Cuitan Terakhir Hana Kuraki, Aktris Film Dewasa Jepang Sebut Dirinya Sering Sakit Kepala
- Instagram @hana_kuraki87
“Hana Kuraki-kuuu. Tolong jangan biarkan berita itu benar. Tolong unggah sesuatu tentang dirimu.”
Hana Kuraki merupakan perempuan kelahiran Kanagawa yang mulai dikenal di industri hiburan dewasa Jepang pada 2024. Sebelum terjun ke dunia tersebut, ia disebut pernah menempuh pendidikan di bidang kecantikan dan bekerja sebagai asisten hair and makeup.
Pada Mei 2024, studio S1 NO.1 STYLE mengumumkan debut Hana sebagai aktris baru. Sebelum karya perdananya dirilis, akun media sosial Hana sudah memiliki puluhan ribu pengikut. Ia kemudian resmi melakukan debut pada 28 Mei 2024.
Karier Hana berkembang cukup cepat. Beberapa bulan setelah debut, ia merilis photobook pertamanya berjudul Flower pada 25 September 2024. Buku foto tersebut diterbitkan GOT Corporation dan terdiri dari 96 halaman yang menampilkan berbagai potret Hana.
Selain berkarya bersama S1, Hana juga sempat tampil dalam sejumlah program hiburan di luar produksi studio tersebut. Namanya kemudian semakin dikenal oleh penggemar, termasuk melalui aktivitasnya di media sosial.
Pada Juni 2026, Hana sempat mengumumkan keputusan untuk beristirahat dari sejumlah aktivitas setelah mengalami cedera pada bagian wajah dan rahang. Saat itu, ia masih membuka kemungkinan untuk menjalani syuting apabila kondisi fisiknya memungkinkan.
Kabar meninggalnya Hana Kuraki kemudian mencuat setelah ia ditemukan tidak bernyawa di sebuah apartemen di kawasan Kabukicho, Tokyo, pada 12 September 2026. Seorang teman disebut menjadi orang pertama yang menemukan Hana sebelum pihak lain dan kepolisian datang ke lokasi.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan penyebab pasti kematian Hana Kuraki. Berbagai dugaan yang beredar di media sosial juga belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Karena itu, cuitan mengenai sakit kepala yang dibuat Hana pada 5 September menjadi bagian dari aktivitas terakhirnya yang kembali diperhatikan publik. Namun, unggahan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi kesehatan maupun penyebab kematiannya.
(anf)
Load more