News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah Jika Bergerak Tiga Kali Shalat Jadi Batal? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad dan MUI

Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan jemaah tentang gerakan tiga kali yang disebut membuat shalat batal. Simak penjelasan UAS dan berbagai mazhab.
Kamis, 24 Agustus 2023 - 01:00 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS) Jelaskan Gerakan yang Membatalkan Shalat
Sumber :
  • kolase tvOnenews/YouTube Ustaz Abdul Somad Official/tim tvOnenews/Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan jemaah tentang batalnya shalat setelah gerakan tiga kali.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa yang membuat shalat batal adalah jika gerakan yang dilakukan tidak memiliki hajat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau gerakannya tidak ada hajat batal, tapi jika ada hajat tidak,” ujar Ustaz Abdul Somad dalam potongan video ceramah beliau yang diunggah di kanal YouTube Tanya Ustaz Abdul Somad.

Kemudian Ustaz Abdul Somad memberi contoh gerakan memiliki hajat yang dimaksud.


Ilustrasi Orang Shalat (tim tvOnenews/julio)

“Misal sedang shalat, lewat ular, maka boleh bergerak untuk memukul,” tandas Ustaz Abdul Somad.

Contoh kedua kata Ustaz Abdul Somad adalah misal ketika shalat namun tiba-tiba ada orang yang butuh pertolongan. 

“Misal sedang shalat outdoor, ada orang buta butuh pertolongan, gerak dan tolong tapi jangan bicara,” ujar Ustaz Abdul Somad.

“Gerakan punya hajat, gerakan harakah ajnabiyah,” sambung Ustaz Abdul Somad.

Sementara gerakan yang tidak ada hajat sama sekali, seperti menengok-nengok ke atas atau bawah.

Apakah Gerak-gerakin Telunjuk saat Tahiyat Akhir Bikin Batal Shalat?


Ilustrasi Orang Shalat (envato element)

Ustaz Abdul Somad tegas mengatakan bahwa itu adalah gerakan shalat.

Namun setiap mazhab saat tahiyat, setiap mazhab memiliki cara berbeda dalam menggerakkan jari telunjuk.

“Itu gerakan shalat,” kata Ustaz Abdul Somad.

“Mazhab Syafi’i gerak sekali, mazhab Hanafi gerak dua kali, mazhab Hambali gerak setiap lafadz Allah, mazhab Maliki bergerak dari awal hingga selesai,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Penjelasan Berbagai Mazhab Soal Gerakan-gerakan yang Bisa Batalkan Shalat

Dilansir tvOnenews dari tulisan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di laman MUI Digital, dijelaskan bahwa para Fuqaha (para ahli fiqih) sepakat bahwa gerakan banyak dan berturut turut dalam shalat dapat membatalkan shalat.

Sekalipun dalam keadaan lupa, karena gerakan yang banyak bisa menghilangkan tujuan utama shalat.

Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang esensi dari “gerakan banyak“.

Mazhab Hanafi

Menurut pengikut (mazhab) Hanifiyah, segala gerakan yang tidak termasuk dalam gerakan shalat dan bukan pula gerakan untuk memperbaiki kesempurnaan shalat, jika sering dilakukan maka bisa membatalkan shalat.

Contohnya seperti menambah rukuk atau sujud.

Ulama mazhab ini memberikan kriteria gerakan banyak itu adalah gerakan dalam shalat yang tidak diragukan oleh yang memperhatikannya.

Bahwa gerakan yang dilakukan orang shalat tersebut tidak termasuk dalam gerakan yang telah ditentukan dalam shalat.

Mazhab Maliki

Sementara ulama mazhab Malikiyah menyatakan bahwa gerakan banyak membatalkan shalat, baik itu sengaja ataupun dalam keadaan lupa.

Contohnya seperti menggaruk anggota tubuh, menyela-nyela jenggot, memperbaiki posisi serban di atas pundak, atau mendorong orang lewat ketika dia shalat.

Adapun gerakan sedikit dan sangat ringan yang dapat membuat shalat batal seperti memberi isyarat kepada orang lain atau mengelus elus kulit. 

Sementara gerakan yang sedang (antara banyak dan kecil) seperti berpaling dari arah kiblat.

jika dilakukan sengaja, maka shalat akan batal.

Namun jika tidak disengaja tidak dianggap membatalkan shalat.

Mazhab Syafi’i

Ulama mazhab Syafi’i mengatakan bahwa gerakan banyak dalam shalat, sengaja atau tidak, dapat membatalkan shalat. 

Dan batasan banyak atau tidaknya ditentukan oleh adat kebiasaan masyarakat.

Gerakan ringan seperti menggerakkan jari di saat bertasbih atau menggerakkan pelupuk mata tidak membatalkan shalat. 

Dua langkah atau dua pukulan dianggap gerakan sedikit, dan tiga langkah atau lebih dan al tawali (berturut turut) menurut syafiiyaah sudah dianggap gerakan banyak.

Menurut Mazhab Syafi’i, makna al-tawali adalah sebuah gerakan yang dianggap tidak terputus dari gerakan yang lain.

Menurut Syafi’iyyah gerakan sederhana yang tidak termasuk gerakan shalat berdasarkan kebiasaan masyarakat bahwa itu tidak termasuk dari gerakan banyak yang membatalkan shalat, sebagaimana tidak membatalkan shalat gerakan yang tidak berturut turut sekalipun banyak kali dilakukan.

Hal ini, berdasarkan sebuah riwayat bahwa Nabi SAW pernah membuka pintu untuk Aisyah dan pernah menggendong Umamah (cucunya) dan menurunkannya padahal beliau dalam keadaan shalat.

Kemudian gerakan banyak jika dilakukan karena ada uzur seperti dalam keadaan sakit yang mengharuskan bergerak banyak dalam shalat, dianggap tidak membatalkan shalat. 

Adapun gerakan banyak yang tidak berturut turut dimakruhkan jika hal itu tidak dibutuhkan.

Mazhab Hambali

Hanabilah pada dasarnya sependapat dengan Syafiiyah.

Hanya saja mereka tidak menentukan gerakan banyak itu dengan jumlah, termasuk batasan minimal tiga kali gerakan.

Dari penjelasan di atas, ala kulli hal, maka bisa disimpulkan bahwa batalnya shalat adalah karena melakukan gerakan selain dari gerakan yang telah ditentukan oleh para ulama dalam shalat.

Dilakukan secara al tawali (berturut turut) dengan pembatasan jumlah gerakan tergantung dari adat kebiasaan masyarakat.

Dilakukan tanpa ada uzur atau kebutuhan

Tidak menghilangkan tuma’ninah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, sebaiknya, orang yang shalat tidak melakukan gerakan tambahan di luar gerakan shalat kecuali jika dalam keadaan terpaksa. 

Wallahua’lam

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Beri Penghormatan Terakhir

Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Beri Penghormatan Terakhir

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri upacara persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur saat menjadi penjaga perdamaian di Lebanon.
Dukung Megawati Hangestri di Final Four Proliga 2026, Yeum Hye-seon Saksikan Langsung Laga Jakarta Pertamina Enduro vs Popsivo

Dukung Megawati Hangestri di Final Four Proliga 2026, Yeum Hye-seon Saksikan Langsung Laga Jakarta Pertamina Enduro vs Popsivo

Megawati Hangestri akan mendapatkan suntikan tenaga pada pertandingan keduanya bersama Jakarta Pertamina Enduro di babak final four Proliga 2026.
Isu Kelangkaan BBM Picu Keresahan Publik, DIR Bongkar Fakta soal Memanasnya Persepsi yang Jadi Pemantik

Isu Kelangkaan BBM Picu Keresahan Publik, DIR Bongkar Fakta soal Memanasnya Persepsi yang Jadi Pemantik

Deep Intelligence Research (DIR) mengungkap bahwa isu kelangkaan BBM memiliki sensitivitas tinggi dan dapat dengan cepat memicu keresahan sosial jika tidak dikontrol dengan tepat.
Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,7

Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,7

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi di Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Sabtu (4/4/2026).
Presiden Prabowo Dijadwalkan Berikan Penghormatan Terakhir untuk Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo Dijadwalkan Berikan Penghormatan Terakhir untuk Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan memberikan penghormatan terakhir terhadap tiga prajurit TNI anggota UNIFIL yang gugur saat bertugas di Lebanon.
Pilu, Tangis Keluarga Pecah saat Peti Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air

Pilu, Tangis Keluarga Pecah saat Peti Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air

Sanak keluarga yang ditinggalkan menghadiri upacara persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur saat menjadi penjaga perdamaian di Lebanon.

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum polisi  Bhabinkamtibmas yang bertugas di Polsek Ngadirojo Polres Pacitan Polda Jatim dilaporkan istrinya sendiri, Bella ke Propam Polres Pacitan lantaran diduga melakukan KDRT.
Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Dedi Mulyadi siapkan program angkot listrik di Jawa Barat. Rencana transportasi umum modern ini diungkap saat bertemu sopir angkot berusia 76 tahun.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT