Korban Layangkan 2 Laporan Kepada Betrand Peto dan Temannya, Ajakan Ramaikan Room Berawal dari Teman Onyo
- Instagram Betrand Peto
tvOnenews.com - Penyanyi sekaligus anak angkat Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu atau disapa Onyo dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Pelapor merupakan dua orang wanita yang mengaku menjadi korban dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban melayangkan dua laporan yang ditujukan kepada Betrand Peto dan temannya atas kasus pelecehan seksual serta kekerasan.
Sehingga korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, bukti-bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari barang bukti.
Kesaksian Server Klub Malam
- Instagram @betrandpetoputraonsu
Salah satu saksi yaitu Server Klub bernama Jakaria yang menawari ajakan room bersama Betrand Peto dan teman-temannya kepada korban.
Jakaria mengatakan tawaran itu berasal dari A yang merupakan teman dari Betrand.
“Sebenarnya dari awal dia masuk sini, si A minta ditemenin. ‘Ada nggak teman cewek untuk temenin di sini, untuk minum bareng?’. Akhirnya saya carikan di Lounge, dan akhirnya dapat 2,” ungkap Jakaria, dikutip pada tayangan video di akun Instagram Ruben Onsu.
Namun, dirinya telah menegaskan kepada ANW bahwa jika tidak berkenan dan merasa tidak nyaman bisa keluar dari ruangan atau memanggil Jakaria kembali.
Di saat itu, ANW menyetujui ajakannya dan bergabung bersama Onyo.
“Sebelum itu saya sudah bilang, mau nggak minum bareng di room. ‘Oh yaudah ayo’. Udah di yakinkan. Sebelum masuk juga saya sudah pastikan, ‘Hai kenalin semuanya, yang di room adanya ini saja ya. Kalau memang merasa nggak suka, nggak apa-apa keluar saja. Kalau nggak samperin aku saja,” terangnya.
Tak lama kemudian, terjadi perseteruan antara kedua wanita tersebut dengan teman-teman Betrand Peto.
Pengakuan Korban
Korban mengaku awalnya datang ke klub malam tersebut untuk bersenang-senang dan bertemu teman-temannya.
Selanjutnya, salah satu server klub menawarkannya untuk meramaikan sebuah ruangan bersama Betrand Peto dan teman-temannya.
Korban tidak berpikir negatif mengenai tawaran tersebut, sehingga berani untuk menerimanya.
“Saya datang ke sana, happy ketemu sama temen-temen. Lalu tiba-tiba ada salah satu staf club tersebut yang menawarkan, ‘mau nggak kak ngeramein room-nya si BP ini,” ungkap korban berinisial ANW pada konferensi pers, Minggu (13/9/2026).
“Aku… (menangis) tidak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iya-in,” sambungnya.
Situasi yang awalnya menyenangkan berubah ketika korban diduga diajak ke luar ruangan oleh BP ke depan toilet dan diduga mengalami pelecehan seksual dan pemaksaan.
Kuasa hukum bahkan menunjukkan sejumlah bukti yang disebut berkaitan dengan luka lebam pada tubuh korban.
Hasil visum tersebut sudah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari barang bukti.
(kmr)
Load more