Mengenal Maudy Ayunda, Aktris dengan Background Pendidikan Mentereng yang Dihujat Netizen karena Dinilai Tone Deaf
- Instagram/maudyayunda
tvOnenews.com -Â Nama Maudy Ayunda sempat berada di pusat badai kritik dan dihujat habis-habisan oleh netizen di platform X akibat perdebatan digital yang mempersoalkan esensi mindfulness di tengah gelombang krisis berita buruk nasional.
Polemik bermula dari video YouTube berjudul "mindfulness in the age of bad news"Â yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026 dan viral pada pertengahan September 2026.
Di tengah situasi nasional yang diwarnai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bencana gempa bumi, hingga sorotan terhadap kebijakan publik yang dinilai kurang tepat sasaran, Maudy berbagi refleksi tentang bagaimana ia memilih menjaga jarak dari bad news untuk melindungi kewarasan mental.
Namun, hal itu justru dinilai oleh banyak netizen sebagai bentuk tone deaf atau ketidakpedulian terhadap apa yang sedang terjadi di Indonesia.
Kendati gelombang protes tersebut memicu pro-kontra masif di linimasa, rekam jejak panjang Maudy sebagai figur publik multitalenta juga cukup mencolok. Berikut profilnya.Â
Â
Aktris cilik yang jadi penerima beasiswa LPDP
- Instagram/maudyayunda
Ayunda Faza Maudya lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994 sebagai putri sulung dari pasangan Didit Jasmedi R. Irawan dan Muren Murdjoko, serta kakak dari aktris Amanda Khairunnisa.
Kecintaannya pada dunia tulis-menulis dan literasi sudah tumbuh sejak belia, pada tahun 2005 ia merilis buku anak berjudul A Forest of Fables yang berisi tujuh belas dongeng satwa, di mana seluruh hasil penjualan buku tersebut didonasikan untuk para korban bencana kemanusiaan tsunami Aceh.
Maudy dikenal menjadi salah satu aktris yang punya background pendidikan mentereng, dimana ia menyelesaikan sekolah menengahnya di British School Jakarta. Kala itu ia menunjukkan kapasitas kepemimpinan aktif sebagai ketua OSIS.
Untuk jenjang sarjana (S1), ia diterima di University of Oxford, Inggris, dengan mengambil jurusan interdisipliner Philosophy, Politics, and Economics (PPE) dan berhasil lulus pada tahun 2016.
Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana (S2) ke Amerika Serikat dan masuk ke Stanford University, mengambil program joint degree di Graduate School of Education serta Graduate School of Business hingga mengantongi gelar master ganda M.A. dan M.B.A.
Load more