Fore Ungkap Fakta Sebenarnya soal Insiden 5,7 Juta Data Pelanggan Bocor, Minta Pengguna Segera Lakukan Hal Ini
- Instagram @fore.corporate
tvOnenews.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden akses tanpa izin terhadap platform yang digunakan untuk mengelola data pelanggan.
Berdasarkan hasil investigasi awal, insiden tersebut berdampak pada data hingga sekitar 5,7 juta akun pelanggan.
Informasi ini disampaikan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan akun Instagram resmi @fore.corporate.
Fore mengonfirmasi bahwa terdapat aktivitas tidak wajar berupa akses tanpa izin pada salah satu platform yang digunakan perusahaan.
"Fore mengonfirmasi adanya akses tanpa izin terhadap salah satu platform yang digunakan untuk mengelola data pelanggan," tulis Fore melalui akun Instagram @fore.corporate.
Manajemen menjelaskan bahwa tindakan pengamanan segera dilakukan setelah aktivitas tersebut teridentifikasi.
Dalam kurun waktu 24 jam, perusahaan menghentikan akses tanpa izin dan mengamankan sistem terkait untuk mencegah dampak lebih lanjut.
"Fore mengambil Langkah untuk menghentikan akses tersebut dan mengamankan system terkait dalam kurun waktyu 24 jam," lanjut Fore.
Meski demikian, investigasi untuk mengetahui kejadian tersebut secara menyeluruh masih berlangsung.
Fore juga telah menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan pemeriksaan forensik independen terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan.
Dalam keterangannya, Fore menjelaskan bahwa jenis data yang terdampak dapat berbeda pada setiap pelanggan.
Data yang mungkin diakses pihak tidak berwenang meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi Fore, hashed PIN, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
Perusahaan menegaskan bahwa aplikasi Fore tidak pernah meminta maupun menyimpan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto KTP pelanggan.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan perusahaan, informasi NIK, foto KTP, serta detail pembayaran kartu kredit dan debit tidak termasuk dalam data yang terdampak.
Fore juga menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaan belum menemukan indikasi penyalahgunaan terhadap informasi yang diakses tersebut. Namun, proses pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan ruang lingkup insiden dan kemungkinan dampaknya.
Sebagai tindak lanjut, Fore telah melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat perlindungan data pelanggan.
Perusahaan mengaku telah melakukan pengujian keamanan, menangani kerentanan yang ditemukan, memperbarui platform terkait ke versi terbaru, serta menambahkan langkah-langkah pengamanan.
Untuk memastikan penyelidikan berjalan secara menyeluruh, Fore menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut mencakup aplikasi Fore, platform yang terdampak, dan sistem teknologi informasi lain yang berkaitan.
Perusahaan juga telah melaporkan insiden tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Fore menyatakan akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pelanggan yang terdampak telah dihubungi secara langsung agar dapat mengambil langkah pencegahan untuk melindungi akun mereka.
Dalam pernyataan resminya, Fore turut menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Perusahaan juga berkomitmen mendukung pelanggan, menyelesaikan investigasi, dan menyampaikan perkembangan material yang relevan setelah informasi terverifikasi.
Fore Imbau Pelanggan Segera Ganti PIN
Di tengah proses investigasi, Fore meminta pelanggan melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun. Imbauan ini terutama ditujukan kepada pelanggan yang menerima pemberitahuan dari perusahaan terkait insiden tersebut.
Berikut langkah-langkah yang disarankan Fore:
- Segera ganti PIN aplikasi Fore. Pelanggan yang belum memiliki PIN diminta membuatnya. Jika PIN yang sama digunakan untuk akun lain, segera ganti PIN pada akun tersebut.
- Waspadai pesan yang mengatasnamakan Fore. Pelanggan diminta berhati-hati terhadap telepon, SMS, email, maupun pesan WhatsApp yang mengatasnamakan FORE, PT Fore Kopi Indonesia Tbk., Fore Coffee, atau Fore Donut.
- Jangan membagikan PIN dan kode OTP. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan.
- Laporkan komunikasi mencurigakan. Jika menemukan aktivitas atau menerima pesan yang mencurigakan dan mengatasnamakan Fore, pelanggan dapat menghubungi perusahaan melalui email privacy@fore.coffee.
Sebagai perlindungan tambahan, aplikasi Fore juga telah menerapkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) untuk proses masuk ke akun melalui perangkat baru. Fitur ini menambah lapisan keamanan agar akses ke akun pelanggan lebih terlindungi.
Fore menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan perusahaan akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani insiden tersebut.
Bagi pelanggan, langkah penting yang dapat dilakukan saat ini adalah mengikuti arahan resmi perusahaan, mengganti PIN yang berisiko, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan yang memanfaatkan informasi pribadi.
(tsy)
Load more