Komnas Anak Kembali Sentil Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Ingatkan Dampaknya bagi Anak
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family
tvOnenews.com - Komnas Anak kembali menyoroti konflik hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Komnas Anak mengingatkan pentingnya kedua orang tua mengakhiri perselisihan demi menjaga kepentingan dan kondisi psikologis anak-anak mereka.
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah terus menjadi perhatian publik, termasuk setelah Komnas Perlindungan Anak berupaya menawarkan bantuan untuk mencari jalan keluar. Lembaga tersebut berharap persoalan keluarga ini dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pembicaraan bersama tanpa memperpanjang konflik di ruang publik.
Selain mengingatkan kedua pihak, Komnas Anak juga meminta masyarakat agar tidak terus membela salah satu pihak di media sosial. Komentar yang terus memojokkan salah satu orang tua dikhawatirkan menambah beban bagi anak-anak yang berada di tengah persoalan tersebut.
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal telah menawarkan bantuan untuk membantu penyelesaian masalah. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala ketika komunikasi dengan pihak terkait tidak berjalan sebagaimana diharapkan.
“Dari sejak awal kan menawarkan bantuan. Mungkin sebelumnya sudah terjadi di KPAI kemudian di pengadilan ya. Kami menawarkan bantuan sebetulnya, cuma kalau kita menawarkan bantuan sudah diblok seperti ini ya. Ya, apa yang bisa kita lakukan?” ujar Agustinus Sirait dalam tayangan Intens Investigasi.
Agustinus juga mengatakan bahwa ketidakhadiran salah satu pihak dalam proses pemanggilan akan menjadi catatan bagi lembaganya. Ia menyebut Komnas Anak telah mengirimkan panggilan kedua dan masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.
“Kami mungkin akan catat bahwa pihak RO tidak bersedia hadir. Itu kami catat walaupun ini kami baru kirimkan panggilan kedua ya, panggilan ketiga nanti yang terakhir ini ya. Nanti akan kita lihat di situ. Tentu kita punya catatan tersendiri tentang itu,” kata Agustinus.
Menurut Agustinus, penyelesaian melalui pembicaraan bersama seharusnya dapat diupayakan sejak awal agar persoalan tidak berkembang menjadi semakin rumit. Ia berharap kedua orang tua bersedia mengesampingkan perselisihan demi menemukan solusi yang mengutamakan kepentingan anak.
Load more