GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Terkecoh, Ini Perbedaan Dukun dan Ahli Hikmah Menurut Buya Yahya

Menurut Buya Yahya ahli hikmah akan nampak pada wajahnya kekhusyukan dan tidak mengajarkan hal-hal tidak baik dan sebaliknya para dukun mengajarkan su’udzon.
Senin, 10 April 2023 - 21:07 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar

tvOnenews.com - Salah satu ulama dan pendakwah yang cukup ternama di Indonesia yakni Yahya Zainul Maarif. atau yang dikenal dengan nama Buya Yahya pun menjelaskan tentang perbedaan dari seorang dukun dan juga ahli hikmah.

Dalam suatu kesempatan ketika sedang berceramah yang jida ditayangkan dalam tayangan video di media sosial youtube Al Bahjah TV, Buya Yahya mendapatkan pertanyaan tentang perbedaan dari dukun dan juga seorang ahli hikmah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut Buya Yahya menjelaskan kalau kiai ilmu kedukunan adalah mereka yang ketika menimba ilmu di pondok pesantren yang justru mempelajari hal-hal keramat yang merupakan kemaksiatan.

"Ilmu Hikmah adalah ilmu yang sudah menempel di dalam diri orang-orang soleh, misalnya dia ngasih doa dan mudah terkabul. Lalu soal ruqyah, itu kan syar'i aslinya, karena nabi mengajarkan ruqyah atau membaca surat alfatihah untuk obat. " Kata Buya Yahya. 

Tapi saat ini menurut Buya Yahya ruqyah sendiri sudah melenceng jauh dimana kini sudah dicemari dengan berbagai macam hal mistis

Seorang ahli hikmah akan nampak pada wajahnya kekhusyukan dan tidak mengajarkan hal-hal yang tidak baik dan sebaliknya para dukun akan lebih cenderung ngelantur dan mengajarkan su’udzon.

“Kalau Ruqyah itu sederhana, kalau datang ahli hikmah itu akan tampak di wajahnya kekhusyukan, rasa takut kepada Allah, tidak mengajarkan hal yang tidak baik, tidak ngajarin su’udzon,” jelas Buya Yahya.

Seorang dukun biasanya akan mengajarkan suudzon ketika mencoba menjelaskan suatu masalah, contohnya ketika dirinya coba untuk menyelesaikan masalah yang terjadi didalam rumah. Ketika dia mencoba untuk menyelesaikan masalah ia akan bertanya dan berprasangka buruk pada orang lain.

“Kemarin siapa yang datang ke rumahmu. Akhirnya suudzon sama pamannya, prasangka buruk dengan bibinya,” kata Buya Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi perbedaan seorang ahli hikmah dan dukun dilihat dari cara menyelesaikan sebuah masalah, dimana ahli hikmah menyelesaikannya dengan hikmah, tidak su'udzon dan berdoa demi kebaikan.

Sementara para dukun, mereka biasanya akan berkelakuan seperti seseorang yang tahu dan ahli tentang hal-hal gaib.  (akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT