Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
tvOnenews.com -Â Kabar duka mengenai kematian Fajar Sahrudin terus menghebohkan jagat media sosial X dan menyita simpati publik luas.
Peristiwa memilukan ini bermula dari unggahan terjadwal (schedule post) berisi death note yang tayang secara otomatis pada 5 September 2026.
Selang beberapa waktu setelah pesan tersebut viral, Fajar ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh membiru di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Sebelum mengambil keputusan berat tersebut, Fajar terbukti telah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang dan terencana.
Seluruh rentetan persiapan demi persiapan menuju hari terakhirnya tersebut ia abadikan dan susun secara detail melalui sebuah situs web autobiografi pribadi.
Publik pun dibuat terenyuh saat membaca rincian kronologi yang ia catat menjelang keputusan tragis tersebut.
Pada H-1 sebelum ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, sebagaimana tercantum dalam catatan autobiografinya, Fajar menyematkan sejumlah bukti tindakan terakhirnya.
Ia mengunggah tangkapan layar transfer donasi ke berbagai lembaga sosial dengan nilai total mencapai puluhan juta rupiah, foto barang-barang yang ia siapkan khusus sebagai kado perpisahan untuk orang-orang di sekitarnya, hingga beberapa lembar surat yang ia tulis tangan secara personal satu per satu.
- Figma/Fajar Sahrudin
Salah satu surat bertuliskan tangan tersebut ditujukan khusus untuk kakak keduanya yang bernama Hendra.
Dalam sepucuk surat emosional itu, Fajar mengawalinya dengan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada sang kakak.
Ia lantas menitipkan beberapa permintaan terakhir, mulai dari meminta Hendra untuk menjaga serta merawat makam kedua orangtua mereka dengan baik, hingga merawat rumah tinggal keluarga mereka yang berada di Lampung.
"Aku titip makam mamak dan bapak ke kamu ya. Aku juga titip rumah tolong dirawat dengan baik. Rumah itu adalah milik kalian. Tolong jangan diberikan kepada siapa pun," tulis Fajar dalam surat tersebut, dikutip dari autobiografinya, Selasa (8/9/2026).
- Figma/Fajar Sahrudin
Tak sampai di situ, Fajar juga sudah mengatur urusan finansial dengan menuliskan bahwa dirinya telah menjadwalkan transfer dana otomatis ke rekening bank milik Hendra.
Meski demikian, Fajar secara tegas menggarisbawahi bahwa uang yang ia kirimkan itu bukanlah harta warisan.
Ia pun berpesan dengan sangat keras agar sang kakak tidak mengutak-atik rekening bank pribadi milik Fajar setelah ia tiada.
"Aku udah jadwalin transfer uang ke rekening kamu, itu bukanlah warisan tapi dana bantuan hidup buat kalian."
"Semoga kehidupan kalian bisa jadi lebih baik dari yang sekarang."
"Tolong jangan utak-atik rekeningnya, biarkanlah seperti itu. Jika ada tagihan kartu kredit dari bank tolong jangan direspon. Kalian bukanlah ahli waris jadi tidak memiliki kewajiban, aku juga tidak punya aset atas namaku. Semua milik kalian," tulis Fajar.
- Figma/Fajar Sahrudin
Hingga artikel ini ditulis, diketahui bahwa pihak keluarga sudah mengambil dan menerbangkan jenazah Fajar Sahrudin ke Lampung. Ia juga sudah dimakamkan di kampung halamannya. (ism)
Load more