GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

SPG Rokok ini Bertingkah Centil di Hadapan Para Pria, Rela Tubuhnya Dipegang-pegang Asal Rokok Ludes Terjual

Mengingat dia lebih suka bekerja sebagai SPG rokok dan dibayar harian, maka komisi yang dia raup jika rokoknya habis terjual semakin besar. Maka dari itu dia...
Rabu, 18 Januari 2023 - 10:50 WIB
Ilustrasi Alvida, wanita yang berprofesi sebagai SPG produk rokok
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Wanita bernama Alvida (nama samaran) menceritakan kisahnya saat masih menjadi SPG produk rokok, mulai dari kesulitan menjualnya, hingga akhirnya terjerumus menjadi menjual jasa seksual, bagaimana ceritanya?

Ya, dalam perbincangannya bersama YouTuber Anisa Alatas, Alvida menceritakan cara dia menjual rokok agar cepat habis terjual dan targetnya tercapai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Alvida, guna menjual rokok sampai habis berslop-slop, dia mempersilahkan pembeli yang merupakan pria genit meraba-raba anggota tubuhnya.

Hal itu, katanya, supaya pembeli mau memborong rokok yang dijualnya.

Mengingat dia lebih suka bekerja sebagai SPG rokok dan dibayar harian, maka komisi yang dia raup jika rokoknya habis terjual semakin besar.

Adapun, kata dia, dari skema bayaran yang biasa diterima seorang SPG produk rokok, biasanya dibayar secara harian dan bulanan.

Alvida mengaku bahwa dia lebih suka menerima uang (gaji) harian saat menjadi SPG produk rokok tersebut.

"Aku lebih suka nerima harian ya, karena kalau harian tuh kayak bener-bener lu mau kerja hari itu atau enggak bisa diatur. Selain itu gw kalau kerja tuh gak bisa full yang harus sampai capek gitu lo, kalau harian, misal gue ambil 5 hari dan 2 harinya libur, sedangkan reguler kan lu cuma libur sehari doang," kata Alvida, Sabtu (14/1/2023).

Menurut Alvida, bekerja sebagai SPG produk rokok itu secara harian bisa mendapat bayaran hingga Rp 800-900 ribu untuk produk grade A, sedangkan untuk grade B, bisa Rp 350-500 ribu perharinya.

Nah, ketika Anisa Alatas bertanya soal adakah target untuk menjual produk rokok itu, Alvida pun mulai menceritakan caranya dia menjual rokok tersebut demi meraih pendapatan besar, sampai harus menggunakan cara-cara tak lazim.


Mantan SPG produk rokok, Alvida (bukan nama sebenarnya). (capture YouTube Bincang Ranjang)

"Buat ngejual rokok tuh enggak semudah itu. Apalagi kalau kita ditempatin di tempat yang zonk alias enggak sesuai dengan market rokok yang gue jual," kata Alvida.

Guna menjual produk rokok sampai laris manis, saat itu Alvida menyebut bahwa temannya memberi tahu caranya namun harus dilakukan secara tak lazim.

"Waktu itu aku dibawa temenku ke tempat yang banyak Kokoh-kokoh gitu. Temen aku bilang ke aku untuk mengeluarkan jiwa-jiwa nakal. Akhirnya gue ngikutin, daripada target gue enggak tercapai dan yang penting itu rokok kejual," katanya.

Untuk menjual rokok tersebut, Alvida mengatakan dia melakukan cara yang menggoda agar pembeli tertarik untuk membeli rokok itu, termasuk 'menjual diri' di hadapan pembeli (pria).

"Bantu dong, aku harus jual rokok ini sampai habis' itu gue lakuin sambil menggoda dia. Gue sampai harus nemenin pembeli makan, minum, ngobrol, dan begitu terus. Sampai gara-gara jual rokok dengan cara menggoda, gue sampain dipelihara seorang pria gitu, dia kokoh-kokoh kesepian gitu," katanya.

Tak hanya sampai disitu, kelihaian Alvida saat menjual produk rokok tak lepas dari iming-iming bahwa dia bisa menemani pembeli yang membutuhkan jasa seksual.

"Jadi sambil jual rokok, gue sambil jual diri juga. Bayarannya jelas beda dong. Gue enggak mau cuma beli rokok terus gue juga diajak tidur sama pembeli, tapi pembeli biasanya ngasih harga yang oke, misal rokok kejual Rp 1 juta, nah biaya tidur dengan gue itu Rp 5 juta. Jadi gue sih sekalian double job ya," kata Alvida.

Menurutnya, setiap mau menggunakan jasanya (menemani tidur) pembeli harus selalu komitmen bahwa rokok dan harus dibeli semua, dan biaya tidur dengan Alvida tarifnya berbeda.

Ogah Jadi SPG Lagi

Saat itu, Alvida yang sudah terjerumus menjual rokok sambil menjual diri mulai sadar saat ada pria yang terobsesi ingin memilikinya secara utuh.

Ada seorang pria yang notabene orang kaya saat itu, katanya, dan dia minta ditemani terus oleh Alvida.


Sosok YouTuber, Anisa Alatas. (Capture YouTube Bincang Ranjang)

Alvida yang mulanya mengiyakan, saat itu sampai tidak pulang ke rumah selama dua hari karena dipaksa untuk tinggal di rumah si pria yang tertarik kepadanya.

"Gue tuh saat itu bener-bener sudah kayak bantal gulingnya dia, enggak boleh kemana-mana, dipeluk erat di tempat umum (restoran si pria), dan itu bener-bener gue tuh enggak boleh balik ke rumah," kata dia.

Sadar dirinya tidak mau dimiliki secara utuh alias dinikahi pria yang tertarik padanya, Alvida pun saat itu memutuskan untuk pergi dan tidak mau lagi bertemu pria semacam itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu gue udah bener-bener mikir bahwa gue enggak mau lagi jadi SPG, kalau dampaknya sampai seperti ini, pas dia lagi teler (mabuk) gue langsung cabut, dan ganti HP supaya enggak dikejar-kejar terus sama dia, dan disitu gue juga mulai males jadi SPG," kata Alvida. (abs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wargi Bandung Waspada Macet Total Malam Ini, Simak Rute Kirab Budaya Kolosal Mahkota Binokasih yang Dipimpin KDM

Wargi Bandung Waspada Macet Total Malam Ini, Simak Rute Kirab Budaya Kolosal Mahkota Binokasih yang Dipimpin KDM

Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol Kota Bandung dipastikan bakal padat pada Sabtu malam ini, (16/5/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) -
Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT