News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Drama Doctor X Diprotes, Petisi Hentikan Penayangan Muncul usai Angkat Tragedi Gwangju

Drama Doctor X yang dibintangi Kim Ji Won diprotes setelah mengangkat tragedi Gwangju. Petisi penghentian penayangan muncul meski ratingnya mencapai 19,5 persen.
Senin, 26 Oktober 2026 - 16:12 WIB
Kim Ji Won di Doctor X
Sumber :
  • Netflix

tvOnenews.com - Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia yang dibintangi Kim Ji Won tengah menjadi sorotan setelah menuai kontroversi. 

Serial medis tersebut menghadapi petisi yang meminta penayangannya dihentikan menyusul penggambaran peristiwa Gerakan Demokratisasi 18 Mei 1980 di Gwangju, Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi ini mencuat setelah episode keenam ditayangkan pada Sabtu (24/10/2026).

Sejumlah penonton mempertanyakan keputusan tim produksi memasukkan kisah sejarah yang sensitif ke dalam drama medis tersebut.

Di sisi lain, ada pula penonton yang menilai cerita itu berhasil menggambarkan penderitaan korban dan trauma yang masih membekas puluhan tahun setelah tragedi.

Petisi bertajuk Request to Halt the Broadcast of SBS Drama Doctor X diunggah ke sistem petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan pada 24 Oktober 2026.

Petisi tersebut kemudian memenuhi persyaratan awal berupa dukungan dari 100 orang dan memasuki tahap peninjauan untuk menentukan apakah akan dipublikasikan.

Meski demikian, kemunculan petisi itu tidak berarti penayangan Doctor X telah resmi dihentikan. Hingga laporan media Korea pada 26 Oktober 2026, belum ada keputusan penghentian penayangan yang diumumkan.

Kronologi Kontroversi Doctor X usai Angkat Tragedi Gwangju

Kontroversi Doctor X bermula dari cerita seorang pasien bernama Oh Sang Beom yang muncul dalam episode keenam. Tokoh tersebut digambarkan sebagai penyintas Gerakan Demokratisasi 18 Mei 1980 yang mengalami luka tembak di kepala saat masih berusia 12 tahun.

Peristiwa tersebut membuat Oh Sang Beom harus hidup selama 46 tahun dengan serpihan peluru yang tertinggal di otaknya. Ia juga terus mengalami rasa sakit, gangguan kesehatan, dan trauma akibat kejadian yang merenggut nyawa kakaknya.

Dalam episode tersebut, Kye Soo Jeong, karakter yang diperankan Kim Ji Won, memutuskan menangani operasi pasien itu. 

Namun, Oh Sang Beom awalnya enggan menjalani tindakan medis karena khawatir operasi akan membuatnya kehilangan penglihatan terhadap sosok kakaknya yang telah meninggal dan kerap muncul dalam penglihatannya.

Kisah tersebut menjadi bagian penting dari episode keenam karena memperlihatkan dampak jangka panjang kekerasan yang dialami korban. Luka yang dialami Oh Sang Beom bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan kehilangan, rasa bersalah, dan trauma masa lalu.

Ketegangan cerita semakin meningkat ketika seorang mantan presiden fiktif bernama Ji Du Seok dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Karakter tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan mantan pemimpin Korea Selatan Chun Doo Hwan, yang pemerintahannya berkaitan dengan penindasan gerakan demokratisasi pada 1980.

Sejumlah unsur lain yang merujuk pada peristiwa Gwangju turut ditampilkan. Rangkaian adegan tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai cara tim produksi memasukkan sejarah politik ke dalam alur cerita drama medis.

Petisi Minta Penayangan Doctor X Dihentikan

Dilansir dari sejumlah media Korea Selatan, petisi yang meminta penghentian penayangan Doctor X diajukan melalui platform petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan pada 24 Oktober 2026.

Pemohon menilai materi mengenai Gerakan Demokratisasi 18 Mei yang ditampilkan dalam drama tersebut tidak berkaitan langsung dengan alur utama.

