Buku 'Memburu Muhammad' Viral hingga Disebut Adanya Dugaan Penistaan Agama, Kini Diselidiki Polisi
- Kolase Gemini & Antara/Wuryanti Puspitasari
"Mereka menyatakan siap perang dan mengancam akan membawa 200 orang massa. Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak," ungkap Feby.
"Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," sambung dia.
Feby mengaku sangat marah lantaran tidak ada ruang untuk kebebasan berekspresi. Ruang diskusi itu terpaksa dibatalkan karena adanya dugaan intimidasi dari kelompok tertentu.
"Sebagai penulis, saya marah bahwa represi kebebasan berekspresi seperti ini masih saja terjadi bahkan dari sesama warga. Kita lagi-lagi mesti mengalah kepada intimidassi dan ancaman kekerasan. Ini sebuah preseden negatif. Buat saya, urusan keamanan teman-teman panitia di lapangan nomor satu, maka saya menerima pembatalan tersebut," jelas Feby.
Polemik ini tidak sekadar menyasar pada karya bertajuk Memburu Muhammad. Buku berjudul "Bukan Perawan Maria" yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @iyuztagram juga terseret polemik tersebut.
Kedua buku tersebut terseret polemik lantaran dianggap menjadi bagian dari serial trilogi Islamisme Magis. Isi dan tujuan dari buku-buku itu juga dipersoalkan oleh akun tersebut yang menilai adanya dugaan penistaan agama.
"Artinya, jika ini dibiarkan, maka akan muncul buku ketiga yang sama rusaknya, sama bobroknya, sama tujuannya yaitu menista agama Islam," tulisnya.
(hap)
Load more