News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jalu Puluhan Tahun Jadi Gigolo, Awalnya Kena Penyakit Priapismus, Malah Dimanfaatkan Banyak Wanita

Di depan Gritte Agatha, Jalu bercerita tentang masa kelamnya puluhan tahun mengidap penyakit Priapismus, sebuah penyakit aneh yang disebutnya berdampak pada...
Senin, 12 Desember 2022 - 05:55 WIB
YouTuber Gritte Agatha bicara saat berbincang dengan sosok Jalu, pria pengidap penyakit Priapismus
Sumber :
  • Capture YouTube Gritte Agatha

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria paruh baya yang identitasnya tak diungkap, tapi sebut saja dia Jalu (bukan nama sebenarnya) menceritakan kisah kelamnya menjadi seorang pemuas nafsu wanita akibat dari penyakit atau kelainan yang dideritanya, yakni Priapismus kepada YouTuber Gritte Agatha.

Pada ceritanya di hadapan Gritte Agatha, Jalu bercerita tentang masa kelamnya puluhan tahun menderita penyakit Priapismus, sebuah penyakit aneh yang disebutnya berdampak pada ereksi terus menerus atau dalam waktu yang lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bermula dari kisahnya sebelum mengalami Priapismus, Jalu mengatakan saat itu dia diajak berburu rusa oleh ayahnya ke hutan.

"Ini kejadian terjadi mulai tahun 1978, Saat itu kami berempat, saya, ayah saya, dan dua orang tentara, mau berburu rusa. Nah saya berdiri di atas pohon. Saat itu saya yang berdiri di pohon (batang pohon) lalu batang yang saya injak itu patah, saya jatuh terduduk, kayu patahan saya tahan, tapi tangan saya patah," kata Jalu kepada Gritte Agatha, Jumat (9/12/2022).

Akibat insiden itu, Jalu dan ayahnya yang hendak berburu rusa membatalkan niat mereka.

Karena cedera, akhirnya Jalu dibawa sang ayah ke dokter, dan dia dirawat selama satu minggu.

"Saya tinggal di situ (di klinik) karena demam. Nah setelah itu saya mulai mengalami ereksi dan tidak berhenti. Itu ereksinya bisa sampai 5-6 jam dan tidak berhenti. Kemudian saya dirujuk dokter yang merawat saya ke rumah sakit pusat. Nah ternyata saya disebut mengidap Priapismus," kata Jalu.

Buntut mengidap penyakit Priapismus itu, Jalu bisa menjadi ereksi dengan pancingan hal-hal kecil yang terjadi di sekitarnya.

Misalnya, kata Jalu, dia bisa ereksi hanya dengan mendengar suara air mengalir.


Seorang pria paruh baya penderita penyakit Priapismus, sebut saja Jalu, saat berbincang dengan YouTuber Gritte Agatha. (Capture YouTube)

"Dengar air mengalir saya ereksi, dengar suara orang berteriak saya ereksi, pokoknya enggak berhenti," kata Jalu.

Menurut Jalu, ereksi yang dialaminya itu bukanlah seperti ereksi libido atau hasrat seksual.

"Jadi kata dokter, saya punya testis itu jalur darahnya terjebak. Jadi seperti halnya memijit selang, jadi ereksinya itu mengeras. Ini bukan ereksi seperti orang yang sedang libido," kata Jalu.

Menurut Jalu, hal itu buntut dari kejadian saat dia mengalami jatuh dalam keadaan duduk, dan saat itu sarafnya menjadi terganggu.

Di hadapan Gritte Agatha, Jalu menyebut penyakit Priapismus itu benar-benar menyiksanya, karena malah membuatnya kesakitan, buntut dari ereksi berlebihan yang dialaminya itu.

"Ini kalau saya misalnya mau ke pasar, saya pakai tali rafia, saya ikat itu, saya punya barang (penis) saya ikat di paha. Karena kalau tidak diikat, itu dia berdiri terus.

Awal Mula Jadi Pemuas Nafsu

Buntut dari penyakit Priapismus yang diderita Jalu, ternyata hal itu justru dimanfaatkan wanita-wanita yang tergolong agresif dalam urusan seksual.

Saat itu, kata Jalu, pertama kali dia dimanfaatkan oleh wanita untuk jadi pemuas nafsu terjadi pada September 1978.

"Suatu malam, saat itu takbiran jelang iduladha. saya sudah lulus sekolah SMA. Saya menginap di rumah rekan saya yang ibunya adalah seorang dokter. Suatu malam ibunya (seorang dokter) itu masuk ke kamar dan langsung mengajak untuk berhubungan. Sudah tuh, terjadilah hal itu," kata Jalu.


Jalu (bukan nama sebenarnya), seorang pria paruh baya penderita penyakit Priapismus. (Capture YouTube Gritte Agatha)

Setelah melakukan hubungan dengan dokter, Jalu merasa bahwa penyakit Priapismus yang dideritanya itu bakal sembuh, namun ternyata tidak.

"Saya antara bersyukur atau tidak, saya pikir setelah melakukan hal itu saya bisa sembuh, ternyata tidak. Nah, saat itu, si ibunya teman saya (seorang dokter) datang lagi ke kamar saya, dan minta lagi berhubungan, jadi istilahnya saya dirudapaksa," kata Jalu.

Bukannya malah sembuh, dengan kekuatan ereksinya yang tahan lama itu membuat Jalu malah jadi didekati banyak wanita yang usianya lebih tua dari dia saat itu.

Adapun mereka mendekati Jalu untuk bergiliran ingin melakukan hubungan dengan Jalu.

"Saya jadi dikenal dari mulut ke mulut, mereka kenal saya. Kemudian saya jadi melakukan terus dengan waniya yang berbeda usia dengan saya, bahkan setiap saya ke luar kota pun ada yang minta," kata Jalu.

Karena kesal penyakitnya tak kunjung sembuh dan malah merasa menjadi hina karena terus-terusan menjadi pemuas nafsu wanita paruh baya, membuat Jalu berpikiran untuk ditangkap saja.

Saat itu, kata Jalu, yang terpikirkan olehnya adalah datang ke Malaysia sebagai imigran gelap agar dirinya ditangkap saja.

"Justru saat saya ditangkap, ada pegawai di penjara yang malah tertarik dengan saya punya 'barang', dan akhirnya kami pun melakukan hubungan," kata Jalu.

Suntik Kimia

Karena malah semakin parah akibat ereksi yang terus bertahan lama, Jalu pun diminta untuk melakukan suntik kebiri kimia.


YouTuber Gritte Agatha. (Capture YouTube)

Saat itu, kata Jalu, dia diminta oleh seorang dokter untuk melakukan suntik kebiri kimia.

"Jadi sampai hari ini sampai detik ini, saya setiap 6 bulan seklai masih harus dikebiri kimia," kata Jalu.

Menurut Jalu, efek setelah disuntik lumayan terasa, jika biasanya sangat sansitif dan bisa kapan saja ereksi, kini katanya, hanya terjadi pada waktu subuh saja.

"Berdirinya kini sudah enggak sakit, tapi yang agak heran itu, saya kan usianya sudah hampir 68 sekarang, biasanya di usia 40 tahunan itu mulai melemah, tapi ini justru tidak," kata Jalu. (abs)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT