News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekspresi Penduduk Pompeii, Kota yang Diazab Allah, UAS: Wajah Mati Karena Hubungan Seksual Terlarang

Salah satu kota yang diazab oleh Allah SWT karena perilaku menyimpang adalah Pompeii. Ustaz Abdul Somad mengatakan mereka tak sempat merubah ekspresi wajah.
Rabu, 23 Agustus 2023 - 15:48 WIB
Mayat Penduduk Pompeii, Salah Satu Kota yang Diazab oleh Allah SWT
Sumber :
  • pompeiisites.org

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu kota yang pernah diazab oleh Allah SWT karena perilaku penduduknya menyimpang adalah Pompeii.

Pompeii adalah kota zaman Romawi kuno dekat kota Napoli atau yang sekarang berada di wilayah Campania, Italia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam kanal YouTube Mineral Oil, Pompeii yang kini telah menjadi puing itu merupakan salah satu kampung yang diisi oleh homo.

“Lalu kemudian datang lahar dari bukit turun ke bawah, rata dengan tanah. Sampai-sampai mereka berubah menjadi patung-patung batu,” ujar Ustaz Abdul Somad.


Mayat Penduduk Kota Pompeii (Pompeiani) yang Terawetkan Usai Letusan Gunung Vesuvius (wikipedia common)

Kata Ustaz Abdul Somad, warga Kota Pompeii diazab oleh Allah dengan ditimpa lahar.

“Tidak sempat merubah ekspresi wajah, ekspresi wajah orang homo yang mati dalam keadaan melakukan hubungan seksual terlarang,” tandas Ustaz Abdul Somad. 

“Tak sempat merubah dari wajah kesakitan dengan wajah penderitaan, begitu yang dialami oleh masyarakat Pompeii,” sambung Ustaz Abdul Somad. 

Oleh sebab itu, kata Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa kita berdakwah karena mengajak ke jalan yang benar bukan karena benci.

“Tapi karena ingin menyelamatkan. Supaya kita selamat ‘ta’muruna bil ma’ruf,’ ajak mereka berbuat baik. ‘wala tanhar bil munkar,’ larang mereka jangan sampai melakukan perbuatan munkar,” tandas Ustaz Abdul Somad. 

Sejarah Kota Pompeii


Salah Satu Situs di Kota Pompeii (pompeiisites.org/Cesare Abbate)

Kota Pompeii didirikan oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah pada sekitar abad ke-6 SM.

Pompeii diyakini bahwa Pompeii diazab oleh Allah SWT karena terkenal dengan kemerosotan moralnya selama Kekaisaran Romawi. 

Pergaulan bebas merajalela di kota Pompeii, dimulai dari lawan jenis dan sesama jenis yang hampir menjadi kebiasaan masyarakat. 

Kota Pompeii hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. 

Abu letusan gunung berapi mengubur kota Pompeii dan seluruh penduduknya sedalam beberapa meter hingga menghilang selama 1.600 tahun.

Kemudian 1.600 kemudian atau pada 1748, Pompeii kembali ditemukan secara tidak sengaja.

Sementara dilansir dari situs https://p2k.stekom.ac.id/ tentang eksiklopedia dunia, Pompeii telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana yang menggali sebuah jalan baru untuk Sungai Sarno.

Namun, baru sekitar 150 tahun kemudian kota Pompeii dibebaskan dari timbunan tanah.

Letusan Gunung Vesuvius

Sejarah mencatat pada 24 Agustus tahun 79, Gunung Vesuvius meletus dengan dahsyat. 

Saat itu, awan panas, batuan dan abu menghujam ke dua kota, Pompeii dan Herculaneum. 

Kedua kota yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius itu akhirnya hilang dan terlupakan.

Penemuan Pompeii

Kemudian, sekitar 1.600 tahun kemudian, Kota Pompeii  dan Herculaneum akhirnya ditemukan. 

Kedua kota itu ditemukan pada tahun yang berbeda, Kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, sementara Pompeii pada 1748. 

Saat ditemukan, ada jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu dengan berbagai pose. 

Raja Charles VII dari Kerajaan Dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini. Bahkan, hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. 

Arkeolog yang menjadi pionir dalam penemuan situs bersejarah tersebut adalah Giuseppe Fiorelli.

Penemuan Para Arkeolog


Salah Satu Bagian dari Situs Sejarah Kota Pompeii (wikipedia common)

Arkeolog berkebangsaan Italia bertanggung jawab dalam ekskavasi pada 1860.

Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur.

Sehingga terbentuklah kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.

Adapun bangunan yang diselamatkan dengan baik adalah bangunan untuk keperluan sosial, pemandian, beberapa rumah atau gedung dan sejumlah villa.

Bahkan, sebuah hotel seluas 1.000 meter persegi ditemukan dekat lokasi kota. 

Hotel itu kemudian dinamakan dengan "Grand Hotel Murecine".

Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno dimana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. 

Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak data. Hal ini karena kota ini berada di kaki gunung. 

Namun dari hasil penelitian para arkeolog, jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola sesuai tradisi Romawi kuno.

Setelah penggalian mendalam di bagian yang lebih tua, ditemukan petunjuk bahwa ada peristiwa-peristiwa lain yang telah melanda kota Pompeii sebelum terjadinya ledakan dahsyat dari Gunung Vesuvius.

Dengan menggunakan penanggalan karbon, lapisan yang tertua di Kota Pompeii diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM, sekitar masa pendirian kota itu. 

Sementara dari hasil lapisan sedimen lainnya, diprediksi bahwa jalan kota Pompeii dibuat oleh orang Romawi pada sekitar abad ke-4 SM dan abad ke-2 SM. 

Pada penggalian-penggalian awal situs ini, sesekali ditemukan lubang di dalam lapisan abu yang berisi sisa-sisa tulang manusia. 

Bahkan, ditemukan bentuk-bentuk yang sangat akurat dan mengerikan dari Pompeiani atau sebutan dari warga Pompeii yang gagal melarikan diri saat tragedi terjadi.

Bahkan, dari penemuan yang ada, tampak ekspresi ketakutan yang cukup jelas terlihat.

Kota Pompeii memberikan gambaran mengenai kehidupan kota Romawi pada abad pertama. 

Dari penemuan yang ada telah memperlihatkan bahwa Pompeii adalah kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. 

Bahkan bukti-bukti yang ada menunjukkan secara rinci kehidupan sehari-hari mereka. 

Misalnya, grafiti yang dipahat di dinding, memberitahu kita pada nama suatu jalan.

Saat letusan terjadi, diduga Kota Pompeii mungkin memiliki penduduk sekitar 20.000 orang dan menjadi vila-vila liburan orang Roma.

Ditemukan Rumah Bordil dan Pose Erotis


Lupanar, Rumah Bordil di Kota Pompeii (wikipedia common)

Pada saat penggalian tahun 1748, ditemukan berbagai pose erotis. 

Temuan ini membuat malu para sarjana dan cendekiawan era Victoria. 

Raja Francis I yang menghadiri pameran koleksi temuan dari Pompeii pada 1819, menjadi marah ketika melihat koleksi yang dianggap mesum kala itu.

Selain itu, di Kota Pompeii ditemukan Lupanare (Lupanar) atau rumah bordil paling terkenal di reruntuhan Pompeii. 

Bangunan rumah bordil ini terletak sekitar 2 blok dari alun-alun pusat kota.

Lupanar dibangun dari batu dan memiliki 10 kamar, lima di lantai bawah dan sisanya berada di loteng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap lantai dilengkapi dengan kamar mandi. Salah satunya ditemukan di bawah tangga. 

Dalam setiap kamar, ada tempat tidur batu yang dulunya dilapisi matras tipis.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jenazah Tihwin Nuryanto, Korban KM Virgo Transport 8, Dimakamkan Bersebelahan dengan Makam Kakaknya di Madiun

Jenazah Tihwin Nuryanto, Korban KM Virgo Transport 8, Dimakamkan Bersebelahan dengan Makam Kakaknya di Madiun

Belum genap satu pekan sejak pemakaman anak pertamanya Taruno Hidayat (46), duka kembali mendatangi pasangan suami istri Wagimun (75) dan Taniyati (64) warga Kabupaten Madiun.
Kim Sang-sik Akui Malu Berat usai Vietnam Dikalahkan Thailand dan Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kim Sang-sik Akui Malu Berat usai Vietnam Dikalahkan Thailand dan Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, menyampaikan permintaan maafnya setelah kekalahan dari Thailand. Dia mengaku malu karena gagal lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kerangka Manusia Ditemukan di Bantaran Sungai Citarum Pebayuran, Rambut Panjang Masih Menempel

Kerangka Manusia Ditemukan di Bantaran Sungai Citarum Pebayuran, Rambut Panjang Masih Menempel

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya penemuan kerangka manusia yang menggegerkan warga di sekitar bantaran Sungai Citarum Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Rambut panjang masih menempel.
Clandestine Lab Etomidate Beroperasi Sejak Agustus 2026 di Rumah Cluster PIK Dibongkar, WN China Jadi Pekerja Dapat Upah Rp13,3 Juta

Clandestine Lab Etomidate Beroperasi Sejak Agustus 2026 di Rumah Cluster PIK Dibongkar, WN China Jadi Pekerja Dapat Upah Rp13,3 Juta

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar clandestine lab narkotika jenis etomidate yang beroperasi di sebuah rumah di PIK. WN China jadi pekerjanya.
Permintaan Khusus John Herdman kepada Para Suporter Timnas Indonesia Jelang Duel Kontra Bangladesh

Permintaan Khusus John Herdman kepada Para Suporter Timnas Indonesia Jelang Duel Kontra Bangladesh

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta para suporter kembali memberikan dukungan penuh ketika skuad Garuda menghadapi Bangladesh.
Megawati Hangestri Bawa Efek Besar ke Hyundai Hillstate, Dua Rekan Setim Blak-blakan soal Megatron

Megawati Hangestri Bawa Efek Besar ke Hyundai Hillstate, Dua Rekan Setim Blak-blakan soal Megatron

Megawati Hangestri mulai merasakan atmosfer baru bersama Hyundai Hillstate menjelang musim V-League 2026/2027. Dua rekan setimnya, Han Mi-reu dan Jeong Ji-yun.

Trending

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
Hasil UEFA Nations League di Liga A Semalam: Inggris dan Spanyol Kompak Raih Tiga Poin Penuh

Hasil UEFA Nations League di Liga A Semalam: Inggris dan Spanyol Kompak Raih Tiga Poin Penuh

Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama berhasil meraih tiga poin penuh dalam lanjutan Liga A UEFA Nations League. Inggris menaklukkan Republik Ceko selagi Spanyol mengalahkan Kroasia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT