Viral, Parodi "Skandal Video Syur" Biksu Thailand, Penyanyi Kelab Malam Pakai Jubah dan Jimat Nyeleneh
- Kolase tvOnenews.com/ X @ThaiEnquirer
tvOnenews.com - Skandal video syur yang melibatkan seorang biksu, mantan kepala biara di Thailand belum sepenuhnya reda dari perhatian publik.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah beredar video intim yang dikaitkan dengan seorang mantan pemuka agama, disertai dugaan penggelapan dana sumbangan dalam jumlah besar.
Di tengah ramainya pembahasan kasus tersebut, sebuah video lain justru muncul dari panggung hiburan malam di Provinsi Lampang. Seorang penyanyi tampil mengenakan atribut yang menyerupai pakaian biksu, lengkap dengan aksesori berukuran besar yang dianggap menyindir skandal tersebut.
Video aksi panggung itu kemudian viral di media sosial dan memicu kontroversi baru. Alih-alih sekadar menjadi hiburan, penampilan tersebut mendapat perhatian otoritas agama Thailand karena dinilai membawa simbol agama Buddha ke dalam sebuah pertunjukan yang dianggap tidak pantas.
Penyanyi Kelab Malam Parodikan Skandal Biksu Thailand
Video tersebut diunggah melalui laman Facebook sebuah kelab malam pada Sabtu (12/9). Dalam rekaman, house singer terlihat menari di atas panggung dengan mengenakan jubah berwarna kuning yang menyerupai jubah biksu.
Penampilan itu semakin mencolok karena penyanyi tersebut menggunakan kalung Palad Khik berukuran jumbo di bagian pinggang. Palad Khik merupakan jimat tradisional Thailand yang bentuknya menyerupai alat kelamin pria.
Atribut tersebut disebut digunakan untuk menyindir kasus mantan kepala biara Kuil Phutthaisawan di Ayutthaya yang sebelumnya menjadi sorotan karena dugaan hubungan seksual dan penggelapan dana.
Mantan pemuka agama tersebut dilaporkan ditangkap aparat setelah diduga menggelapkan dana sumbangan lebih dari 92 juta baht atau sekitar Rp48 miliar. Kasus itu semakin menjadi perhatian publik setelah sebuah video intim yang memperlihatkan dirinya bersama seorang perempuan beredar di ruang publik.
Dengan latar belakang tersebut, aksi penyanyi di Lampang kemudian dipahami sebagai bentuk parodi terhadap skandal yang sedang menjadi pembicaraan masyarakat Thailand.
Kantor Buddha Lampang Lapor Polisi
Aksi panggung tersebut kemudian memancing respons dari otoritas agama setempat. Direktur Kantor Buddha Provinsi Lampang, Kanuengkit Promnuchanon, menilai pertunjukan tersebut tidak pantas.
Kanuengkit kemudian melaporkan pemilik kelab malam kepada Kantor Polisi Meuang Lampang. Langkah tersebut diambil agar aparat dapat menindaklanjuti penggunaan simbol dan atribut keagamaan dalam pertunjukan tersebut.
Kanuengkit juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan agama Buddha sebagai bahan sensasi atau candaan, terutama ketika publik tengah menyoroti kasus yang melibatkan oknum biksu.
“Umat Buddha seharusnya lebih fokus pada Dhamma dan doktrin agama, daripada mengikatkan diri pada individu biksu tertentu,” ujar Kanuengkit.
Pernyataan tersebut sekaligus menekankan adanya perbedaan antara ajaran agama dengan tindakan individu yang menjadi sorotan dalam sebuah kasus. Otoritas agama meminta masyarakat tidak menggeneralisasi ajaran Buddha berdasarkan perilaku seorang biksu yang bermasalah.
Video Kedua Muncul dari Kelab Malam Lain
Kontroversi ternyata tidak berhenti pada satu video. Belakangan, muncul rekaman lain dari sebuah kelab malam di distrik Koh Ka, Lampang, yang juga memperlihatkan penyanyi menggunakan atribut menyerupai jubah biksu.
Dalam video kedua tersebut, penyanyi awalnya tampil menggunakan jubah biksu. Namun, di tengah pertunjukan, ia melepas jubah tersebut dan memperlihatkan pakaian dalam berwarna-warni kepada penonton.
Kemunculan video kedua membuat aksi parodi bertema biksu kembali menjadi perhatian di media sosial. Meski demikian, belum ada kepastian apakah Kantor Buddha Provinsi Lampang telah mengetahui video tersebut atau akan mengambil langkah hukum serupa.
Sementara itu, kontroversi ini tidak terlepas dari kasus besar yang sebelumnya memicu perbincangan mengenai perilaku sejumlah oknum biksu di Thailand.
Skandal yang melibatkan dugaan hubungan seksual, penggelapan dana, hingga pelanggaran aturan keagamaan membuat isu tersebut mendapat sorotan luas.
Dalam konteks itu, aksi penyanyi kelab malam di Lampang menunjukkan bagaimana sebuah kasus yang bermula dari dugaan pelanggaran oleh individu kemudian berkembang menjadi bahan parodi di ruang publik.
Namun, penggunaan simbol agama dalam pertunjukan tersebut justru memunculkan persoalan baru dan mendorong otoritas keagamaan turun tangan. (udn)
Load more