Akhirnya Atlet HYROX yang Viral Cepirit di Arena Buka Suara, Ngaku Menyesal: Saya Sadar itu Berdampak Besar
- Instagram/@joannawietrzyk
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk akhirnya muncul ke publik. Hal itu bertujuan untuk menyampaikan klarifikasi menyusul adanya insiden cepirit atau diare di arena HYROX Beijing yang viral di media sosial.
Melalui Instagram pribadinya pada Jumat (19/9/2026), Joanna Wietrzyk menyampaikan pernyataan dan permohonan maafnya. Ia mengaku salah tetap pilih melanjutkan lomba HYROX dalam kondisi diare.
Joanna Wietrzyk berpendapat seharusnya dirinya membuat pilihan lain. Ia menyesal terhadap keputusannya yang enggan menghentikan kegiatannya meski dalam perlombaan penting.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Tiongkok, sesama peserta, penonton, dan penyelenggara HYROX atas kejadian selama perlombaan di Beijing," tulis Joanna Wietrzyk.
Joanna Wietrzyk Sempat Bugar dan Sehat
- Instagram/@joannawietrzyk
Lebih lanjut, atlet HYROX asal Australia itu menjelaskan, awal mulanya dirinya merasa sangat bugar. Ia yang sebelum menjalani pertandingan dinyatakan sehat sehingga diperbolehkan memulai ikut perlombaan.
Ia mengatakan, situasi mendadak berubah di tengah perlombaan. Atlet asal Australia itu merasakan diare seperti yang terekam dalam video viral di media sosial.
"Saya merasa sangat bugar dan sehat saat memulai perlombaan, tanpa ada alasan untuk menduga akan jatuh sakit. Jika menengok kembali, saya menyesali keputusan untuk tidak keluar dari lintasan. Saya menyadari bahwa seharusnya saya mengambil keputusan yang berbeda," jelasnya.
Ia menyatakan dirinya bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Ia menyadari pilihannya yang tetap melanjutkan perlombaan menuai ketidaknyamanan hingga mengganggu para peserta.
"Saya sadar bahwa tindakan saya berdampak lebih luas daripada sekadar diri saya sendiri, dan saya sungguh memohon maaf kepada semua pihak yang terdampak," ucapnya.
Atlet HYROX Australia Berbenah Diri
Atlet berusia 24 tahun ini menyampaikan dirinya akan terus belajar terutama dari pengalaman yang terjadi sebelumnya. Pembenahan tersebut diharapkan dapat menuntun agar dirinya menjadi atlet profesional.
"Termasuk menyadari bahwa hidup bukan hanya soal balapan serta mengetahui kapan saat yang tepat untuk mundur," lanjutnya.
Ia pun memutuskan untuk mundur dari HYROX. Insiden buang air besar (BAB) di arena HYROX membuat Joanna Wietrzyk juga mengembalikan gelar juaranya.
"Setelah merenungkan hal ini, saya memutuskan untuk mundur dari balapan tersebut secara retrospektif dan melepas poin yang telah saya peroleh," katanya.
"Terima kasih kepada mereka yang telah mendampingi saya, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi selama masa ini, serta kepada semua orang yang telah menunjukkan kebaikan dan dukungan. Hal ini sangat berarti bagi saya, lebih dari yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata saat ini. Saya akan meluangkan waktu untuk memulihkan diri, merenung, serta merawat diri sendiri dan keluarga, jauh dari hiruk-pikuk yang ada," sambungnya.
Pernyataan dari Wietrzyk muncul setelah Co-founder HYROX, Moritz Furste turut menyampaikan pernyataan permintaan maafnya mengenai penanganan insiden atlet diare di arena. Ia mengakui adanya kelalaian dari pihaknya yang tidak langsung turun ke lapangan saat adanya kejadian tersebut.
"Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi selama perlombaan. Pada akhirnya, merupakan tugas saya untuk mengantisipasi kemungkinan insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya," ucap Furset dilansir tvOnenews.com dari laman ESPN, Sabtu, 19 September 2026.
Kejadian ini, kata Furste, mendorong HYROX mengevaluasi proses penyelenggaraan acara. Pihaknya juga mengubah buku peraturan setelah adanya insiden atlet BAB di arena.
"Kami mulai memperbaiki proses penyelenggaraan acara, sekaligus segera melakukan perubahan pada buku peraturan. Mulai saat ini, aturan dan prosedur baru telah diberlakukan untuk mencegah situasi seperti ini terjadi lagi," katanya.
Berdasarkan dari aturan terbaru, tim race director mempunyai hak untuk menghentikan peserta yang mengeluarkan darah, muntahan, urine, atau feses, dan hal-hal menimbulkan risiko keselamatan atau kontaminasi bagi individu maupun peserta lain.
(hap)
Load more