Luruskan Potongan Video, Herri Pras Ungkap Alasan Pengurus Klaster Terlihat Mendukung Adi Paryanto
- YouTube HERRI PRAS
tvOnenews.com - Herri Pras kembali memberikan klarifikasi terkait perseteruannya dengan Adi Paryanto, pemilik akun The Zenwalk. Kali ini, Herri Pras meluruskan potongan video yang memperlihatkan pengurus klaster di lingkungan tempat tinggalnya terlihat seolah-olah mendukung pihak Adi Paryanto.
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya (4/11/2026), Herri Pras menjelaskan bahwa sikap pengurus klaster tersebut bukanlah bentuk dukungan terhadap kelompok yang datang ke rumahnya. Menurutnya, tindakan tersebut justru merupakan pendekatan persuasif untuk mengetahui tujuan sebenarnya dari kedatangan kelompok tersebut.
Sebelumnya, beredar potongan video yang memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai kepala keamanan kompleks atau pengurus lingkungan tempat Herri Pras tinggal.
Dalam video tersebut, perempuan itu terdengar mengatakan, "Ya, sudah, nggak ada orangnya. Wah, sembunyi dia."
Potongan video tersebut kemudian memperlihatkan seolah-olah pengurus lingkungan itu berada di pihak kelompok yang datang ke rumah Herri Pras. Bahkan, dalam rekaman tersebut, ia terlihat menawarkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum, termasuk dengan bantuan pengacara.
Namun, Herri Pras membantah anggapan bahwa pengurus klaster mendukung pihak yang datang ke rumahnya untuk mengajaknya berkelahi.
"Di situ Bu Kiki seolah-olah diframing oleh mereka berada di pihak preman yang di mana mendukung kegiatan mereka untuk saya berantem. Padahal di situ Bu Kiki hanya untuk bersikap secara persuasif," ucap Herri Pras dalam video klarifikasinya.
Ia kemudian menjelaskan maksud dari sikap persuasif yang dilakukan pengurus lingkungan tersebut. Menurut Herri, pendekatan itu bertujuan mendapatkan kepercayaan dari pihak yang datang agar tujuan dan perilaku mereka dapat diketahui.
"Persuasif itu adalah bagaimana cara orang untuk mendapatkan kepercayaan dari salah satu pihak, yaitu dari pihak si preman, agar tahu tabiat mereka yang sebenarnya datang ke sini dan akhirnya apa ketahuan yang sebenarnya," jelas Herri Pras.
Lebih lanjut, Herri Pras mengatakan bahwa para pengurus klaster akhirnya memahami situasi setelah mengetahui secara langsung tujuan kedatangan kelompok tersebut.
Ia mengaku lebih memercayai pengurus lingkungan tempat tinggalnya dibandingkan narasi yang disampaikan pihak lawan. Menurutnya, pengurus klaster tidak mungkin berniat mencelakai warga sendiri.
"Maka daripada itu, para pengurus klaster ini pun sadar bahwa yang datang ke sini adalah para preman. Karena apa, teman-teman? Saya ketika saya mendapati video itu viral bahwa para pengurus sini itu lebih percaya kepada preman. Saya sendiri pun lebih percaya kepada pengurus klaster ini daripada mereka. Tidak mungkin para pengurus ini mencelakai warganya, melainkan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya tujuan mereka ke sini," tutur Herri Pras.
Herri Pras juga menegaskan bahwa potongan video tidak bisa dijadikan gambaran utuh mengenai kejadian yang sebenarnya. Ia menyebut para pengurus klaster akhirnya memahami situasi setelah menyaksikan rekaman video secara lengkap.
"Meskipun disuguhkan video potongan-potongan, setelah para pengurus nonton video asli, video full, mereka tahu sebenarnya siapa yang preman di sini," ungkapnya.
Di akhir penjelasannya, Herri Pras kembali menyinggung tudingan bahwa dirinya merupakan pihak yang menantang duel Adi Paryanto. Ia justru mengklaim pihak lawan yang selama ini memancing keributan dan membangun narasi negatif tentang dirinya melalui media sosial.
"Ya, inilah skenario Allah. Ketika kalian berusaha untuk mem-framing, sayalah penantangnya, sayalah yang mengajak mereka duel. Padahal merekalah yang selalu mengajak saya ribut dan selalu mem-framing di media sosial," pungkas Herri Pras.
Perseteruan Herri Pras dan Adi Paryanto sendiri kembali menjadi perhatian setelah rumah Herri Pras di Jember didatangi sejumlah orang dari kalangan praktisi bela diri dan petarung MMA pada awal November 2026. Perselisihan keduanya sebelumnya juga diwarnai perdebatan mengenai tantangan duel serta konten yang diunggah masing-masing pihak di media sosial.
(anf)
Load more