Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati
- Instagram @hannykristiantonew
tvOnenews.com - Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria hingga mengalami tindakan fisik.
Rekaman tersebut viral di media sosial setelah dibagikan oleh Hanny Kristianto melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (2/11/2026).
Dalam video yang beredar, Herri terlihat berhadapan dengan sejumlah pria yang mempertanyakan pernyataannya di media sosial. Sebelumnya, ia diketahui sempat melontarkan tantangan bertarung sampai mati.
- Tangkapan layar Instagram/hannykristiantonew
Situasi semakin memanas ketika Herri menjelaskan bahwa dirinya bersedia menghadapi tantangan tersebut dengan sejumlah persyaratan. Namun, sebelum penjelasannya selesai, seorang pria berkacamata tiba-tiba melayangkan tendangan hingga membuatnya terjatuh.
Peristiwa itu disebut terjadi di kediaman Herri Pras. Hanny Kristianto menyebut ketua RT dan petugas keamanan setempat turut turun tangan untuk melerai kerumunan agar insiden tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.
Viralnya video tersebut membuat publik penasaran dengan sosok Herri Pras.
Lantas, siapa sebenarnya YouTuber yang dikenal melalui konten seputar bela diri dan komentar terhadap isu keagamaan tersebut?
Profil Herri Pras, YouTuber sekaligus Pendiri Perguruan Bela Diri
Herri Pras dikenal sebagai kreator konten sekaligus praktisi bela diri asal Jember, Jawa Timur.
Namanya juga dikenal sebagai pendiri Perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI), yang didirikan pada 13 Januari 2017.
Ketertarikannya terhadap dunia bela diri disebut telah tumbuh sejak kecil. Ia pernah mempelajari sejumlah aliran dan teknik, di antaranya pencak silat tradisional, Tapak Suci, Taekwondo, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), hingga Extreme Martial Arts Tricking.
Selain aktif sebagai praktisi bela diri, Herri juga dikenal sebagai guru bela diri di perguruan yang didirikannya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang dirinya dikenal di kalangan penggemar olahraga bela diri.
Di dunia digital, Herri menggunakan nama HERRI PRAS untuk kanal YouTube miliknya. Kanal tersebut mulai bergabung dengan platform YouTube pada 25 Maret 2019.
Kontennya tidak hanya membahas teknik bela diri. Seiring waktu, Herri juga membuat video yang berisi tanggapan terhadap isu-isu sosial, keagamaan, organisasi masyarakat, hingga pernyataan sejumlah tokoh publik.
Gaya penyampaiannya yang kritis dan kerap menanggapi isu kontroversial membuat namanya beberapa kali menjadi perbincangan warganet.
Pada 2023, misalnya, Herri sempat menjadi sorotan setelah memberikan komentar mengenai kegiatan di majelis Sabilu Taubah yang diasuh Gus Iqdam.
Ia juga pernah mendapat perhatian publik setelah sejumlah pernyataannya mengenai tokoh agama dan persoalan keagamaan menuai tanggapan dari berbagai pihak.
Kronologi Herri Pras Digeruduk hingga Ditendang
- Tangkapan layar Instagram/hannykristiantonew
Nama Herri kembali menjadi perbincangan setelah video sekelompok pria mendatangi kediamannya tersebar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria bertopi mempertanyakan sikap Herri yang dinilai tidak sesuai dengan tantangan duel yang sebelumnya disampaikan.
"Saya sangat-sangat menyayangkan Anda tidak sesuai dengan apa yang Anda ucapkan," ujar pria tersebut dalam video.
Herri kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak menolak bertarung. Ia hanya meminta agar sejumlah persyaratan yang diajukannya dipenuhi terlebih dahulu.
Namun, situasi berubah ketika seorang pria berkacamata tiba-tiba menendang tubuh Herri hingga membuatnya terjatuh ke belakang. Setelah bangkit, Herri kembali dikelilingi sejumlah orang yang terus menyebut dirinya takut menghadapi tantangan tersebut.
Melalui unggahannya, Hanny Kristianto menyebut kedatangan sekelompok pria tersebut berlangsung di rumah Herri. Ia juga mengimbau para dai dan ulama untuk membantu menenangkan massa agar tidak kembali mendatangi kediaman YouTuber tersebut.
Hanny turut mengingatkan pentingnya menjaga ucapan atau hifzhul-lisan. Ia juga meminta agar lokasi kediaman Herri yang telah tersebar di ruang publik tidak dijadikan alasan untuk kembali mendatangi rumah tersebut. Hal itu demi menjaga keselamatan keluarga, termasuk anak dan istrinya, serta kenyamanan warga sekitar. (asl)
Load more