News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komnas Anak Kembali Sentil Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Ingatkan Dampaknya bagi Anak

Komnas Anak kembali menyoroti konflik Ruben Onsu dan Sarwendah serta mengingatkan dampaknya bagi anak. Netizen juga diminta berhenti memihak.
Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:28 WIB
Sarwendah dan Ruben Onsu
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family

tvOnenews.com - Komnas Anak kembali menyoroti konflik hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Komnas Anak mengingatkan pentingnya kedua orang tua mengakhiri perselisihan demi menjaga kepentingan dan kondisi psikologis anak-anak mereka.

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah terus menjadi perhatian publik, termasuk setelah Komnas Perlindungan Anak berupaya menawarkan bantuan untuk mencari jalan keluar. Lembaga tersebut berharap persoalan keluarga ini dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pembicaraan bersama tanpa memperpanjang konflik di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain mengingatkan kedua pihak, Komnas Anak juga meminta masyarakat agar tidak terus membela salah satu pihak di media sosial. Komentar yang terus memojokkan salah satu orang tua dikhawatirkan menambah beban bagi anak-anak yang berada di tengah persoalan tersebut.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal telah menawarkan bantuan untuk membantu penyelesaian masalah. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala ketika komunikasi dengan pihak terkait tidak berjalan sebagaimana diharapkan.

“Dari sejak awal kan menawarkan bantuan. Mungkin sebelumnya sudah terjadi di KPAI kemudian di pengadilan ya. Kami menawarkan bantuan sebetulnya, cuma kalau kita menawarkan bantuan sudah diblok seperti ini ya. Ya, apa yang bisa kita lakukan?” ujar Agustinus Sirait dalam tayangan Intens Investigasi.

Agustinus juga mengatakan bahwa ketidakhadiran salah satu pihak dalam proses pemanggilan akan menjadi catatan bagi lembaganya. Ia menyebut Komnas Anak telah mengirimkan panggilan kedua dan masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

“Kami mungkin akan catat bahwa pihak RO tidak bersedia hadir. Itu kami catat walaupun ini kami baru kirimkan panggilan kedua ya, panggilan ketiga nanti yang terakhir ini ya. Nanti akan kita lihat di situ. Tentu kita punya catatan tersendiri tentang itu,” kata Agustinus.

Menurut Agustinus, penyelesaian melalui pembicaraan bersama seharusnya dapat diupayakan sejak awal agar persoalan tidak berkembang menjadi semakin rumit. Ia berharap kedua orang tua bersedia mengesampingkan perselisihan demi menemukan solusi yang mengutamakan kepentingan anak.

“Sekali lagi sebetulnya kami sangat berharap segala sesuatunya sebetulnya bisa dibicarakan duduk bersama. Kalaulah ini dilakukan sejak awal tentu enggak akan terjadi seperti serumit ini gitu ya,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa konflik yang terus berkembang, termasuk aksi saling mengungkap keburukan di hadapan publik, dapat mempersulit upaya mediasi dan perdamaian. Kondisi tersebut membuat jalan untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik menjadi semakin sulit.

“Saya sejak awal ke media mungkin catat statementnya saya sejak awal mungkin kira-kira 2 atau 3 bulan baru terjadi saya bilang duduk bersama ini bisa selesai jadi enggak ke mana-mana seperti sekarang ini makin sulit jadinya karena setiap hari saling lempar keburukan dan sebagainya sehingga jalan untuk menuju mediasi perdamaian itu jadi makin sulit ya,” kata Agustinus.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan Komnas Anak bukan untuk membela Ruben Onsu maupun Sarwendah. Fokus utama lembaga tersebut adalah memastikan kepentingan anak-anak tetap menjadi perhatian di tengah konflik kedua orang tua mereka.

“Dan kita adalah pihak sekali lagi bukan membela salah satu pihak. Kita mau hadir karena apa? Anak-anaknya. Kalau kita sayang perhatian terhadap anaknya, masa mereka berdua enggak?” tuturnya.

Agustinus juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan perlu disikapi dengan bijak oleh orang dewasa. Ia meminta semua pihak mempertimbangkan dampak yang mungkin dirasakan anak apabila perselisihan terus terjadi dan berulang.

“Kalau negara nanti melihat bahwa sering terjadi seperti yang tadi saya sebutkan, sering terjadi berulang untuk kekerasan psikis untuk anak seperti itu. Sekali lagi, mari yang sama-sama kita gunakan, kita pakai nurani kita sebagai orang dewasa ya,” ujar Agustinus.