Mereka juga berpendapat bahwa penyertaan unsur sejarah dan politik itu membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman.

Selain meminta penayangan drama dihentikan, pemohon mendorong pemeriksaan terhadap proses produksi dan meminta pihak terkait dimintai penjelasan mengenai keputusan memasukkan materi tersebut.

Petisi itu telah memperoleh dukungan awal dari sedikitnya 100 orang. Jumlah tersebut memenuhi persyaratan untuk memasuki tahap peninjauan sebelum petisi dapat dipublikasikan secara resmi.

Namun, tahapan tersebut perlu dibedakan dari proses pengambilan keputusan mengenai nasib penayangan drama. Petisi yang masih ditinjau bukan berarti permintaan penghentian telah disetujui oleh Majelis Nasional Korea Selatan.

Dengan demikian, Doctor X belum dapat dinyatakan resmi dihentikan hanya berdasarkan kemunculan petisi tersebut.

Kontroversi Doctor X memunculkan beragam reaksi di kalangan penonton. Sebagian mengkritik cara cerita sejarah tersebut dimasukkan ke dalam drama yang sebelumnya berfokus pada kemampuan seorang dokter dan konflik di lingkungan rumah sakit.

Bagi kelompok yang keberatan, persoalannya bukan semata-mata pengangkatan Gerakan Demokratisasi 18 Mei, melainkan cara dan porsi penyajiannya. Mereka menilai alur mengenai tragedi sejarah dan tokoh politik terasa terlalu dominan sehingga mengubah nuansa cerita yang telah dibangun sejak episode awal.

Sebagian penonton juga mempertanyakan alasan adaptasi Korea tersebut menghadirkan unsur sejarah yang tidak menjadi bagian dari cerita asli Jepang yang menjadi acuannya.

Di sisi lain, penonton yang mendukung penggambaran tersebut menilai kisah Oh Sang Beom memberikan ruang bagi drama untuk memperlihatkan penderitaan korban secara manusiawi.

Mereka mengapresiasi bagaimana pengalaman traumatis seorang penyintas ditampilkan melalui penanganan medis dan hubungan emosional dengan masa lalunya.

Menurut pandangan ini, drama medis tidak harus terbatas pada operasi dan penyakit. Kisah pasien juga dapat menjadi sarana untuk menggambarkan dampak peristiwa sosial dan sejarah terhadap kehidupan seseorang.

Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan bahwa perdebatan tidak hanya berkaitan dengan tema sejarah yang diangkat, tetapi juga cara tema itu diintegrasikan ke dalam cerita fiksi.

Di tengah perdebatan yang berkembang, Lee Ok Gyu, kepala produser atau chief producer Studio S selaku perusahaan produksi Doctor X, turut menjadi perhatian setelah mengunggah poster drama tersebut di media sosial.

Unggahan itu disertai tulisan “NO FEAR” atau “tidak takut”. Pesan tersebut muncul tidak lama setelah episode keenam ditayangkan dan kontroversi mulai ramai dibicarakan.

Sejumlah pihak menafsirkan tulisan itu sebagai sikap tegas tim produksi di tengah kritik dan desakan yang muncul. Namun, Lee tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai maksud unggahan tersebut.

Karena belum ada keterangan resmi yang menjelaskan maknanya, tulisan “NO FEAR” tidak dapat dipastikan sebagai pernyataan langsung tim produksi mengenai tuntutan penghentian penayangan.

Menariknya, kontroversi tersebut muncul ketika Doctor X sedang mencatat pencapaian rating yang tinggi.

