Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan
- Kolase tvOnenews.com
Menurut dr. Sumy Hastry, para terpidana biasanya dibawa ke lokasi pada tengah malam dan mengenakan pakaian berwarna putih.
"Ketemu mereka, dan mereka dibawa dan mereka memang kita biasa tengah malam, dan dikasih baju putih, diikat ke belakang tiang itu, sehingga datar dan saya sebagai tim dokternya memang menaruh atau titik tempel di titik yang benar-benar kena tembak langsung meninggal."
Sebagai bagian dari tim medis, ia bertugas memastikan titik penembakan berada pada lokasi yang ditentukan sesuai prosedur.
Ia juga mengetahui bagaimana regu tembak dipersiapkan sebelum pelaksanaan eksekusi.
"Jadi tidak lama menunggunya, ditembak langsung meninggal, karena kita tim jadi tahu kalau memang tim Brimob ya karena dari kepolisian, penembak-penembaknya ini senjatanya sudah ada di depan."
Sembilan Penembak untuk Satu Terpidana
Dr. Sumy Hastry kemudian menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tersebut setiap terpidana ditempatkan di hadapan sembilan penembak.
"Di depan satu orang ini ada sembilan (penembak), dari sembilan ini ada tiga yang berisi peluru, tapi tidak tahu mana yang berisi."
Sebelum pelaksanaan dimulai, senjata laras panjang telah disiapkan di lokasi. Para anggota regu tembak kemudian mengambil senjata masing-masing dan menunggu aba-aba dari komandan regu.
Andy kembali memastikan mekanisme tersebut.
"Satu napi, sembilan penembak, sembilan senjata, di antara tiga berisi peluru yang mematikan," jelas Andy F. Noya.
Dr. Sumy Hastry menjelaskan bahwa para penembak telah mendapatkan pelatihan sehingga tidak mengetahui senjata mana yang menggunakan peluru tajam.
"Begitu diaba-aba komandan regu, siap, terus istilahnya komandan regunya ngasih tanda aba-aba, terus langsung lampu sorot naik, langsung tembak, karena kan gelap, makanya saya ngasih spotlight tertentu warnanya, begitu disorot lampu, langsung tembak."
Menurutnya, dalam kondisi tersebut para anggota regu tembak tidak lagi memikirkan apakah senjata yang mereka pegang berisi peluru atau tidak.
"Jadi sudah tidak tahu, saya pikir anggota pun sudah tidak pikir bisa merasakan ini senjata ada (peluru) atau tidak."
Dokter Memastikan Terpidana Telah Meninggal
Load more