Tak hanya kepada Ruben Onsu dan Sarwendah, Agustinus secara khusus menyampaikan imbauan kepada netizen yang terus memberikan dukungan dengan menyerang pihak lain. Menurutnya, anak-anak berpotensi ikut menanggung dampak dari komentar yang ditulis di media sosial.

“Dan kemudian untuk para netizen juga ya yang membela RO atau SW dan sebagainya tolong hentikan dari sekarang. Hentikan dari sekarang. Karena apa? Ada anak-anak yang jadi korban atas ketikan tanganmu, atas ketikan jarimu. Dan setiap hari akan semakin berat,” tegasnya.

Agustinus kembali meminta masyarakat untuk tidak memihak secara berlebihan dalam konflik keluarga tersebut. Ia berharap publik dapat menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan melalui komentar yang berpotensi menambah tekanan bagi anak-anak.

“Sekali lagi untuk para netizen yang saya enggak tahu kalangan seperti apa, tapi yang suka menggunakan jarinya, tolong hentikan dari sekarang untuk membela salah satu pihak karena ada anak-anak yang harus kita pastikan,” pungkas Agustinus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Imbauan Komnas Anak ini menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan anak di atas perselisihan orang tua. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, komunikasi yang baik, sikap saling menahan diri, serta dukungan publik yang lebih bijak diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karya 100 Seniman dari Berbagai Daerah di Indonesia Dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta, Bentuk Dukungan terhadap Seni Kontemporer

Karya 100 Seniman dari Berbagai Daerah di Indonesia Dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta, Bentuk Dukungan terhadap Seni Kontemporer

Pameran seni rupa tahunan Nandur Srawung kembali dilaksanakan tahun ini untuk ketiga belas kalinya. Menghadirkan 100 seniman terpilih dari berbagai daerah.
Intip Cara Kerja Klinik Berjalan di Gerbong Kereta, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Sergai

Intip Cara Kerja Klinik Berjalan di Gerbong Kereta, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Sergai

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar bakti sosial melalui Kereta Sehat (Rail Clinic) di Stasiun Lidah Tanah, Kabupaten
Mengenal Lu’lu Atunni’mah, Ibu 4 Anak di Ponorogo yang Meninggal Dunia di Atas Motor saat Antar Buah Hatinya Berobat

Mengenal Lu’lu Atunni’mah, Ibu 4 Anak di Ponorogo yang Meninggal Dunia di Atas Motor saat Antar Buah Hatinya Berobat

Berikut kisah Lu’lu Atunni’mah (38), warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang viral meninggal dunia di atas sepeda motor.
Ibunda Bharatu Valdo Tak Kuasa Menahan Duka, Minta Presiden Usut Tuntas Kematian Putranya

Ibunda Bharatu Valdo Tak Kuasa Menahan Duka, Minta Presiden Usut Tuntas Kematian Putranya

Kematian Bharatu Valdo Fernandez Lawai di Markas Polairud Baharkam Polri masih menyisakan tanda tanya. Sang ibunda, Ida Seran, meminta Presiden turun tangan.
Polri Tetapkan 11 Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla, Tiga di Antaranya PMA

Polri Tetapkan 11 Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla, Tiga di Antaranya PMA

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Perluas Kerja Sama dengan Google, XPeng Siap Menghadirkan Google Play di Kokpit Berbasis AI Mobil Listrik Mereka

Perluas Kerja Sama dengan Google, XPeng Siap Menghadirkan Google Play di Kokpit Berbasis AI Mobil Listrik Mereka

Produsen mobil listrik asal China, XPeng, kini tengah memperluas kolaborasi dengan Google untuk mobil listrik mereka.

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Pengamat Bilang Timnas Indonesia Segera Naturalisasi 2 Pemain Jelang Piala Asia 2027, Siapa Saja?

Pengamat Bilang Timnas Indonesia Segera Naturalisasi 2 Pemain Jelang Piala Asia 2027, Siapa Saja?

Pengamat sepak bola Tanah Air, Binder Singh alias Bung Binder, mengklaim bahwa Timnas Indonesia segera mendapatkan dua pemain tambahan dari jalur naturalisasi. Mereka diharapkan tersedia untuk Piala Asia 2027.
ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

Polda Metro Jaya mengungkapkan telah menerima adanya pelayangan laporan terhadap ART yang melakukan pencabulan terhadap anak majikan berinisial DKA (5) di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Perkara tersebut ditangani oleh Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT