisi darurat selain berstatus dhuafa.

Pendiri Punk Muslim

Selain founder Gerak Bareng, Ahmad Zaki juga mempunyai catatan mengesankan. Ia menjadi pendiri komunitas Punk Muslim yang bermarkas di Jalan Swadaya, Pulogadung, Jakarta Timur.

Ahmad Zaki pernah menceritakan komunitas yang pertama kali didirikan pada 2007 tersebut mempunyai tekad untuk menerapkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hingga usianya yang sudah satu da sawarsa, Punk Muslim justru memperluas kegiatan dakwahnya ke kota-kota besar di Indonesia.

Penyalur Bantuan kepada Masyarakat Gaza Palestina

Dinukil dari laman resmi Gerak Bareng, pada 2025, Zaki tercatat pernah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza, Palestina di Camp pengungsian Suknah, Provinsi Zarqoh dan Mahatoh, Provinsi Amman, Jordania.

Ia menyalurkan bantuan sembako dan 200 paket makanan siap saji, di antaranya nasi, ayam bakar, ikan tuna, yogurt hingga air mineral sebanyak 300 paket. Ia bahkan menyalurkan selimut, pakaian hangat, layanan psikososial, serta air bersih.

Selain itu, Ahmad Zaki bersama yayasannya juga menggencarkan aksi kemanusiaan pada seminggu terakhir bulan suci Ramadhan 2025. Ia menyalurkan zakat hingga infaq kepada masyarakat di wilayah Indonesia timur.

Program penyaluran tersebut tak lepas untuk membantu para dai, mualaf hingga masyarakat di kawasan pedalaman, salah satunya bergerak ke Agats, Kabuapten Asmat, Papua Selatan.

Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi di NTT

Dedikasinya untuk terus melakukan aksi kemanusiaan belum luntur sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Bang Jek sapaan akrabnya langsung terjun untuk menyalurkan bantuan kepada warga hingga korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores, NTT pada 15 Agustus 2026.

Ia bahkan sering berbagi aktivitas penyaluran bantuan tersebut melalui Instagram pribadi dan akun resmi Yayasan Gerak Bareng.

Adapun kegiatannya terjadi setelah berangkat pada 16 Agustus 2026. Ia bahkan sempat menuliskan, "Bismillah, berharap keridhaan Allah, semoga hadirnya kita memberi manfaat kepada masyarakat."

Pada hari yang sama saat meninggal dunia, Ahmad Zaki sempat berbagi aktivitas terakhirnya dan mengabarkan bahwa dirinya telah enam hari berada di NTT.

"Alhamdulillah sebagian besar amanah kawan-kawan baik telah tersampaikan, tersalurkan ke ratusan keluarga yang terdampak gempa," ujarnya.

Sayangnya aksi kemanusiaannya terhenti hendak menuju Desa Satar Padut. Ia mendadak tidak sadarkan diri setelah menghentikan mobil Fortuner yang dikendarai olehnya.

Jenazah Ahmad Zaki Dimakamkan di Sukabumi

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso menyampaikan bahwa, Kantor SAR Maumere dan unsur SAR setempat dengan cepat langsung mengevakuasi jenazah Ahmad Ali agar dipulangkan ke Jakarta.

"Pukul 07.04 WITA (Sabtu), Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum.

Proses evakuasi telah berlangsung dari lokasi penanganan bencana. Helikopter Dauphin Basarnas pun membawa jenazah korban menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Jenazah relawan tersebut kemudian dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Jakarta.

Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah Ahmad Zaki diterbangkan menuju Jakarta. Selepas itu, jenazah disemayamkan di Masjid Jami As-Shiroth.

Rencananya jenazah Ahmad Zaki akan dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Livin’ Mandiri Berbagi Hadirkan Apresiasi bagi Pekerja Rentan dalam Perayaan HUT ke-28 Bank Mandiri

Livin’ Mandiri Berbagi Hadirkan Apresiasi bagi Pekerja Rentan dalam Perayaan HUT ke-28 Bank Mandiri

Dalam rangka memperingati HUT ke-28, Bank Mandiri melalui Livin’ Mandiri Berbagi menghadirkan inisiatif khusus sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja rentan.
Cristiano Ronaldo Tak Keberatan Dihukum Federasi Portugal usai Mendadak Tinggalkan Tim Nasional

Cristiano Ronaldo Tak Keberatan Dihukum Federasi Portugal usai Mendadak Tinggalkan Tim Nasional

Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan untuk dihukum Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Hal ini merupakan dampak dari keputusannya meninggalkan Timnas Portugal.
Luca Marini Percaya Diri Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sebut Jadi Sirkuit Favoritnya

Luca Marini Percaya Diri Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sebut Jadi Sirkuit Favoritnya

Pembalap Honda HRC, Luca Marini membawa kepercayaan diri tinggi jelang mengapaspal di MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Pasalnya ia menilai bahwa Sirkuit Mandalika jadi salah satu sirkuit favoritnya.
Profil Hokky Caraka, Striker Timnas Indonesia yang Diisukan Punya Hubungan Spesial dengan Mantan Betrand Peto

Profil Hokky Caraka, Striker Timnas Indonesia yang Diisukan Punya Hubungan Spesial dengan Mantan Betrand Peto

Hokky Caraka tengah menjadi sorotan setelah striker Timnas Indonesia itu diduga menjalin hubungan spesial dengan mantan kekasih Betrand Peto, Anneth Dellicia.
Klarifikasi Ketegangan dengan Jorge Jesus, Cristiano Ronaldo Ungkap Keputusan Penting Soal Pensiun dari Timnas Portugal

Klarifikasi Ketegangan dengan Jorge Jesus, Cristiano Ronaldo Ungkap Keputusan Penting Soal Pensiun dari Timnas Portugal

Pilih angkat kaki, Ronaldo mengungkapkan keputusan penting soal pensiun dari Timnas Portugal. 
Cetak Satu Gol dan Dua Assist, Lionel Messi Lakoni Partai Perpisahan Manis dengan Timnas Argentina

Cetak Satu Gol dan Dua Assist, Lionel Messi Lakoni Partai Perpisahan Manis dengan Timnas Argentina

Lionel Messi mengakhiri kariernya di Timnas Argentina dengan manis. Pada Rabu (7/10/2026) pagi WIB, sang megabintang melakoni laga terakhirnya bersama Albiceleste.

Trending

Bertahun-tahun Terjebak 'Neraka' dalam Rumah Sendiri, Gadis 17 Tahun di Probolinggo Bongkar Aksi Bejat Ayah Kandung

Bertahun-tahun Terjebak 'Neraka' dalam Rumah Sendiri, Gadis 17 Tahun di Probolinggo Bongkar Aksi Bejat Ayah Kandung

Perbuatan biadab seorang ayah kandung di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya terbongkar ke ranah hukum. 
Dituduh Maling, Santri di Pamekasan Diduga Dihajar Tujuh Senior Sekaligus Sampai Patah Tulang dan Pingsan

Dituduh Maling, Santri di Pamekasan Diduga Dihajar Tujuh Senior Sekaligus Sampai Patah Tulang dan Pingsan

Aparat Polres Pamekasan turun tangan menyelidiki kasus dugaan aksi main hakim sendiri yang menimpa seorang santri berinisial AR (17) di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batumarmar. 
Banjir Pujian Termasuk dari Asnawi Mangkualam, Begini Reaksi Egy Maulana Vikri usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Banjir Pujian Termasuk dari Asnawi Mangkualam, Begini Reaksi Egy Maulana Vikri usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Gelandang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, menyampaikan reaksinya setelah berhasil memberikan gelar juara. Banyak orang yang memujinya, termasuk dari Asnawi Mangkualam.
Pelaku Kasus Perundungan Siswa SD di Pemalang Awalnya Tidak Mengaku, Berdalih Hanya Menolong Korban

Pelaku Kasus Perundungan Siswa SD di Pemalang Awalnya Tidak Mengaku, Berdalih Hanya Menolong Korban

Terduga pelaku dugaan perundungan Aqib (7), siswa SDN 1 Kebondalem Pemalang, sempat menyangkal dan berdalih hanya menolong korban yang disebut jatuh sendiri.
Bawa Timnas Indonesia Juara, John Herdman Ungkap Kunci Hadapi Tekanan di ASEAN

Bawa Timnas Indonesia Juara, John Herdman Ungkap Kunci Hadapi Tekanan di ASEAN

John Herdman mengungkap besarnya tekanan yang dihadapi Timnas Indonesia sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026 hingga akhirnya berhasil mengangkat trofi juara. (7/10).
Niat Usir Laba-laba Malah Bikin Petaka, Aksi Bule Nepal Bikin Vila di Bali Terbakar

Niat Usir Laba-laba Malah Bikin Petaka, Aksi Bule Nepal Bikin Vila di Bali Terbakar

Tindakan warga negara asing (WNA) asal Nepal berujung malapetaka. Niat ingin mengusir serangga, pria tersebut justru memicu kobaran api hebat yang melalap vila di Kuta Utara, Bali, Senin (5/10)
Dorong Konektivitas Perbatasan Kaltara, Mendagri Tito Desak Percepatan Proyek Jalan Malinau-Nunukan

Dorong Konektivitas Perbatasan Kaltara, Mendagri Tito Desak Percepatan Proyek Jalan Malinau-Nunukan

Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), menegaskan pentingnya akselerasi penyediaan infrastruktur jalan di garda terdepan Kalimantan Utara, terutama jalur yang menghubungkan Malinau dan Nunukan. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT