Akibat Sering Menunda Salat, Ustaz Adi Hidayat Sampaikan Hal ini, Coba Saja Anda Masih Berani atau Tidak Setelah Mendengar Penjelasannya?
tvOnenews.com - Banyak orang kerap menunda salat, baik yang disengaja maupun tidak, meskipun terkadang tidak dalam suatu kesibukan.
Hal ini kemudian menjadi sebuah kebiasaan menunda salat, meskipun itu adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim.
Lantas bagaimana hukumnya menunda salat dalam hukum Islam? Apakah termasuk dosa besar?.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa menunda salat termasuk dalam lima golongan berikut ini.
Ilustrasi Akibat menunda salat, menurut Ustaz Adi Hidayat. Source: istockphoto
"Ustaz, apa bedanya tentang afuwwun, ghofur, dan ghofar?," tanya salah satu jamaah, dilansir dari YouTube Islam yt official, Sabtu, (26/08/23).
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa aturan tersebut sudah tertulis dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 286, Quran Surat Ghafir Ayat 3
QS. Al-Baqarah ayat 286
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
QS. Ghafir Ayat 3
غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya: Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).
Quran Surah Az Zumar Ayat 53
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa jenis kesalahan dalam Quran dibagi menjadi lima. Pertama, kesalahan yang belum tentu ada dosanya, disebut dengan khoto atau khotoun.
Contohnya, seseorang yang terlambat menunaikan salat ashar pada jam 14.50 WIB. Kemudian ia salat jam 15.00 WIB.
"Salah tidak? Salah. Dosa tidak? Belum tentu. Mungkin saya terlambat bangun. Maka kesalahan yang belum tentu ada dosanya disebut khoto," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Sifat Allah, yakni memaafkan hamba yang salah dan belum tentu ada dosanya disebut Al Afuww.
Kedua, kesalahan yang ada dosanya. Contohnya, seseorang yang memperlambat salat, sudah masuk waktunya, namun dia sengaja melambatkan salatnya.
"Salah gak? Salah. Dosa gak? Dosa. Dosanya disebut dengan Dzanbun," papar Ustaz Adi Hidayat.
Sifat Allah kepada hamba yang salah dan ada dosanya walaupun kecil, disebut ghofir.
Sudah salatnya terlambat, kemudian ngajak orang gak salat. "Salah gak? Salah. Dosa gak? Nambah. Disebut dzunubun," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Sifat Allah yang mengampuni orang seperti ini ditambah, ghofarun.
Sudah tidak mengajak orang salat, tiba-tiba bergosip kepada orang yang beribadah. "Eh si itu mah saleh ya. Pengen ke masjidnya duluan dibandingkan kita," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Padahal orang tersebut terlambat. "Salah lagi gak? Salah. Disebut dzunubun ma'adzulmi. Menghalangi orang salat, dalam Al-Baqarah ayat 114.
Dimaafkan lagi oleh Allah, sifat ini disebut ghofurun. Kemudian yang terakhir adalah, sudah mabuk, gosip juga.
"Salah gak? Dosa gak? Disebut dengan israfun. Kemudian sifat Allah yang memaafkan disebut dengan rahimun. Surat Az Zumar ayat 53," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa jika digabungkan dari lima kesalahan tersebut, maka tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 286.
"Jadi maaf, kalau Allah sudah mengatakan. Dosa sebesar apapun kamu, saya ampuni. Pernah mabuk, pernah zina, pernah salah, silahkan kesini. Mendekat, Saya ampuni kamu," terang Ustaz Adi Hidayat.
Kalau Allah sudah memberikan itu semua, kita masih tidak mau minta ampun, dengan cara apalagi mesti diampuni dosanya.
Ustaz Adi Hidayat pun berpesan agar umat muslim bisa saling menguatkan, kenali anggota keluarganya, tutup rahasianya, dan jadikan keluarga kita baik karena Allah SWT.
Kedua, tolong isilah keluarga dengan sakinah, mawaddah, warrahmah. Sakinah, ketentraman dalam kebaikan, mawaddah sifat baik dalam perhatian fisik, ajak orang ibadah, ajak orang baca Quran.
Dan warrahmah, perhatikan itu semua karena Allah SWT Maha Pengasih, Penyayang, dan Maha Pemberi Ampunan.
(udn)
Load more