News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Pilu Mantan Mahid G30S PKI 1965, Berangkat sebagai Pelajar hingga Paspor Dicabut dan Menjadi Eksil

Kisah mantan Mahid (kelompok Mahasiswa Ikatan Dinas) menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI).
Rabu, 30 September 2026 - 13:43 WIB
Suasana pemakaman 6 jenderal Angkatan Darat dalam peristiwa G30S PKI 1965
Sumber :
  • Dok. Film Pengkhianatan G30S PKI

Jakarta, tvonenews.com - Kisah mantan Mahid (kelompok Mahasiswa Ikatan Dinas) menjadi salah satu bagian penting dari sejarah Indonesia setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI).

Mereka sebelumnya dikirim oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno. Hal itu bertujuan untuk berangkat ke berbagai negara untuk menempuh pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan politik di dalam negeri membuat sebagian mahasiswa justru sulit kembali ke Indonesia. Penyebabnya tak lepas karena pencabutan paspor sehingga memaksa mereka tinggal berada di luar negeri selama puluhan tahun.

Para mantan Mahid dikenal seabgai bagian dari eksil 1965, orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri ketika pergolakan politik 1965 terjadi dan kemudian mengalami persoalan untuk kembali ke tanah air.

Eks Mahid Berangkat ke Luar Negeri untuk Menuntut Ilmu

Di era pemerintahan Presiden Soekarno, sejumlah mahasiswa Indonesia dikirim ke luar negeri untuk memperoleh pendidikan. Mereka belajar di berbagai negara yang mempunyai hubungan dekat dengan Indonesia, beberapa di antaranya Cekoslowakia dan Uni Soviet.

Peneliti Ari Junaedi pernah menyampaikan keterangan kepada Antara, bahwa para mahasiswa itu menempuh pendidikan, di antaranya broadcasting, farmasi, ilmu persenjataan, koreografi, ilmu dasar, seni, hingga akupunktur. Jenjang pendidikannya mulai dari sarjana, magister hingga doktoral.

Tujuan awalnya bukan untuk hidup sebagai pengasingan, melainkan menimba ilmu yang diharapkan dapat digunakan untuk membangun Indonesia. Namun, situasi berubah setelah peristiwa G30S PKI pada 1965.

Dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2026), tidak hanya mahasiswa ikatan dinas di luar negeri, Warga Negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri berstatus sebagai utusan atau anggota delegasi resmi pemerintah juga menjadi korban dalam pergolakan politik pada 1965.

G30S PKI Ubah Nasib Para Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri menghadapi tuntutan politik yang berkaitan dengan pemerintahan baru. Suryo Hartono pernah memberikan kesaksian, misalnya menyebut dirinya bersama 16 mahasiswa Indonesia di Ceko mengalami pencabutan paspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebab pencabutan paspor tersebut berdasarkan lantaran mereka tidak bersedia menandatangani pernyataan tertentu terkait pemerintahan baru.

Kisah itu menunjukkan status mereka sebagai pelajar berubah menjadi persoalan politik. Bagi sebagian mahasiswa, pilihan untuk kembali ke Indonesia juga menjadi semakin sulit karena situasi politik yang berkembang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Syarat Wajib Jika Timnas Indonesia Ingin Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Tentukan Nasib Garuda

Syarat Wajib Jika Timnas Indonesia Ingin Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Tentukan Nasib Garuda

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi kemenangan atas Bangladesh harus dibarengi selisih gol lebih baik dari Malaysia.
Nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Pemain Asing Bisa Main di Turnamen Pramusim?

Nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Pemain Asing Bisa Main di Turnamen Pramusim?

Menilik nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026. Opposite asal Indonesia itu berpeluang debut lebih cepat bersama Hyundai Hillstate.
Jadwal Timnas Indonesia Vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang, Tapi Tiket Final Belum Aman

Jadwal Timnas Indonesia Vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang, Tapi Tiket Final Belum Aman

Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Wajib menang, Garuda masih harus menunggu hasil laga Malaysia vs Singapura
Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Bungkam Korea Selatan Dua Set Langsung di Laga Pembuka Fase Grup Asian Games 2026

Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Bungkam Korea Selatan Dua Set Langsung di Laga Pembuka Fase Grup Asian Games 2026

Timnas Sepak Takraw Putra Indonesia mengawali perjuangan mereka di Asian Games 2026 dengan catatan positif usai kemenangan pada laga perdana merak di fase grup.
KPK Cek Glamping hingga Kebun Durian-Alpukat 1,5 Hektare Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat di Subang, Ini Penampakannya

KPK Cek Glamping hingga Kebun Durian-Alpukat 1,5 Hektare Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat di Subang, Ini Penampakannya

KPK melakukan pengecekan terhadap glamping dan kebun durian-alpukat seluas sekitar 1,5 hektar yang berlokasi di Ciater, Subang, Jawa Barat. Lahan tersebut diduga milik anggota Polri Yayat Sudrajat.
Reaksi Jujur Harry Kane soal Kasus Finansial Manchester City yang Ikut Guncang Timnas Inggris

Reaksi Jujur Harry Kane soal Kasus Finansial Manchester City yang Ikut Guncang Timnas Inggris

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, merespons kasus finansial yang mendera Manchester City. Hal ini memberi dampak kepada para pemain The Citizens yang ada dalam skuad asuhan Thomas Tuchel.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT