Kenapa Doctor X Diminta Berhenti Tayang? Ini Alasan Muncul Petisi Penghentian Drama Kim Ji Won
- SBS
Dampak kejadian itu tidak hanya berupa gangguan fisik. Oh Sang Beom juga mengalami rasa sakit berkepanjangan, kejang, dan halusinasi yang berkaitan dengan trauma masa lalunya.
Kisahnya kemudian bersinggungan dengan Kye Su Jeong, ahli bedah yang diperankan Kim Ji Won.
Sang dokter bersedia menangani operasi untuk mengeluarkan serpihan peluru yang selama ini mengganggu kondisi pasien tersebut.
Namun, Oh Sang Beom sempat menolak tindakan medis karena takut kehilangan kemampuannya melihat sosok kakaknya yang telah meninggal. Baginya, pengalaman tersebut memiliki hubungan emosional dengan kehilangan yang dialaminya.
Melalui karakter tersebut, drama ini berusaha memperlihatkan bagaimana peristiwa sejarah dapat meninggalkan luka fisik dan psikologis yang bertahan selama puluhan tahun.
Perbedaan pandangan muncul karena sebagian penonton menilai alur sejarah tersebut terasa mendadak dibandingkan cerita yang dibangun pada episode-episode sebelumnya.
Pada lima episode awal, Doctor X lebih banyak menyoroti kemampuan Kye Su Jeong sebagai ahli bedah serta perjuangannya menghadapi kepentingan dan korupsi di lingkungan rumah sakit.
Namun, episode keenam memberikan ruang yang cukup besar bagi kisah korban Gerakan Demokratisasi 18 Mei dan tokoh politik fiktif yang berkaitan dengan masa tersebut.
Selain kisah Oh Sang Beom, episode itu menampilkan Ji Du Seok, mantan presiden fiktif yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Karakter tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan mantan Presiden Korea Selatan Chun Doo Hwan, yang memimpin negara pada masa penindasan gerakan demokratisasi.
Sejumlah adegan yang merujuk pada peristiwa Gwangju juga muncul dalam episode tersebut. Perubahan fokus inilah yang memicu pertanyaan mengenai alasan tim produksi memasukkan unsur sejarah dan politik ke dalam cerita medis.
Menurut laporan Seoul Economic Daily, sebagian penonton menganggap perpindahan fokus cerita tersebut terasa mendadak. Mereka mempertanyakan apakah materi sejarah itu terintegrasi secara meyakinkan dengan konflik utama drama.
Dengan demikian, keberatan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pengangkatan tragedi Gwangju, tetapi juga cara peristiwa tersebut ditempatkan dalam alur cerita.
Apa Itu Gerakan Demokratisasi 18 Mei di Gwangju?
Load more