11 Penyebab Orang Meninggal Dunia yang Tergolong dalam Mati Syahid
- ANTARA
Terbunuh di Jalan Allah
Menurutnya, sebagian besar sahabat Nabi yang mati syahid adalah mereka yang terbunuh dalam berbagai peperangan.
Akan tetapi, yang termasuk dalam sabilillah bukan hanya perang.
Apalagi perang di zaman ini memerlukan syarat dan kriteria yang sangat ketat untuk bisa dikategorikan sebagai perang fi sabilillah.
Di dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Majelis Tarjih Muhammadiyah mengartikan sabilillah dalam pengertian yang umum dan sangat luas, yakni sebagai jalan (apapun) yang menyampaikan kepada keridhaan Allah, berupa segala amalan yang diizinkan Allah untuk memuliakan kalimat (agama)-Nya dan melaksanakan hukum-hukum-Nya.
Mati di Jalan Allah
Pada pengertian ini, diungkapkan kategori mati syahid fi sabilillah karena non perang.
Misalnya, mati saat menuntut ilmu, meninggal karena kecelakaan di perjalanan dakwah, wafat ketika sedang di dalam agenda dakwah hingga wafatnya seorang penegak hukum saat bertugas memberantas kemaksiatan dan kemungkaran.
Berdoa atau Rindu Agar Mati di Jalan Allah
Dalam sebuah hadits Muslim diriwayatkan.
Rasulullah Saw bersabda,
“Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur dari dalam hatinya, maka Allah akan memberinya pahala syuhada meskipun ia meninggal di atas kasur.”
Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang mati di atas tempat tidur pun bisa memiliki pahala syahid.
Jika orang itu sungguh-sungguh berjuang di jalan Allah semasa hidupnya dan senantiasa berdoa agar diambil nyawanya ketika sedang menjalankan tugas di jalan Allah.
Meninggal Karena Wabah Penyakit atau Pandemi
Rasulullah juga pernah bersabda tentang penyakit tha’un.
Dalam hadits itu dijelaskan bahwa mereka yang wafat dalam keadaan beriman dan tertular penyakit itu akan disifati sebagai wafat dalam keadaan syahid.
Hal itu berdasarkan hadits riwayat Muslim berikut ini.
Rasulullah Saw pernah bersabda yang artinya,
“Siapa yang mati karena suatu wabah penyakit, juga syahid.”
Selain juga ada hadits riwayat Bukhari dari Siti ‘Aisyah yang artinya,
“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang masalah tha’un lalu beliau mengabarkan, bahwa tha’un adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun yang menderita tha’un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah mentakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid.”
Load more