News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setelah 27 tahun beroperasi, Internet Explorer Akhirnya Pensiun Pada Juni 2022

Aplikasi penjelajah tertua milik Microsoft mengumumkan penghentian operasional yaitu Internet Explorer mengumumkan berhenti beroperasi tanggal 15 juni 2022
Selasa, 14 Juni 2022 - 13:28 WIB
Ilustrasi Internet Explorer
Sumber :
  • ANTARA (blog.windows.com)

Aplikasi penjelajah tertua milik Microsoft telah mengumumkan penghentian operasional. Aplikasi penjelajah atau yang biasa disebut dengan Browser milik Microsoft yaitu Internet Explorer telah mengumumkan berhenti beroperasi mulai tanggal 15 juni 2022.

Microsoft mengatakan pihaknya akan mengakhiri pemberian dukungan untuk browser tertuanya yang telah beroperasi selama 27 tahun ini. Internet Eksplorer pertama kali digunakan oleh pengguna komputer dan internet pada tahun 1995 sebagai paket tambahan dari Windows 95.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada waktu itu, Internet Explorer disediakan secara gratis oleh Microsoft sebagai Browser daei paket dari pemasangan Windows 95 pada komputer. Bagi pengguna komputer sejak lama pasti sangat mengenal Internet Explorer.
 
Pihak Microsoft menyebutkan bahwa Internet Explorer akan digantikan dengan Microsoft Edge pada Windows 10. Mereka menyebutkan fitur-fitur dalam Microsoft Edge yang menjadi perbaikan atau evaliasi dari aplikasi Internet Explorer untuk para pengguna dibandingkan Internet Explorer.
 
“Kami mengumumkan bahwa masa depan Internet Explorer pada Windows 10 adalah Microsoft Edge. Microsoft Edge tidak hanya memberikan pengalaman menjelajah yang lebih cepat, aman dan lebih modern daripada Internet Explorer. Tetapi juga mampu mengatasi masalah utama, yaitu kompatibilitas untuk situs web dan aplikasi lawas yang lebih lama.” Jelas Microsoft dalam sebuah siaran pers yang dikutip pada laman livemint.com (14/6/2022).

Selain itu, Microsoft juga memberitahukan bahwa Internet Explorer 11 akan berhenti beroperasi pada tanggal (15/6/2022) untuk versi Windows 10 tertentu.

“Microsoft Edge mampu memilkul tanggung jawab yang lebih banyak, karena aplikasi desktop Internet Explorer 11 akan dihentikan dan tidak lagi didukung pada (15/6/2022), untuk versi Windows 10 tertentu,” dijelaskan pada siaran pers, dikutip pada laman livemint.com (14/6/2022).

Dalam pemberitaan sebelumnya, kabar tersebut sudah santer terdengar sejak mengumumkan rencana penutupan ini pada Mei 2021. Kemudian pada Agustus 2021, Internet Explorer 11 sudah tidak mendapatkan pembaruan.

Dalam blog resmi yang di buat oleh Sean Lyndersay, seorang General Manager dari Microsoft Edge Enterprise yang berjudul “The Future of Internet Explorer on Windows 10 is in Microsoft Edge,” Sean Lyndersay yang merupakan salah seorang petinggi pada Microsoft Edge, meminta pengguna Internet Explorer untuk segera mengunduh Microsoft Edge sebelum pada tanggal (15/6/2022).

Pemberitahuan sebelumnya, Microsoft menyebutkan berbagai alasan mengapa Internet Explorer dimatikan, salah satunya disebabkan oleh faktor keamanan. Internet Explorer melakukan pembaruan keamanan setiap bulannya, sedangkan Microsoft Edge melakukannya dalam hitungan hari atau jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kurang lebih ada 579 upaya serangan terhadap kata sandi setiap detik, kalian butuh penjelajah yang bisa mengatasi tantangan ini,” tutur Lyndersay dalam blog tersebut. 

Pada umumnya, pengguna sistem operasi Windows 10 telah mendapatkan aplikasi penjelajah bawaan yaitu Microsoft Edge. Sementara bagi yang belum mendapatkannya, Microsoft menyarankan untuk mengunduh pada situs resmi mereka. (Kmr)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Suami Bakar Istri Pakai Pertalite di Paluta, Petugas Satreskrim Polres Tapsel Tangkap Pelaku

Suami Bakar Istri Pakai Pertalite di Paluta, Petugas Satreskrim Polres Tapsel Tangkap Pelaku

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut laporan resmi kasus itu diterima Polres Tapanuli Selatan pada Senin (2/2/2026).
Tragedi Anak Akhiri Hidup di NTT Jadi Bukti Pendidikan di Indonesia Abaikan Kesehatan Mental Anak

Tragedi Anak Akhiri Hidup di NTT Jadi Bukti Pendidikan di Indonesia Abaikan Kesehatan Mental Anak

Tragedi siswa 10 tahun akhiri hidup di Ngada, NTT, dinilai menjadi bukti bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih mengabaikan persoalan kesehatan mental anak.
Selain Mulyono, KPK Ungkap Tangkap Dua Orang Lainnya

Selain Mulyono, KPK Ungkap Tangkap Dua Orang Lainnya

Penangkapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata bersama dua orang lainnya.
BNN Gandeng Organisasi Pemuda Patriot Nusantara untuk Perangi Narkoba di Kalangan Generasi Muda

BNN Gandeng Organisasi Pemuda Patriot Nusantara untuk Perangi Narkoba di Kalangan Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan organisasi Pemuda Patriot Nusantara (PPN) untuk memerangi narkotika di Indonesia, khususnya generasi muda.
Ronaldo Masih Ngambek, Petinggi Liga Saudi Mulai Panik dan Desak CR7 Akhiri Mogok Main Jelang Al Nassr vs Al Ittihad

Ronaldo Masih Ngambek, Petinggi Liga Saudi Mulai Panik dan Desak CR7 Akhiri Mogok Main Jelang Al Nassr vs Al Ittihad

Para petinggi senior liga berusaha mencari titik tengah agar Ronaldo berhenti mogok main dan bergabung ke dalam skuad Al Nassr saat laga menjamu Al Ittihad.
‎Tanah Bergerak Terjang Sragen, Ancam Puluhan Rumah Warga

‎Tanah Bergerak Terjang Sragen, Ancam Puluhan Rumah Warga

Puluhan rumah di tiga Dukuh di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terancam amblas akibat pergerakan tanah.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT