News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Ikan Kiamat Oarfish 4 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Pink Lombok, Dikaitkan Mitos Pertanda Gempa

Sebuah video viral memperlihatkan ikan oarfish, ikan kerap dijuluki 'ikan kiamat' ditemukan mati terdampar oleh pengunjung di Pantai Pink, Lombok Timur, NTB.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:07 WIB
Ikan oarfish, hewan yang disebut 'ikan kiamat ditemukan mati terdampar di Pantai Pink Lombok viral di media sosial
Sumber :
  • Facebook/Baiq Kolby

Lombok Timur, tvOnenews.com - Sebuah video viral memperlihatkan ikan oarfish ditemukan di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam video viral yang beredar, ikan oarfish tersebut ditemukan terdampar dalam kondisi mati. Ikan langka yang disebut sebagai ikan kiamat tersebut mempunyai panjang sekitar empat meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilihat tvOnenews.com dari video yang diunggah melalui akun Facebook Baiq Kolby, Kamis (27/8/2026), ikan oarfish tersebut ditemukan oleh sejumlah pengunjung pantai pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 07.30 Wita pagi.

Beberapa anak dan seorang pria dewasa terlihat kompak menggotong ikan langka berbentuk pipih berukuran panjang kurang lebih empat meter. Seorang wanita yang merekam video tersebut merasa kaget atas penemuan tersebut.

Ikan langka itu tampak sama sekali tidak bergerak. Bahkan, ikan tersebut sempat direndam kembali ke air pantai dan tak kunjung menunjukkan hewan itu masih bernyawa.

Kepala Dinas Kelautan dadn Perikanan (DKP) NTB, Muslim tidak membantah adanya penemuan tersebut. Namun, pihak yang menemukan merupakan berasal dari Lombok Tengah.

Benarkah Kemunculan Ikan Oarfish 'Kiamat' Pertanda Gempa Bumi?

Potret ikan kiamat oarfish berukuran panjang 4 meter yang viral ditemukan mati terdampar di Pantai Pink Lombok
Potret ikan kiamat oarfish berukuran panjang 4 meter yang viral ditemukan mati terdampar di Pantai Pink Lombok
Sumber :
  • Facebook/Baiq Kolby

Merujuk dari laman IPB, ikan oarfish merupakan ikan pelagis berukuran panjang. Ikan yang kerap disebut 'ikan kiamat' itu masuk bagian dari famili kecil Regalecidae (bahasa latin Regalis" yang berarti kerajaan.

Ikan oarfish tercatat sejak tahun 1772. Berdasarkan hasil dari penelitian, ikan ini memiliki habitan di perairan laut dengan kedalaman mencapai 3.300 kaki atau setara sekitar 1.000 meter.

Aktivitas kehidupan oarfish berada di perairan mempunyai iklim sedang hingga tropis. Sejauh ini terdapat tiga jenis oarfish, salah satu di antaranya adalah Regalecus glesne dikenal sebagai ikan raksasa.

Mereka dapat bertahan hidup dengan memakan plankton kecil. Meski tidak mempunyai gigi, tetapi ikan ini mempunyai insang penyapu di area mulut. Adapun panjang ikan tersebut bisa mencapai 36 kaki atau sekitar 11 meter.

Adapun penyebutan oarfish dikenal sebagai ikan dayung atau ikan 'kiamat'. Merujuk dari laman Atlas Obscura, kemunculan ikan tersebut menunjukkan tanda adanya bencana dari legenda asal Jepang.

Berdasarkan cerita dan mitos dari legenda Jepang, kemunculan oarfish di perairan dangkal bisa memicu gempa bumi. Kepercayaan ini sudah lama ada sejak abad ke-17.

Dalam keterangannya pada Kamis (29/8/2026), anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono turut memberikan pendapat terkait spekulasi tersebut. Menurutnya, tidak pernah ada bukti valid kemunculan ikan oarfish sebagai pertanda gempa.

"Secara ilmiah, belum ada bukti valud yang menunjukkan kemunculan ikan llaut dalam di permukaan atau pesisir, seperti di Pantai Pink Lombok, merupakan pertanda pasti akan terjadinya gempa," ujar Daryono.

Berdasarkan dari kesimpulan riset para ahli oseanografi dan seismologi termasuk kajian di Jepang kerap meneliti fenomena unik tersebut, Daryono menjelaskan, tidak ada kaitan sebab-akibat langsung antara perilaku ikan laut dalam dengan aktivitas seismik.

Ia menuturkan, pemicu fenomena kemunculan ikan oarfish kerap kali karena faktor seperti perubahan suhu air hingga pergeseran arus laut.

Ia mencontohkan, fenomena ini seperti upwelling membawa nutrisi dan organisme ke permukaan. Selain itu, kemunculan ikan tersebut juga bisa disebabkan karena sakit atau terluka hingga kejar-kejaran dengan pemangsa dari dalam menuju permukaan laut.

"Untuk itu, isu bahwa kemunculan ikan tersebut adalah tanda bencana gempa yang akan datang adalah tidak benar," tegasnya.

Selaras dengan Daryono, Muslim selaku Kepala DKP NTB menilai kemunculan ikan yang hidupnya berasa di laut dalam tersebut bisa dipicu karena perubahan suhu perairan.

"Mungkin karena ada perubahan suhu, suhu di perairan," ucap Muslim.

Ia menambahkan, pemicu perubahan suhu air laut juga disebabkan cuaca hingga dampak gempa bumi yang sempat terjadi di NTT pada pertengahan Agustus 2026. Kebetulan pantai tersebut masih satu lempeng dengan wilayah Provinsi NTT.

"Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Kita doakan saja mudah-mudahan tidak terjadi," tukasnya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

Tak sekadar mempercantik kendaraan, lima aksesori mobil ini membantu saat darurat, mulai dari aki tekor hingga ban kempes. Simak fungsi dan tips memilihnya.
Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Dengan tajuk Bertajuk "Kim Bum Fanmeeting Page∞ Debut 20th Anniversary Tour in Jakarta", Bummies perlu mengetahui rundown dari acara. 
Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air mata Zaskia Adya Mecca jatuh saat menyaksikan karhutla Palangkaraya. Ia terharu mendengar perjuangan relawan memadamkan api di lahan gambut.
Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selamat. Hal ini terlihat saat Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib
Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Aset masa depan Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mendapat sorotan media Amerika Serikat berkat penampilan impresifnya. Ia dinilai memiliki kecerdasan bermain.
IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

Pengamat politik Hendri Satrio menilai tren positif tersebut tidak semata-mata menggambarkan kondisi pasar saham, tetapi juga mencerminkan persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks anggota Kopassus menjadi korban pembacokan di Perumahan JGC, Cakung Timur, Jakarta Timur. Dalam peristiwa ini, korban dan pelaku sama-sama terluka namun dibawa ke rumah sakit berbeda.
AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC resmi mengubah siklus Piala Asia dari tahun ganjil ke genap mulai 2032. Piala Asia 2027 tetap dijadwalkan di Arab Saudi, meski masih ada potensi penundaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT