Orang yang Sudah Meninggal Tahu Kalau Dikirim Hadiah Al Fatihah dari Keluarga atau Kerabatnya yang Masih Hidup? Buya Yahya Bilang Begini, Katanya itu...
- tim tvOnenews
tvonenews.com - Mengirim surat Al Fatihah kerap dilakukan masyarakan kepada anggota keluarga atau kerabat yang sudah meninggal dunia.
Namun terkadang muncul pertanyaan dari sebagian awam, apakah surat Al-Fatihah yang dikirimkan sebagai hadiah kepada orang yang sudah meninggal kemudian sampai?.
Buya Yahya menjelaskan terkait al-fatihah yang dikirimkan apakah sampai kepada orang meninggal atau tidak berikut ini.
Orang yang Sudah Meninggal Tahu Kalau Dikirim Hadiah Al Fatihah dari Keluarga atau Kerabatnya yang Masih Hidup? Buya Yahya Bilang Begini, Katanya itu...Source: istockphoto
Dilansir Jumat (28/07/23) dari tayangan YouTube channel Buya Yahya dengan judul "Hukum riba berbeda dengan hukum Bank | Buya Arrazy," yang diunggah pada 28 Oktober 2023.
"Kalau kita bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW lalu dihadiahkan kepada guru, teman baik, yang masih hidup atau sudah wafat apakah diperbolehkan seperti Al-Fatihah?. Apakah mereka mengetahui apabila kita mendoakan mereka dan apakah doa ini menjadi tempat berkumpulnya kita dengan orang saleh?," tanya salah satu jamaah kepada Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bab menghadiahkan pahala.
"Al-Fatihah dihadiahkan. Sebetulnya tidak harus fatihah saja, bisa saja yang lainnya, khatam quran, shalawat bisa, 1000x kali baca shalawat, dan ucapkan ya Allah sampaikan kepada siapapun," terang Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan apakah fatihah juga boleh disampaikan walaupun Nabi sudah mulia, tapi masih bisa diangkat lagi dan tidak dilarang.
Kemudian Buya Yahya menjelaskan bahwa apakah orang meninggal dunia mengetahui jika ada yang mengirimkan doa?.
Dalam hal ini Imam Malik mengatakan bahwa ruhnya orang meninggal dunia itu memang ada tempatnya sendiri.
"Orang meninggal itu ada tempatnya sendiri, bukan di dalam kubur itu bukan. Ada namanya alam barzah, kemudian tempatnya kalau orang kafir disini, orang beriman disini," terang Buya Yahya.
Buya Yahya menegaskan bahwa ruh itu mutlak, tidak terikat dengan materi, dan berbeda alam. Analoginya seperti kita ingin melihat Amerika, kita harus kesana dahulu. Namun berbeda dengan alam barzah, tidak perlu demikian.
Load more