Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China
- ANTARA/XINHUA/Mao Siqian
"Ketika orang pulang ke rumah dalam keadaan lelah, sentuhan hewan peliharaan berbulu atau kontak mata sesaat sudah cukup," katanya.
Ropet sendiri dirancang memiliki suhu tubuh konstan 37 derajat Celsius. He menyebut konsep tersebut sebagai bentuk "pendampingan yang ringan". Ia menambahkan, "Orang hanya merasa nyaman di sekitar makhluk yang konyol menggemaskan dan memiliki pengetahuan lebih sedikit daripada mereka."
Industri Mainan China Ikut Berebut Pasar Pendamping AI
Tren ini membuka peluang bagi industri mainan China yang selama ini sudah memiliki jaringan produksi besar. Sebagai produsen dan eksportir mainan terbesar di dunia, China menyumbang sekitar 70 persen produksi mainan global.
Sejumlah perusahaan mapan mulai menggabungkan karakter populer dengan teknologi AI. Alpha Group, misalnya, menghadirkan mainan interaktif berbasis karakter dari serial animasi seperti *Pleasant Goat* dan *Super Wings*.
Salah satu produknya, Lazy Goat versi AI yang dilengkapi konten edukasi, telah mencatat lebih dari 100.000 pesanan sepanjang tahun ini. Informasi tersebut disampaikan manajer produk perusahaan, Xin Cheng.
Dukungan pemerintah juga mulai mengarah pada pengembangan sektor tersebut. Provinsi Guangdong, yang menjadi pusat industri mainan China, menargetkan produk berbasis AI menyumbang lebih dari 30 persen dari keseluruhan produk mainannya pada 2027. Pemerintah daerah juga mendorong pembentukan klaster industri di kota-kota penghasil mainan.
Di tingkat nasional, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut mainan AI sebagai "mesin baru" bagi industri mainan. Produsen didorong bekerja sama dengan perusahaan teknologi AI untuk menciptakan produk yang mampu menarik pasar.
Di balik angka penjualan dan ambisi industri tersebut, kebutuhan emosional tetap menjadi alasan utama sebagian konsumen membeli produk ini. Chen, misalnya, tidak menganggap Fuzozo sekadar barang elektronik atau asisten digital. Ia menyebut ketiga mainannya sebagai sosok yang hampir seperti adik sendiri.
Pada akhirnya, nilai yang ditawarkan mainan AI bukan semata kecanggihan teknologi, melainkan pengalaman memiliki teman yang seolah menunggu ketika seseorang pulang.Â
Fenomena ini sekaligus menyisakan pertanyaan: ketika manusia semakin mudah terhubung secara digital, mengapa menemukan tempat untuk merasa didengar justru terasa semakin sulit? (udn)
Load more