Lagi Ramai Adopsi Orang Utan Online di Kalimantan, Ternyata Begini Cara dan Manfaatnya
- Instagram @tamaradai
tvOnenews.com - Belakangan ini, ajakan untuk mengadopsi orang utan secara online ramai diperbincangkan di media sosial.
Tren tersebut membuat banyak orang penasaran, apakah orang utan yang diadopsi benar-benar bisa dibawa pulang dan dipelihara seperti hewan peliharaan?
Jawabannya, tentu tidak.
Program adopsi orang utan yang dijalankan lembaga konservasi seperti Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation merupakan adopsi simbolis.
Orang utan tetap berada di pusat rehabilitasi dan dirawat oleh tim profesional.
Melalui program tersebut, masyarakat memberikan dukungan dana untuk membantu proses perawatan sekaligus dapat mengikuti perjalanan orang utan yang dipilih.
Belakangan, minat terhadap program ini ikut meningkat setelah sejumlah figur di media sosial membagikan pengalaman mereka mengadopsi orang utan melalui BOS Foundation.
Salah satunya Amanda Zahra yang membagikan kabar bahwa dirinya mengadopsi orang utan bernama Iqo. Ia mengaku memilih Iqo karena tertarik dengan wajahnya yang menggemaskan.
“Aku pilih si Iqo soalnya muka kayak gini ? terus dia juga baik hati n gak picky eater (impian ibu-ibu) plus ky suka melamun.. melankolis queen ? (gw),” tulis Amanda.
Selain Amanda, Tamara Dai juga membagikan pengalaman serupa.
Ia mengungkapkan telah mengadopsi dua orang utan bernama Bumi dan Selfie sebagai hadiah ulang tahun untuk dirinya sendiri.
"FLEXING TERMAHAL
HADIAH ULTAH AKU dari AKU ✨
_
Semakin dewasa usiaku,
semakin sedikit desire ulang tahunku di rayakan.
Bukan merasa ga special, justru karena hari yg sangat special.
Aku mau makin taun makin berkesan.
Dan untuk tahun ini,
inilah hadiah dari AKU untuk AKU,
sebuah self reward yang bisa dengan bangga aku tunjukan ke seluruh makhluk di Bumi.
Meet Anak Adopsiku ? BUMI & Selfie.
Sehat sehat kalian anakku sayang." tulis Tamara Dai di akun Instgaram miliknya.
Tak berhenti sampai di situ, Tamara juga membagikan kabar jika dirinya kembali mengadopsi orang utan.
Melalui akun Threads miliknya, ia memperkenalkan anak adopsi barunya bernama Rumba.
"FLEXING TERMAHAL ✨ Another day, another adoption ?? Sehat sehat anakku sayanggg ? Yg akur ya mainnya.
Rumba ditemukan sendirian ditengah Perkebunan Sawit, kebayang kan selinglung apa anak kecil ini. Kehilangan orang tuanya, rumahnya," tulisnya.
Fenomena tersebut kemudian membuat semakin banyak warganet mencari tahu bagaimana cara mengadopsi orang utan secara online dan apa sebenarnya manfaat dari program tersebut.
Hal pertama yang perlu dipahami adalah istilah "adopsi" dalam program konservasi berbeda dengan adopsi hewan peliharaan.
Ketika seseorang mengadopsi orang utan melalui BOS Foundation, satwa tersebut tetap berada di bawah pengawasan dan perawatan lembaga konservasi. Pengadopsi tidak memiliki hak untuk membawa orang utan pulang atau memeliharanya secara pribadi.
BOS Foundation menjelaskan bahwa program adopsi daring memungkinkan masyarakat mendukung orang utan yang sedang menjalani rehabilitasi sekaligus mendapatkan informasi mengenai perkembangan satwa tersebut.
Dengan demikian, dana yang diberikan bukan digunakan untuk membeli orang utan, melainkan menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan konservasi.
Dana Adopsi Orang Utan Digunakan untuk Apa?
Program rehabilitasi orang utan membutuhkan berbagai kebutuhan yang tidak sedikit.
Berdasarkan informasi BOS Foundation, dana adopsi digunakan untuk mendukung kegiatan rehabilitasi, termasuk penyediaan pakan, obat-obatan, peralatan, misi penyelamatan, perawatan kandang, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Proses rehabilitasi sendiri tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Orang utan yang pernah kehilangan induk atau mengalami konflik dengan manusia perlu kembali mempelajari berbagai kemampuan agar dapat bertahan hidup di alam.
Mereka harus belajar mencari makanan alami, memanjat pohon, membangun sarang hingga mengurangi ketergantungan terhadap manusia.
BOS Foundation menyebut orang utan yang dinilai siap harus mampu mencari makanan secara mandiri, hidup di tajuk hutan, membangun sarang dan menunjukkan kewaspadaan terhadap manusia sebelum dapat dipertimbangkan untuk kembali ke alam liar.
Apa yang Didapat Setelah Mengadopsi Orang Utan?
Meskipun tidak membawa pulang satwanya, pengadopsi tetap mendapatkan sejumlah bentuk apresiasi dari BOS Foundation.
Paket adopsi mencakup sertifikat adopsi yang dipersonalisasi, cerita mengenai latar belakang orang utan serta foto eksklusif.
Pengadopsi juga bisa mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan orang utan yang dipilih.
Untuk paket adopsi satu tahun, BOS Foundation memberikan empat kali pembaruan atau satu kali setiap tiga bulan. Sementara paket enam bulan mendapatkan dua kali pembaruan.
Artinya, program tersebut memungkinkan masyarakat ikut menyaksikan perjalanan seekor orang utan dari proses rehabilitasi hingga semakin dekat dengan kehidupan di habitat alaminya.
Cara Adopsi Orang Utan Secara Online di BOS Foundation
Bagi masyarakat yang tertarik ikut mendukung konservasi, proses adopsi dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi BOS Foundation.
Langkah umumnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi BOS Foundation di orangutan.or.id.
- Pilih menu Adopsi.
- Pilih orang utan yang ingin didukung. Saat ini laman adopsi BOS Foundation menampilkan sejumlah individu seperti Bumi, Monita, Mema, Jelapat, Topan, serta Kopral dan teman-temannya.
- Baca profil dan kisah perjalanan orang utan yang dipilih.
- Pilih paket adopsi yang tersedia.
- Isi data yang diperlukan, termasuk alamat email aktif.
- Lanjutkan ke proses pembayaran sesuai petunjuk pada situs.
- Setelah proses selesai, paket adopsi akan dikirim melalui email.
BOS Foundation menyebut paket selamat datang dikirim melalui email dalam waktu hingga lima hari kerja setelah pesanan diterima.
Tujuan akhir dari program konservasi bukan membuat orang utan terus hidup bersama manusia.
Sebaliknya, rehabilitasi diarahkan agar orang utan yang memenuhi syarat dapat kembali hidup mandiri di alam liar.
Setelah menjalani proses panjang di pusat rehabilitasi, orang utan yang dianggap siap dapat dipindahkan ke lokasi pra-pelepasliaran sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya.
BOS Foundation mengelola sejumlah lokasi pelepasliaran, termasuk Hutan Lindung Bukit Batikap dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah serta Hutan Kehje Sewen di Kalimantan Timur.
Perjalanan itu bukan sekadar teori. Pada Juni 2026, BOS Foundation bersama Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalimantan Tengah dan pengelola Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya kembali melepasliarkan lima orang utan hasil rehabilitasi ke habitat alami mereka. Pelepasliaran tersebut menjadi yang ke-47 dari Nyaru Menteng.
(tsy)
Load more