Viral Hewan Hidup Dijadikan Suvenir Pernikahan, Ada yang Ditinggalkan di MRT Lebak Bulus
- Threads @desyarefaw_
tvOnenews.com - Suvenir pernikahan biasanya diberikan sebagai tanda terima kasih kepada tamu yang telah hadir. Namun, pasangan pengantin bernama Rangga dan Nunu justru memilih memberikan suvenir yang tidak biasa, yakni anak ayam hidup atau pitik.
Konsep tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan.
Sejumlah warganet mempertanyakan keputusan memberikan hewan hidup sebagai bingkisan, terlebih anak ayam tersebut ditempatkan di dalam kotak mika berukuran kecil.
Sorotan semakin ramai setelah salah satu anak ayam yang diduga menjadi suvenir pernikahan ditemukan ditinggalkan di area Gate A MRT Lebak Bulus. Hewan tersebut kemudian diamankan oleh seorang pengemudi ojek online.
Kejadian itu dibagikan melalui media sosial dan membuat perhatian publik tertuju pada cara pasangan pengantin tersebut memperlakukan hewan yang dijadikan suvenir.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, terlihat anak ayam ditempatkan dalam wadah kecil yang kemudian diberikan kepada tamu undangan.
Alih-alih mendapat respons positif karena dianggap unik, konsep tersebut justru menuai kritik.
Sebagian warganet menilai penggunaan anak ayam sebagai suvenir perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan dasar hewan.
Kritik terutama diarahkan pada ukuran wadah yang dinilai terlalu sempit. Warganet juga mempertanyakan bagaimana kondisi anak ayam selama berada di dalam kotak tersebut, terutama apabila harus dibawa pulang oleh tamu setelah acara selesai.
Salah satu pengguna media sosial mengaku merasa prihatin melihat hewan hidup dijadikan suvenir pernikahan.
"Sedih banget ngeliat makhluk hidup dijadiin souvenir, gak ngerti lagi," tulis akun @sendaljepitmasjid72.
Komentar lain mempertanyakan durasi anak ayam berada dalam wadah kecil selama acara berlangsung.
"Kok ya bisa orang waras kepikiran naruh pitik alias ayam di box kecil berjam2???" tulis akun @seeyiaa___.
Ada pula warganet yang menyoroti konsep suvenir seharusnya tidak hanya mempertimbangkan keunikan, tetapi juga bagaimana barang atau hadiah tersebut diperlakukan setelah diberikan kepada tamu.
Perhatian publik semakin besar setelah sebuah unggahan di Threads menyebut adanya anak ayam yang ditinggalkan di kawasan Gate A MRT Lebak Bulus.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun @desyarefaw_ menyebut anak ayam itu sebagai suvenir pernikahan. Hewan tersebut kemudian diambil oleh seorang pengemudi ojek online sehingga tidak lagi berada di lokasi.
"Buat mbak dan mas yang ninggalin ayam piyik ini (suvenir nikahan kok anak ayam, sekali lagi suvenir nikahan) di gate A MRT Lebak Bulus, gue tidak kenal sama teman kalian yang random dan unik itu, tetapi ayamnya kasihan. Tetapi sudah aman karena diambil abang-abang Gojek ini," tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian ikut memperbesar perdebatan mengenai penggunaan hewan hidup sebagai suvenir.
Setelah mendapat banyak perhatian dan kritik, Rangga dan Nunu akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan mereka memilih anak ayam sebagai suvenir.
Dalam pernyataan tertulis yang dibagikan melalui media sosial, keduanya menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan latar belakang keputusan tersebut.
"Beberapa waktu terakhir kami melihat banyak perhatian dan kekhawatiran mengenai souvenir anak ayam di pernikahan kami. Untuk itu kami ingin menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," tulis Rangga dan Nunu.
Menurut mereka, ide tersebut bermula dari keprihatinan terhadap praktik penjualan anak ayam yang diberi warna atau cat untuk menarik perhatian calon pembeli.
Rangga dan Nunu mengaku kemudian memilih mengambil sebagian anak ayam tersebut sebelum proses pewarnaan dilakukan.
Tujuannya, menurut mereka, agar anak-anak ayam itu memiliki kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
"Karena pernikahan kami bersifat intimate dan hanya dihadiri keluarga serta sahabat terdekat, kami kemudian memiliki ide untuk menitipkan anak-anak ayam tersebut kepada orang-orang terdekat kami untuk dirawat," jelas mereka.
Pasangan tersebut juga menegaskan bahwa konsep suvenir itu merupakan keputusan pribadi mereka berdua dan tidak melibatkan pihak lain yang hadir dalam acara pernikahan.
Dalam klarifikasinya, Rangga dan Nunu juga mengakui bahwa niat awal tersebut ternyata tidak berjalan sepenuhnya sesuai dengan harapan.
Mereka mengatakan tidak mengantisipasi adanya anak ayam yang kemudian ditinggalkan setelah acara pernikahan selesai.
"Kami memahami mengapa hal tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan dan untuk itu kami sungguh minta maaf," tulis keduanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Rangga dan Nunu menyatakan tengah menghubungi kembali para penerima suvenir untuk memastikan kondisi masing-masing anak ayam.
Mereka juga menyatakan bersedia mengambil kembali anak ayam yang ternyata tidak dapat dirawat oleh penerimanya.
"Bagi siapapun yang ternyata tidak dapat merawatnya kami siap mengambilnya Kembali dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang semestinya," lanjut pernyataan tersebut.
(tsy)
Load more