Kenalkan Sosok Pahlawan Nasional kepada Generasi Muda, Kisah Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar
- ist
tvOnenews.com - Nama Djamin Ginting mungkin tidak asing bagi masyarakat Sumatera Utara. Namanya digunakan sebagai salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan kawasan Kota Medan dengan wilayah Tanah Karo.
Namun, di balik nama jalan yang setiap hari dilewati masyarakat itu terdapat kisah seorang pejuang yang menghabiskan sebagian hidupnya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Djamin Ginting merupakan putra Tanah Karo yang kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh militer penting dari Sumatera Utara. Pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2014 melalui Keputusan Presiden Nomor 115/TK/Tahun 2014.
Dalam keputusan tersebut, Djamin Ginting dicatat sebagai tokoh dari Sumatera Utara yang berjasa dalam penumpasan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh.
Kisah hidup dan perjuangan Djamin Ginting kini kembali diperkenalkan kepada publik melalui film biopik “Djamin Setia Selamanya”. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026 tersebut mengangkat perjalanan Djamin sejak masa muda hingga keterlibatannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Namun, lebih dari sekadar film sejarah, kisah ini membuka kembali ruang untuk mengenal sosok yang mungkin lebih dikenal namanya daripada sejarah perjuangannya.
Dari Tanah Karo hingga Medan Perjuangan
Djamin Ginting lahir di Desa Suka, Tanah Karo, pada 12 Januari 1921. Ia mendapatkan pendidikan Belanda di Handelsschool sebelum kemudian bergabung sebagai perwira Gyugun pada masa pendudukan Jepang.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebagai seorang pemimpin. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945, Djamin Ginting ikut membangun kekuatan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kabanjahe.
Perjuangannya kemudian berlangsung di sejumlah wilayah di Sumatera. Ia terlibat dalam berbagai front, termasuk Medan Area, Tanah Karo, Langkat hingga Aceh. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di pusat pemerintahan atau di Pulau Jawa, tetapi juga melalui perlawanan di berbagai daerah.
Pengakuan negara terhadap kiprahnya datang beberapa dekade kemudian. Pada 10 November 2014, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Djamin Ginting bersama tiga tokoh lainnya. Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 115/TK/Tahun 2014 yang ditetapkan pada 6 November 2014.
Bukan Hanya Kisah Pertempuran
Perjalanan Djamin Ginting tidak hanya berkaitan dengan strategi perang dan perjuangan bersenjata. Kisah kehidupannya juga memiliki sisi personal yang memperlihatkan bagaimana seorang pejuang menjalani kehidupan di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Film “Djamin Setia Selamanya” turut menampilkan hubungan Djamin dengan Likas Tarigan. Sosok Likas digambarkan sebagai bagian penting dari perjalanan emosional Djamin, sementara persahabatannya dengan Kadir Saragih, Selamat Ginting dan Jacob Waas menjadi bagian dari cerita mengenai loyalitas dan pengorbanan.
Pendekatan tersebut membuat kisah sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai rangkaian tanggal, lokasi dan pertempuran. Kehidupan tokoh sejarah juga dapat dipahami melalui keputusan yang mereka ambil, hubungan dengan orang-orang terdekat, serta situasi sosial yang membentuk pilihan mereka.
Film ini disutradarai Rako Prijanto dengan skenario yang ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana. Rafi Sudirman dipercaya memerankan Djamin Ginting, sementara sejumlah pemeran lain antara lain Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan, Chicco Kurniawan sebagai Kadir Saragih, Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting dan Marcell Darwin sebagai Jacob Waas.
Bagi Riahna Djamin Ginting, putri Djamin Ginting yang juga bertindak sebagai Executive Producer, pengenalan kembali kisah tersebut berkaitan dengan upaya menjembatani sejarah dengan generasi sekarang.
“Bagi saya, Djamin Setia Selamanya bukan sekadar sebuah film, melainkan penghormatan untuk ayah saya yang telah mengabdikan hidupnya bagi Indonesia. Saya berharap generasi Z dan Milenial dapat melihat bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda yang peduli, berani bersuara, dan berani mengambil tindakan,” ujar Riahna.
Ketika Sejarah Diperkenalkan kepada Generasi Baru
Bagi generasi yang tidak mengalami langsung masa perjuangan kemerdekaan, mengenal tokoh sejarah tentu membutuhkan cara yang berbeda. Buku sejarah, arsip dan museum tetap penting, tetapi medium visual dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan konteks kehidupan tokoh kepada masyarakat yang lebih luas.
Rako Prijanto melihat perjalanan Djamin Ginting sebagai kisah tentang seorang anak muda yang mengambil peran dalam situasi besar.
“Saya tertarik mengangkat kisah Djamin Ginting karena beliau membuktikan bahwa seorang pemuda biasa dengan keberanian dan pemikiran visioner mampu mengubah sejarah. Saya berharap Djamin Setia Selamanya tidak hanya menjadi tontonan sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil keputusan dan menjadi bagian dari perubahan,” kata Rako.
Kehadiran film tersebut juga menarik karena nama Djamin Ginting sebenarnya sudah menjadi bagian dari ruang publik, khususnya di Sumatera Utara. Jalan Djamin Ginting menjadi salah satu contoh bagaimana nama seorang tokoh sejarah tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keberadaan nama tersebut belum otomatis membuat perjalanan hidup dan kontribusinya diketahui masyarakat.
Pada akhirnya, pengenalan kembali Djamin Ginting bukan hanya soal menghadirkan kisah seorang tokoh ke layar lebar. Yang lebih penting adalah membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memahami bahwa sejarah Indonesia dibentuk oleh banyak orang dari berbagai daerah.
Djamin Ginting menjadi salah satu contoh bagaimana seorang pemuda dari Tanah Karo mengambil bagian dalam perjalanan bangsa, hingga akhirnya diakui negara sebagai Pahlawan Nasional.
Film ini menjadi salah satu medium untuk membawa kisah tersebut kembali ke ruang publik dan memperkenalkannya kepada generasi yang semakin jauh dari masa perjuangan kemerdekaan. (udn)
Load more