GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tradisi Buka Puasa Bubur India di Masjid Pekojan Semarang, Masak 6.000 Porsi Selama Ramadhan

Bubur India masih menjadi menu kuliner khas buka puasa di Masjid Pekojan Kota Semarang selama bulan Ramadhan 2023. Tradisi tersebut sudah berjalan ratusan tahun semenjak masjid tersebut dibangun oleh masyarakat muslim keturunan Gujarat yang bermukim di Semarang.
Jumat, 24 Maret 2023 - 17:41 WIB
Proses pembuatan bubur India di Masjid Pekojan Semarang saat bulan Ramadhan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, tvOnenews.com - Bubur India masih menjadi menu kuliner khas buka puasa di Masjid Pekojan Kota Semarang selama bulan Ramadhan 2023. Tradisi tersebut sudah berjalan ratusan tahun semenjak masjid tersebut dibangun oleh masyarakat muslim keturunan Gujarat yang bermukim di Semarang.

Setiap bulan Ramadhan, takmir Masjid Pekojan selalu membuat bubur India di samping masjid. Ada dua orang yang rutin memasak. Salah satunya adalah Pak Ahmad (50). Sekali masak menghabiskan 20 kilogram beras yang setelah matang dibagi - bagi menjadi 200 porsi. Maka selama bulan Ramadhan, total ada 6.000 porsi bubur India yang dibuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ahmad, tradisi bubur India ini meneruskan apa yang sejak dulu dilakukan warga di Pekojan selama bulan Ramadhan. Mereka tidak pernah berganti menu. Kalau pun ada tambahan adalah lauk pauk yang merupakan sumbangan dari donatur.

"Dulu kan yang berdakwah orang - orang Gujarat yang keturunan India. Itu orang - orang yang tangguh dalam berdakwah. Lalu mereka membangun masjid di sini, dan kebiasaan dari sana itu ya otomatis dibawa juga, salah satunya makan bubur rempah yang kemudian orang menyebutnya bubur India," jelas Ahmad saat tvonenews menemaninya mengolah bubur.


Proses pembuatan bubur India di Masjid Pekojan Semarang saat bulan Ramadhan. (Teguh Joko)

Ia menambahkan, ceritanya kalau kumpul - kumpul itu orang di Pekojan santapan menunya bubur. Termasuk waktu berbuka puasa bersama - sama. Lalu diteruskan sampai sekarang.

"Kan di Pekojan ini masyarakatnya keturunan Gujarat yang disebut orang Khoja, yang bermukim banyak, makanya disebut kampung Pekojan," kata Ahmad.

Ahmad pun bercerita tentang bubur India ini. Bahan utamanya adalah beras. Kemudian bumbunya ada bawang putih, bawang merah, rempah - rempah seperti laos, serai, kapulaga, kayumanis, daun salam, dan ditambah daun pandan agar wangi. Campuran lainnya adalah potongan wortel dan daun bawang sebagai sayur.

Semua bumbu tersebut direbus dalam panci tembaga besar berisi air hingga mendidih dengan bahan bakar kayu. Kemudian berasnya dimasukkan. Nah, proses selanjutnya cukup lama. Pembuat harus terus mengaduk agar buburnya tidak gosong. Setelah hampir matang, dimasukkan santan kelapa dan terus diaduk selama dua jam sampai matang dan jadi bubur India.

"Ciri khas bubur ini adalah aroma rempahnya yang kuat. Nanti kalau sudah matang dan kentalnya pas, didiamkan dulu selama setengah jam agar menjadi hangat. Nanti membaginya, kalau masyarakat sekitar pada datang bawa tempat sendiri seperti mangkuk, rantang, dan lain - lain. Kalau pas buka puasa untuk siapapun yang datang ke masjid," jelasnya.

Penyajian bubur ini memakai mangkuk yang ditata berjejer di serambi masjid Pekojan. Yang menyumbangkan lauk pauk tiap hari, mengirim menu yang berbeda. Ada gule, sayur lodeh, opor, serta sambal goreng tahu.

Kemudian ada juga buah seperti semangka atau melon dan yang rutin adalah kurma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tiap Ramadhan selalu menyempatkan ke sini. Suasananya beda. Dan buburnya enak, rasa dan aromanya benar - benar khas. Mirip nasi uduk tapi ini kan bubur yang lebih cair dan kental. Dan tiap hari lauknya ganti - ganti," cerita Hendi, warga Semarang.

Banyak musafir yang datang ke sini selain untuk sholat juga ingin merasakan nikmatnya bubur India yang jarang ditemui. (Tjs/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Indonesia bakal mengikuti forum The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Peran keluarga kini menjadi benteng utama dalam melindungi anak generasi muda dari ancaman judi online (judol) dan penipuan digital. 
Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Lomba Cerdas Cermat yang diadakan MPR RI jadi sorotan publik setelah dewan juri menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR sikapi permohonan maaf juri
Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT