Pihak Betrand Peto Ungkap Kejanggalan Tuduhan KS, Kini Siapkan Langkah Hukum
- YouTube/Reyben Entertainment - Instagram/betrandpetoputraonsu
tvOnenews.com - Betrand Peto melalui tim kuasa hukumnya membantah tuduhan kekerasan seksual (KS) yang diarahkan kepadanya. Pihak Betrand Peto menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam tuduhan tersebut, mulai dari lokasi kejadian hingga bukti, dan kini menyiapkan saksi serta rekaman CCTV untuk menghadapi proses hukum.
Betrand Peto atau Onyo sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul tuduhan kekerasan seksual yang dilayangkan pihak pelapor. Menanggapi hal tersebut, tim kuasa hukum Betrand Peto menyampaikan bantahan sekaligus membeberkan sejumlah hal yang dinilai janggal.
Dalam keterangannya, kuasa hukum Betrand Peto Koko Joseph Irianto menyoroti klaim mengenai dugaan pelecehan yang disebut terjadi di depan toilet. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan area yang ramai dan terdapat banyak orang di sekitarnya.
“Yang pertama dikatakan dalam presscon pelapor kemarin bahwa klien kami menarik tangan, menarik tangan dari pelapor dan dengan tegas untuk itu kami bantah bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar. Lalu yang menjadi highlight di sini adalah dikatakan dalam presscon pelapor ada pelecehan di depan toilet,” ujar Koko Joseph Irianto dalam tayangan Intens Investigasi.
Koko kemudian menegaskan bahwa pihaknya membantah adanya pelecehan seksual yang dilakukan Betrand Peto. Ia juga menyebut kondisi lokasi menjadi salah satu alasan pihaknya mempertanyakan tuduhan tersebut.
“Kami juga membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar. Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu. Dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang,” lanjutnya.
Selain tuduhan pelecehan, kuasa hukum juga membantah klaim mengenai kekerasan dan pemaksaan. Koko menyatakan pihaknya tidak menemukan tindakan tersebut dilakukan oleh Betrand Peto seperti yang dituduhkan.
“Lalu selanjutnya dikatakan dalam presscon pihak pelapor ada kekerasan dan paksaan. Itu sudah jelas tidak ada dan kami bantah dengan tegas tidak ada kekerasan dan pemaksaan dalam jenis apa pun,” kata Koko.
Load more