News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Abah Setu soal Video Dugaan Hina Nabi Muhammad SAW Viral, Sebut Ucapan yang Beredar Hasil Buatan AI

Asep Setiawan (Abah Setu), pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi menyebut video diduga saat hina Nabi Muhammad SAW hasil teknologi AI.
Kamis, 10 September 2026 - 14:04 WIB
Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi saat klarifikasi video ucapan kontroversi yang viral diduga hina Nabi Muhammad SAW
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH

Bekasi, tvOnenews.com - Asep Setiawan alias Abah Setu, Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi belakangan ini menghebohkan publik. Ia menuai perhatian keras atas ucapan kontroversinya.

Majelis di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi tersebut juga terekam sedang digeruduk oleh sejumlah warga. Kedatangan massa sebagai reaksi keras atas dugaan video siaran langsung Abah Setu yang viral saat menghina Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang beredar di media sosial, warga tampak berada di depan majelis tersebut sambil menghadirkan sejumlah personel aparat kepolisian pada Senin (7/9/2026) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan hasil klarifikasi sementara yang didapatkan pihak kepolisian. Abah Setu membantah dirinya telah menghina Nabi Muhammad SAW.

"Sebagai tindak lanjut, kepolisian telah meminta keterangan dari pimpinan majelis, Asep Setiawan," ujar Budi kepada wartawan pada Rabu (9/9/2026).

Abah Setu Sebut Video Diduga Hina Nabi Muhammad SAW Hasil AI

Lebih lanjut, Budi menjelaskan keterangan yang disampaikan oleh Abah Setu. Pada Selasa, 8 September 2026, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam tersebut tidak merasa dirinya menghina Nabi SAW.

Abah Setu menilai dugaan video siaran langsung yang merebak di media sosial hanya berupa potongan rekaman. Hal tersebut tidak menampilkan penjelasan dirinya sepenuhnya.

Pria bernama asli Asep Setiawan itu bahkan menyebut potongan video tersebut telah diedit oleh orang tak bertanggung jawab. Rekaman yang viral di media sosial merupakan hasil buatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

"Yang bersangkutan dalam pernyataannya bilang video tersebut merupakan potongan rekaman. Dia menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," ungkap Budi.

Awal Mula Abah Setu Diduga Menghina Nabi Muhammad SAW

Sebelumnya, sebuah video diduga berasal dari rekaman langsung Abah Setu merebak luas di media sosial. Di dalamnya menunjukkan pria bernama Asep Setiawan tersebut sedang berbincang dengan salah seorang anggota majelisnya bernama Hendro.

Dalam momen itu, Abah Setu dan jemaahnya membahas tentang Nabi Muhammad SAW. Ia kemudian mendapat pertanyaan berupa "Kenapa Nabi Muhammad SAW menjadi kekasih Allah SWT?".

Ia sedikit kaget mendengar pertanyaan tersebut. Salah satu ucapan kontroversi yang menuai reaksi keras dari publik dan warga lantaran Abah Setu menyebut jemaahnya "terjebak syariat".

"Kenapa? Emang beliau aja bisa menjadi kekasih (Allah SWT)? Ini Hendro masih terjebak syariat ini," jawab Abah Setu.

Pimpinan majelis di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi itu bahkan semakin melontarkan pernyataan kontroversi. Hal tersebut seputar dugaan menghina Nabi Muhammad SAW.

"Yang disebut Muhammad itu yang mana, sih? Orang Madinah itu? Pantas kamu susah enggak dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri. Wong pamannya aja ditolongin enggak bisa. Lagi hidup aja enggak bisa tolongin paman," tutur Abah Setu.

"Coba tolong ini yang kayak gini enggak usah tabu. Karena Muhamamd yang dimaksud Allahu. Pantasan saya lihat bingung dari tadi," sambungnya.

Ia bahkan menyuruh jemaahnya berhenti sementara mengikuti pengajian di majelisnya. Ia meminta agar anggota majelisnya lebih dulu rajin membaca Al-Quran.

Sontak, ucapan tersebut tidak hanya memicu gelombang amarah publik, tetapi juga massa terekam menggeruduk majelis di Desa Telajung, Cikarang Barat tersebut. Beruntungnya personel Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat berhasil meredam amarah sejumlah warga.

"Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada Senin malam, 7 September 2026, untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," terang Kombes Budi.

Kombes Budi meminta warga tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Ia meminta agar dugaan ucapan kontroversi tersebut bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kata Budi, Abah Setu telah dipanggil pihak kepolisian pada Selasa, 8 September 2026. Dari hasil itu, pimpinan majelis di Desa Telajung tersebut siap berdialog dan mediasi digelar di Polres Metro Bekasi pada Kamis, 10 September 2026.

"Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik," ucap Budi.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata Petinggi Yamaha Setelah Berhasil Boyong Jack Miller ke WorldSBK Musim Depan: Peluang yang Tak Bisa Dilewatkan!

Kata Petinggi Yamaha Setelah Berhasil Boyong Jack Miller ke WorldSBK Musim Depan: Peluang yang Tak Bisa Dilewatkan!

Yamaha menyambut kedatangan Jack Miller ke proyek mereka di WorldSBK 2027 dengan menyebut rider asal Australia itu sebagai aset penting hadapi musim depan.
Dituding Merusak Cagar Budaya, Wali Kota Gorontalo Akan laporkan Menteri Fadli Zon Ke Bareskrim

Dituding Merusak Cagar Budaya, Wali Kota Gorontalo Akan laporkan Menteri Fadli Zon Ke Bareskrim

Langkah hukum itu diambil buntut dari beredarnya video pernyataan Menteri Kebudayaan di media sosial yang menuding dirinya melakukan pengrusakan dan pembongkaran bangunan situs cagar budaya di wilayah Kota Gorontalo.
Resmi! Persija Umumkan Striker Asing Baru Jelang Lawan Persib

Resmi! Persija Umumkan Striker Asing Baru Jelang Lawan Persib

Ivan Mamut resmi bergabung dengan Persija untuk Super League 2026-2027. Striker Kroasia itu langsung membidik posisi teratas dan siap tampil habis-habisan.
Fajar Sahrudin: Semoga Dunia Ini Lebih Baik Bagi Mereka yang Rentan

Fajar Sahrudin: Semoga Dunia Ini Lebih Baik Bagi Mereka yang Rentan

Kisah Fajar Sahrudin menyisakan pesan tentang perjuangan yang tak selalu terlihat. Ia berharap dunia menjadi tempat yang lebih ramah bagi mereka yang rentan
Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Direktur I.League Ferry Paulus meminta Jakmania tertib dan tidak memprovokasi jelang Persija vs Persib di GBK, termasuk lewat media sosial dan ujaran SARA.
Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Asep Setiawan (Abah Setu), pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Cikarang Barat, Bekasi mengaku dapat 7.478 pesan usai video diduga hina Nabi Muhammad SAW viral.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT