News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tol Cipali yang Diidamkan sejak Zaman Soeharto terus Merenggut Nyawa, Batu Bleneng jadi Saksinya

Presiden Joko Widodo berhasil menuntaskan proyek Tol Cipali. Perencanaan pembangunan tol sepanjang 116 KM ini ternyata sudah ada sejak zaman Presiden Soeharto.
Senin, 4 Juli 2022 - 13:52 WIB
Suasana Tol Cipali.
Sumber :
  • Instagram/@cctvcirebon185

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjadi kepala negara Republik Indonesia yang berhasil menuntaskan proyek nasional Tol Cipali (Cikopo - Palimanan). Perencanaan pembangunan tol sepanjang 116 KM ini ternyata sudah ada sejak zaman Presiden Soeharto. Hal tersebut dapat dilihat dalam catatan Dinas Bina Marga Kabupaten Subang pada 1996.

Namun ambisi The Smiling General membangun Tol Cipali harus berhenti lantaran krisis moneter melanda pada 1998. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian berminat untuk melanjutkan proyek tersebut. Pendiri partai Demokrat itu bahkan bertekad merampungkan Tol Cipali sejak periode pertamanya tahun 2004.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pekerjaan Umum saat itu Djoko Kirmanto menganggarkan dana mencapai Rp.12,56 triliun untuk proyek Tol Cipali. Sayangnya sampai akhir masa jabatan dua periode pun, SBY tidak mampu menyelesaikannya.

Sulitnya pembebasan lahan di daerah Subang dan Cirebon menjadi faktor penghambat terbesar. Jalur yang direncanakan untuk Tol Cipali mengenai 32 tanah milik pondok pesantren di Kecamatan Babakan Cirebon. Selain itu pembangunan Tol Cipali dikhawatirkan akan mendestruktif situs-situs budaya dan sosial masyarakat yang diklaim sudah ada sejak ratusan tahun.

Barulah pada era Presiden Joko Widodo mega proyek ini rampung. Tepat pada tanggal 13 Juni 2015, Jokowi meresmikan tol yang saat itu menjadi yang terpanjang di Indonesia menghubungkan Cikopo Purwakarta dengan Palimanan Cirebon. PT Lintas Marga Sedaya (LMS) ditunjuk sebagai operator tol.

Sejak saat itu sejumlah kecelakaan maut terus terjadi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat rata-rata terjadi 36 kecelakaan di Tol Cipali setiap bulannya. Warga sekitar percaya keberadaan batu raksasa bernama Batu Bleneng di kilometer 182 memiliki kekuatan mistis tersendiri.

“Pernah sekali pas tengah malam, posisi memang ngantuk terus ada perasaan deg-degan juga karena ada warning (peringatan) di KM sekian, ada rasa takut juga. Kita jalan aja, klakson permisi. Kalau lewat situ jangan kenceng-kenceng. Banyak pengendara (yang faham) kalau udah lewat situ pasti pelan,” ungkap Adit warga yang memberi kesaksian akan unsur mistis Batu Bleneng Tol Cipali, dilansir Cumicumi.

Kecelakaan maut memang kerap terjadi di Tol Cipali dan menelan korban jiwa dalam jumlah banyak. Senin (30/11/2020) lalu, sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah kendaraan jenis bus mini menabrak bagian belakang truk. Sebanyak 10 orang penumpang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Terbaru, Minggu (3/7/2022), dua orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan bus Primajasa dan sebuah truk pengangkut ayam. Kasat Lantas Polres Subang, AKP Lucky Martono menyebut kecelakaan berawal dari truk ayam yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta mengalami hilang kendali atau oleng hingga berpindah ke jalur yang berlawanan.

Kisah Mistis di Tol Cipali

Batu Bleneng

Meski semua kasus kecelakaan di Tol Cipali bisa dijelaskan secara ilmiah akibat keteledoran manusia, tidak sedikit dari warga yang mengaitkan rentetan peristiwa kecelakaan dengan kisah mistis yang menyelimuti tol terpanjang ketiga di Indonesia ini.

Pusat kemistikan itu berada di kilometer 182, pengendara yang melintas akan melihat jelas penampakan batu raksasa bernama Batu Blemeng. Sekilas ukuran batu ini memang tak lazim, bentuknya yang bulat tidak sempurna condong ke arah jalan tol seakan-akan bersiap jatuh menggelinding.

Juru Kunci Batu Geneng Sukadi menjelaskan keberadaan batu tersebut sempat akan dihancurkan saat proses pembangunan Tol Cipali.

“Jadi katanya pemborong (jalan tol) itu udah batunya dipecah aja. Sama orang sini nggak boleh karena sebelum ada orang di sini batu itu sudah ada,” katanya.

Masyarakat setempat percaya batu tersebut berjasa menyelamatkan tanah sekitar menjadi tanah yang bisa dihuni. Diyakini ratusan tahun lalu di bawah Batu Blemeng ada sumber lumpur yang terus menyembur hingga membanjiri kawasan tersebut.

Hal itu diperkuat dengan nama desa di sana yakni Desa Walahar yang berarti kewalahan dengan lahar lumpur yang terus menyembur, layaknya kejadian Lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Kemudian seorang tokoh pada zaman itu diceritakan mendapat wangsit untuk mengambil sebuah batu dari puncak Gunung Ceremai, lokasi gunung berada 20 kilometer ke arah selatan dari titik Batu Bleneng berada. Singkat cerita batu tersebutlah yang digunakan sebagai penyumbat sumber lumpur Desa Walahar.

Hingga kini, Batu Bleneng tetap berada di tempatnya dan tidak boleh dipindahkan agar tetap menutup lubang lumpur yang menjadi penyebab musibah masa lalu. Adanya pembangunan Tol Cipali pun tidak mengusik keberadaan batu tersebut.

Meski tidak dapat dipastikan kebenarannya, legenda Batu Bleneng menjadi kearifan lokal yang dibanggakan warga sekitar. Tidak sedikit dari masyarakat yang meyakini kisah tersebut dan membunyikan klakson saat melintasi batu raksasa itu.

Namun beberapa pengendara juga memiliki pendekatan yang lebih realistis, banyaknya peristiwa kecelakaan di Tol Cipali tidak lain disebabkan karena panjangnya trek lurus di tol tersbut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau kita lewat Tol Cipali itu jalannya memang lurus, enak tapi kita harus hati-hati karena tahu-tahu setelah KM 180an itu ada tikungan. Di situ banyak sekali kecelakaan. Banyak faktor (salah satunya) orang ngantuk karena jalan terlalu lurus tiba-tiba ada belokan,” ujar Iskandar salah satu pengendara.

Terlepas dari keberadaan kisah mistis Batu Bleneng di Tol Cipali, para pengemudi diminta untuk selalu waspada saat berkendara. Terlebih pada kilometer 182 terdapat kelokan berbentuk huruf S yang rawan terjadi kecelakaan. (am)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Partai Dekmorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti masih adanya ketimpangan sosial di daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Mesjid At-Taufik, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI mengatakan dukungan dari DPRD Provinsi Banten menjadi modal penting untuk menyukseskan forum tertinggi organisasi mahasiswa tersebut.
Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mangkir atau tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa alasan yang sah.
Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

360 haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba di Tanah Air Selasa (2/6) dini hari nanti.

Trending

Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Partai Dekmorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti masih adanya ketimpangan sosial di daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Mesjid At-Taufik, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos lontarkan pesan menohok di Halmahera Tengah (Halteng), pada Senin (1/6), saat membuka Karya Bakti Skala Besar TNI AD
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT