Viral Ikan Kiamat Oarfish 4 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Pink Lombok, Dikaitkan Mitos Pertanda Gempa
- Facebook/Baiq Kolby
Berdasarkan cerita dan mitos dari legenda Jepang, kemunculan oarfish di perairan dangkal bisa memicu gempa bumi. Kepercayaan ini sudah lama ada sejak abad ke-17.
Dalam keterangannya pada Kamis (29/8/2026), anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono turut memberikan pendapat terkait spekulasi tersebut. Menurutnya, tidak pernah ada bukti valid kemunculan ikan oarfish sebagai pertanda gempa.
"Secara ilmiah, belum ada bukti valud yang menunjukkan kemunculan ikan llaut dalam di permukaan atau pesisir, seperti di Pantai Pink Lombok, merupakan pertanda pasti akan terjadinya gempa," ujar Daryono.
Berdasarkan dari kesimpulan riset para ahli oseanografi dan seismologi termasuk kajian di Jepang kerap meneliti fenomena unik tersebut, Daryono menjelaskan, tidak ada kaitan sebab-akibat langsung antara perilaku ikan laut dalam dengan aktivitas seismik.
Ia menuturkan, pemicu fenomena kemunculan ikan oarfish kerap kali karena faktor seperti perubahan suhu air hingga pergeseran arus laut.
Ia mencontohkan, fenomena ini seperti upwelling membawa nutrisi dan organisme ke permukaan. Selain itu, kemunculan ikan tersebut juga bisa disebabkan karena sakit atau terluka hingga kejar-kejaran dengan pemangsa dari dalam menuju permukaan laut.
"Untuk itu, isu bahwa kemunculan ikan tersebut adalah tanda bencana gempa yang akan datang adalah tidak benar," tegasnya.
Selaras dengan Daryono, Muslim selaku Kepala DKP NTB menilai kemunculan ikan yang hidupnya berasa di laut dalam tersebut bisa dipicu karena perubahan suhu perairan.
"Mungkin karena ada perubahan suhu, suhu di perairan," ucap Muslim.
Ia menambahkan, pemicu perubahan suhu air laut juga disebabkan cuaca hingga dampak gempa bumi yang sempat terjadi di NTT pada pertengahan Agustus 2026. Kebetulan pantai tersebut masih satu lempeng dengan wilayah Provinsi NTT.
"Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Kita doakan saja mudah-mudahan tidak terjadi," tukasnya.
(hap)
Load more