Kisah Pilu Sopir Travel 13 Tahun di Papua Berujung Jadi Korban Kekejaman KKB, Videonya Viral di Medsos
- dok.kolase tvOnenews.com/ antara/tangkapan layar YouTube wartakota
Jakarta, tvOnenews.com- Peristiwa tragis menimpa seorang sopir travel di Papua. Dia menjadi korban dari kekejaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sopir travel tersebut, diketahui berasal dari Toraja bernama Aris Sanda alias Tasya (45) yang tewas, setelah diserang dan ditembak oleh KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di jalur Trans Wamena, Nduga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada September 2026.
Mengingat Aris sudah menjadi sopir travel selama 13 tahun. Dia diketahui merupakan warga Karajaya, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Jenazah korban ditemukan secara mengenaskan di dalam mobilnya yang dibakar oleh para pelaku.
Sebelum kabar dikonfirmasi oleh Kepolisian, video Aris sudah viral di media sosial (Medsos). Di mana sekelompok KKB mengepung korban dengan memaksa mengakui 'Papua Bisa Merdeka.'
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @minangsekitar @lusia_pasamman
Korban yang sehari-hari bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman, tidak diduga diadang oleh kelompok bersenjata.
Menurut beberapa sumber, korban digiring menuju Danau Habema sebelum dieksekusi. Lalu para pelaku memaksa korban membawa kendaraannya ke arah Danau Habema.
Sebelum korban dibunuh. Muncul sebuah video yang viral di medsos. Korban dipaksa oleh KKB untuk mengakui Papua sebagai negara besar dan bisa merdeka tanpa Indonesia.
"ini bendera, kata-kata dulu buat republik indonesia," ucap salah anggota KKB.
"saya sayang papua, Indonesia saya kasih tahu, Papua harus merdeka karena memang Papua ini bagian dari negara yang besar. Jadi jangan bilang, 'papua tidak bisa merdeka, tapi.bisa'," sambungnya dikutip dari youtube wartakotaproduction, Rabu (16/9).
Dalam video tersebut, salah satu anggota KKB yang didekat Sopir travel, terlihat menodongkan senjata untuk segera berucap menyatakan Papua Bisa Merdeka.
Korban dipaksa berbicara untuk mengakui Papua Bisa Merdeka dari Indonesia, juga dipaksa untuk memegang bendera yang dibawa KKB.
"saya memang mendukung, karena pemerintah tahu saja di Jakarta, di sana kalau sini bilang mau perhatikan Papua," jelas Sopir travel itu.
"saya dari sopir ini dari dulu saya sudah lewat melayani dari 2013 sampai sekarang dan masih di sini. Karena saya percaya Papua bisa merdeka," ceritanya.
Keterangan Polisi
Berdasarkan keterangan Polisi, Resor (Polres) Jayawijaya bersama Brimob Yon B, Satgas Damai Cartenz dan Satgas Habema telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Juga mengevakuasi jenazah almarhum Aris Sanda, sopir travel asal Toraja yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di area Habema, Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan.
"personel menemukan satu unit kendaraan Strada Triton dalam kondisi hangus terbakar dan berada kurang lebih 13 meter dari badan jalan," katanya dalam antara.
- Antara
"Jenazah korban sudah ditemukan di dalam kabin kendaraan, pada posisi sekitar kursi kemudi, dengan kondisi terbakar berat sehingga sebagian besar jaringan tubuh mengalami karbonisasi dan ciri-ciri fisik sulit dikenali secara visual,” jelas Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Darlianto Pabia dalam keterangan tertulis di Wamena.
Kasus ini sedang didalami Kepolisian. Tim terjun setelah menerima informasi mengenai keberadaan jenazah korban di wilayah Habema.
Kemudian Kapolres Jayawijaya bersama tim melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) dan bergerak menuju lokasi menggunakan dua unit kendaraan. Sekitar pukul 13.15 WIT, personel tiba di TKP Danau Habema.
"Dari hasil olah TKP, personel mengamankan satu butir selongsong amunisi kaliber 5,56 mm serta satu buah tas berisi dokumen milik korban berupa SIM A dan STNK kendaraan Strada Triton dengan nomor polisi PA 8786 A,” jelasnya.(klw)
Load more