Kronologi Maudy Ayunda Dihujat Netizen X, Peraih Beasiswa LPDP yang Dinilai Tone Deaf terhadap Situasi Indonesia
- X/pandaleezasol
tvOnenews.com -Â Nama Maudy Ayunda kini kembali menjadi pusat perbincangan hangat di berbagai linimasa digital.
Sebagai aktris sekaligus penyanyi multitalenta, ia selama ini telanjur melekat di benak publik sebagai sosok inspiratif berkat rekam jejak akademik yang gemilang, citra positif, serta berbagai pengaruh positif bagi generasi muda.
Namun, situasi berbalik secara drastis ketika Maudy dihujat habis-habisan oleh netizen di platform X. Pemicunya bermula dari pengakuan seorang pengguna X lewat akun @pandaleezasol yang menyatakan telah melakukan unsubscribe dari kanal YouTube Maudy.
Keputusan itu diambil usai menyaksikan video bertajuk "mindfulness in the age of bad news" yang diunggah pada 21 Agustus 2026 di kanal YouTube Maudy Ayunda.
Dalam tayangan tersebut, Maudy dinilai tone deaf terhadap situasi genting di Indonesia akhir-akhir ini, di mana konsep mindfulness justru dibingkai dengan sikap eskapis, menjauhi dan menutup diri dari gelombang berita buruk, alih-alih memperlihatkan empati mendalam terhadap realitas krisis sosial.
"Kamu (Maudy Ayunda) bilang karena hati mungilmu ga sanggup liat bad news yg lewat tiap hari, kamu nutup jendelanya dan setelah aku nunggu 3 minggu dari waktu kamu upload video ini ternyata ga ada foll-up-nya, yg mana aku harapkan cuman karena kamu memang exhausted aja, tapi kamu beneran tone deaf," tulis pemilik akun @pandaleezasol, dikutip Senin (14/9/2026).
Â
Kritik tajam ini kian diperparah oleh kontradiksi dengan lini bisnis kecantikan miliknya, From This Island (FTI). Produk perawatan bibir yang dikeluarkan oleh brand tersebut diketahui menggunakan bahan-bahan lokal dari pulau-pulau yang tengah menghadapi tekanan ekologis.
Salah satu bahan utama dari produk perawatan bibir tersebut adalah lemak tengkawang yang dipasok langsung dari kawasan hutan Kalimantan.
Ironi mengambil sumber daya alam lokal untuk kepentingan komersial sementara menyarankan abai pada berita krisis memantik gelombang kekecewaan.
Sorotan publik semakin masif mengingat latar belakang pendidikan mentereng yang dikantongi Maudy. Untuk jenjang sarjana (S1), ia menamatkan studi di University of Oxford, Inggris, dengan mendalami bidang Philosophy, Politics, and Economics (PPE).
Load more