Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra
- Instagram @asri_welas
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi orang-orang yang pernah mengenal dan belajar darinya. Salah satunya Asri Welas, yang mengenang Guruh sebagai sosok guru yang telah memberikan banyak ilmu dan pelajaran tentang seni.
Asri Welas membagikan sejumlah momen kenangan bersama Guruh Soekarnoputra melalui Instagram. Dalam unggahan tersebut, Asri tampak berlinang air mata saat menyampaikan pesan perpisahan untuk sosok yang telah membimbingnya selama bertahun-tahun.
Dalam unggahan lainnya, Asri Welas juga membagikan momen ketika dirinya bernostalgia di kediaman Guruh. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah belajar seni dari Guruh Soekarnoputra selama 11 tahun.
“Selamat jalan Guruku, semua ilmu yang Masruh berikan menjadi bekal dan pelajaran di ruang seni Asri Welas,” tulis Asri.
“Semua amal ibadah Masruh diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” lanjutnya.
Dalam video yang diunggahnya, Asri Welas juga menuliskan caption panjang untuk mengenang Guruh. Ia mengawali tulisannya dengan ungkapan bahwa sosok Guruh akan selalu berada di dalam hatinya.
“Masruh selalu di hatiku. Terima kasih Masruh telah memberikan ilmu, menularkan rasa cinta kasih untuk bangsa ini dalam bentuk seni dan pertunjukan yang menjadi bekal Asri Welas sampai hari ini,” tulis Asri.
Ia kemudian mengenang pesan Guruh agar dirinya selalu bangga menjadi diri sendiri dan tidak meniru orang lain. Menurut Asri, Guruh mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki keunikan masing-masing.
“Masruh yang selalu bilang harus bangga jadi diri sendiri, jangan meniru orang lain. Dari situ maka kita akan berkarakter, karena setiap manusia dilahirkan dengan keunikannya sendiri,” lanjutnya.
Asri juga mengingat pesan Guruh tentang kecintaan terhadap Indonesia. Guruh, menurut Asri, selalu mendorongnya untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya serta seni Tanah Air.
“Masruh bilang, banggalah menjadi bangsa Indonesia dengan berbagai budaya dan seni di dalamnya, pelajarilah, kembangkanlah, lestarikanlah,” tulis Asri.
Tak hanya soal seni dan budaya, Asri turut mengingat pesan Guruh mengenai impian dan usaha untuk mewujudkannya. Ia menyebut Guruh pernah mengajarkan pentingnya menyelaraskan pikiran, hati, dan tujuan.
“Masruh yang bilang, ‘Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, sebelum tidur simpan impianmu di pikiranmu, bawa di dalam tidur, maka alam bawah sadar akan membawa menuju cita-citamu, berdoa, berusaha dan konsisten, pikiran, hati dan tujuan sejalan maka semesta akan mengizinkan,’” tulisnya.
Bagi Asri, berbagai ilmu dan pesan tersebut menjadi bekal yang terus dibawanya hingga kini. Ia juga mengenang perjalanan dirinya yang berasal dari lingkungan sederhana hingga dapat terus mengejar cita-cita di dunia hiburan dan seni.
“Terima kasih Masruh, Asri Welas yang lahir di gang kecil ini yang rasanya jauh dari gemerlapnya dunia entertainment, sampai hari ini selalu semangat terus menghadapi hidup dan mengejar cita-cita,” ungkap Asri.
Di akhir tulisannya, Asri kembali menegaskan bahwa ilmu dan karya Guruh akan selalu melekat dalam dirinya.
“Ilmu, musik, dan karya Masruh selalu di hatiku,” tutupnya.
Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.
Jenazah Guruh kemudian disemayamkan di rumah duka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh publik, kerabat, dan rekan seniman turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, tepat di samping makam ibundanya, Fatmawati.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian Guruh Soekarnoputra. Sebagai bentuk penghormatan, PDI Perjuangan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.
“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh sangat kehilangan atas dipanggilnya Mas Guruh Soekarnoputra ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dalam usia 73 tahun,” ucap Hasto Kristiyanto dalam tayangan Kabar Siang tvOne, Sabtu (26/9/2026).
Hasto mengatakan dirinya langsung melaporkan kabar tersebut kepada Megawati Soekarnoputri. Menurut Hasto, Megawati memberikan perhatian besar terhadap kondisi sang adik sejak Guruh menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jadi, tadi pagi saya langsung melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, di mana sejak awal ketika masuk ke rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cinta terhadap adik kandungnya. Dan Mega juga memberikan arahan secara detail, berdiskusi secara detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh,” kata Hasto.
Hasto juga menyampaikan penghormatan dari keluarga besar PDI Perjuangan kepada Guruh sebagai seniman dan bagian dari partai. Ia menyebut Guruh telah memberikan warna dalam kehidupan sosial dan budaya melalui karya-karyanya.
“Keluarga PDI Perjuangan memberikan penghormatan yang terbaik dari seluruh jajaran DPP hingga anak ranting terhadap sosok seniman besar, sosok pejuang partai dan juga marhaenis yang telah memberikan warna di dalam kehidupan sosial budaya dengan karya-karya yang luar biasa dari Mas Guruh dan juga kiprahnya di PDI Perjuangan. Karena Mas Guruh ini yang menciptakan lagu Mars PDI Perjuangan,” ujar Hasto.
(anf)
Load more