Berdasarkan data Nielsen Korea yang diberitakan media setempat, episode keenam yang tayang pada 24 Oktober 2026 meraih rating pemirsa rumah tangga nasional sebesar 19,5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang penayangan drama itu hingga saat ini.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Wanita Tertangkap Kamera CCTV Nekat Mencuri Sepasang Sepatu di Palembang, Pemilik Toko Jelaskan Situasinya

Viral Wanita Tertangkap Kamera CCTV Nekat Mencuri Sepasang Sepatu di Palembang, Pemilik Toko Jelaskan Situasinya

Video rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi pencurian tersebut diunggah langsung oleh akun resmi Threads milik toko sepatu terkait @tentoes.id.
Conte Masuk Kandidat Pelatih Baru Manchester United, Eks Setan Merah Beri Peringatan: Bakal Jadi Bencana Jika Tak Selaras

Conte Masuk Kandidat Pelatih Baru Manchester United, Eks Setan Merah Beri Peringatan: Bakal Jadi Bencana Jika Tak Selaras

Mantan bek Manchester United dan Inter Milan, Ashley Young, memperingatkan Setan Merah soal potensi penunjukan Antonio Conte.
Pelaku yang Diduga Tewaskan Nyawa Bobotoh Persib di Bogor Diringkus Polisi

Pelaku yang Diduga Tewaskan Nyawa Bobotoh Persib di Bogor Diringkus Polisi

Seorang remaja berinisial ARK (16), seorang suporter Persib Bandung atau Bobotoh, meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung vs Garudayaksa FC
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tetangga Ungkap Sosok Dwi Bagus Martono

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tetangga Ungkap Sosok Dwi Bagus Martono

Kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), yang diduga dilakukan oleh suami siri korban, Dwi Bagus Martono alias Tono (40), mengejutkan warga sekitar.
Geger Aksi Esksibisionis di Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Korban Teriak Histeris Saat Pelaku Pamer Alat Kelamin

Geger Aksi Esksibisionis di Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Korban Teriak Histeris Saat Pelaku Pamer Alat Kelamin

Pelaku eksibisionis berinisial W (55) diduga memamerkan alat kelaminnya dan melakukan masturbasi di hadapan seorang perempuan yang sedang berjalan di trotoar.
Psikolog Khawatirkan Tren Orang Tua Pakai Jasa Polisi Anak: Bagaimana ketika Anak Sudah Dewasa Lihat Videonya?

Psikolog Khawatirkan Tren Orang Tua Pakai Jasa Polisi Anak: Bagaimana ketika Anak Sudah Dewasa Lihat Videonya?

Psikolog di bidang kognitif dan perkembangan, Doktor Okina Fitriani menguraikan dampak tren video orang tua mendidik anak lewat jasa TikToker polisi anak 84.

Trending

Suami Siri Diduga Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling untuk Hilangkan Jejak

Suami Siri Diduga Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling untuk Hilangkan Jejak

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4).
AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merilis jadwal Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi. Timnas Indonesia memulai perjuangan dengan menghadapi Jepang.
Awal Mula Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh Suami Siri Terungkap, Ternyata Gara-gara Hal Ini

Awal Mula Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh Suami Siri Terungkap, Ternyata Gara-gara Hal Ini

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap pembunuhan sadis itu menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, berinisial AGF (4).
Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Tinju Amatir 2026, AHY Singgung Mental Juara

Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Tinju Amatir 2026, AHY Singgung Mental Juara

Kontingen Jawa Barat membawa pulang Piala Menko Infrastruktur usai menjadi juara umum di Kejurnas Tinju Amatir 2026, yang digelar di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Minggu malam (25/10/2026).
Bobotoh Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor, Polisi Turun Tangan

Bobotoh Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor, Polisi Turun Tangan

Seorang remaja berinisial ARK (16), suporter Persib Bandung atau Bobotoh, meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC.
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Berikut Titik Lokasi yang Rawan Razia

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Berikut Titik Lokasi yang Rawan Razia

Operasi Patuh 2026 resmi digelar mulai hari ini, Senin, 26 Oktober 2026 hingga Minggu, 8 November 2026, ini titik lokasi yang rawan razia selama penindakan.
‎Shin Tae-yong Tak Mau Persija Terpeleset Lawan Persik, Singgung Satu Hal yang Bakal Jadi Kunci Kemenangan

‎Shin Tae-yong Tak Mau Persija Terpeleset Lawan Persik, Singgung Satu Hal yang Bakal Jadi Kunci Kemenangan

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku telah menyiapkan taktik khusus untuk menghadapi Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026/2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT