Setelah Shalat Dhuha Dianjurkan Baca Doa Ini, Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Sesuai dengan Sunnah Nabi SAW
- istockphoto
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam sebuah ceramah, Ustaz Syafiq Riza Basalamah membagikan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat dhuha.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan bahwa doa setelah shalat dhuha ini berdasarkan hadits shahih.
Seperti kita ketahui bahwa shalat dhuha memiliki banyak keutamaan sama seperti shalat tahajud.
Diantaranya dapat mengundang dan melancarkan rezeki dan menjadi amalan penghapus dosa.
Namun ada satu doa yang mungkin masih belum banyak diamalkan setelah shalat dhuha sesuai dengan sunnah Nabi SAW.
Menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah doa ini merupakan bacaan sunnah yang dibaca setelah shalat dhuha yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.
Sebagaimana hadits Bukhari bahwa, Nabi melaksanakan shalat dhuha, kemudian beliau berkata 'Allahummaghfirli watub alayya innaka antat tawwabur rahim' sebanyak 100x.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: صَلَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الضُّحَى ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، حَتَّى قَالَهَا مِئَةَ مَرَّةٍ
Artinya: Aisyah berkata, "Rasulullah SAW melaksanakan sholat dhuha, kemudian beliau mengucapkan: Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohim (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun), hingga 100 kali." (HR Bukhari).
Kaum muslimin yang melaksanakan shalat dhuha hendaknya bisa membaca doa ini agar sesuai dengan sunnah Nabi SAW.
Menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah, bacaan yang umum dibaca setelah shalat dhuha bukan merupakan sunnah dari Nabi SAW.
"Jadi inilah bacaan yang sunnah dibaca setelah shalat dhuha," terang Ustaz Syafiq Riza Basalamah, dilansir dari YouTube Liaistifaroh, Selasa (14/11/23).
"Adapun bacaan Allahumma Inna dhuha, dhuha uka, wal bahaa bahaa uka, itu doa bukan sunnah dari Rasulullah SAW," sambungnya menegaskan.
Niat Shalat Dhuha

Setelah Shalat Dhuha Dianjurkan Baca Doa Ini, Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Sesuai dengan Sunnah Nabi SAW (envato element)
Adapun bacaan dari niat shalat dhuha adalah sebagai berikut:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatad dhuha rok’ataini lillaahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat melakukan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Shalat Dhuha

Setelah Shalat Dhuha Dianjurkan Baca Doa Ini, Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Sesuai dengan Sunnah Nabi SAW (pexels)
Shalat dhuha dapat dikerjakan paling sedikit 2 rakaat, namun bisa juga dilaksanakan 4 rakaat, 6 rakaat, dan paling banyak 8 rakaat.
Waktu shalat dhuha terbagi menjadi tiga, yakni awal, tengah dan akhir. Setiap waktu memiliki kemuliaan tersendiri. Oleh karena itu, bagi setiap muslim sangat dianjurkan untuk menjalankan shalat sunnah dhuha.
Berikut tata cara shalat dhuha dimulai dari niat.
1. Membaca Niat Shalat Dhuha
أصلي سنة الضحى ركعتين لله تعالى الله أكبر
Baca: Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”
2. Rakaat pertama, membaca Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat As syams.
3. Rukuk
4. Itidal
5. Sujud
6. Duduk di antara dua sujud
7. Sujud
8. Rakaat kedua membaca Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Ad Dhuhaha.
Rukuk.
9. Itidal
10. Sujud
11. Duduk di antara dua sujud
12. Sujud
13. Tahiyat akhir

Setelah Shalat Dhuha Dianjurkan Baca Doa Ini, Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Sesuai dengan Sunnah Nabi SAW (pexels)
Jika kamu ingin dimasukkan ke dalam golongan orang yang taat, maka ibadah shalat dhuha adalah ibadah yang harus kamu tunaikan.
Menurut hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda, “Tidaklah menjaga shalat sunah Dhuha melainkan awwab. Inilah shalat awwabin” (Syarh Shahih Muslim, 6:30).
Sesuai dengan penjelasan Imam Nawawi, awwab adalah muthii' atau orang yang taat. Beberapa orang meyakini bahwa arti dari awwab adalah orang yang kembali taat.
Itulah penjelasan mengenai shalat dhuha dan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelahnya.
Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
Wallahua'lam.
(udn/put)
Load more