News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naudzubillah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang saat Pemilu: Ketamakan yang Ada di Hati Kita Akan Bangkit

Buya Yahya mengingatkan semua agar tidak melakukan money politic, pilitik uang atau serangan fajar atau sejenisnya saat Pemilu. Hal itu ajarkan kemunafikan.
Selasa, 13 Februari 2024 - 18:13 WIB
Naudzubillah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Money Politik saat Pemilu: Ajarkan Umat Kemunafikan
Sumber :
  • Tangkapan Layar/Buya Yahya Official

Jakarta, tvOnenews.com - Buya Yahya mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan money politic atau pilitik uang atau serangan fajar atau sejenisnya saat Pemilu.

Hal ini karena politik uang, serangan fajar atau apapun yang bermain uang akan mengajarkan kemunafikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau budaya memberi menjadikan seseorang menjadi munafik,” tandas Buya Yahya sebagaimana dikutip tvOnenews.com dari YouTube Al-Bahjah TV.

“Yang kita perlukan kita ini biasa jujur dengan nurani kita, batin kita, bukan menjadi orang munafik,” sambung Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar setiap orang memilih berdasarkan hati nurani.


Naudzubillah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang saat Pemilu: Ketamakan yang Ada di Hati Kita Akan Bangkit (Sumber: Istimewa)

“Kalau seandainya calon Anda baik menurut pengetahuan Anda, adalah dia baik menurut pengetahuan Anda adalah baik. Anda menduga dia baik, kemudian Anda minta kepada Allah petunjuk. Lalu Anda pilih dia tidak ada kepentingan pribadi, maka biarpun keluar Firaun atau Dajjal Anda tidak dosa,” tandas Buya Yahya.

“Karena Anda tidak menuruti hawa nafsu. Anda harus paham makna in,” sambung Buya Yahya. 

Jadi Buya Yahya mengingatkan agar semua berusaha memilih yang sesuai informasi yang Anda terima dan yakini.

“Jadi yang penting Anda ini bagaimana berusaha memilih sesuai dengan kemampuan Anda. Informasi yang Anda terima setelah Anda pilih, Anda selamat. Kalau budaya membayar ini ada ini kacau,” tandas Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan dengan tegas agar jangan sampai seperti demikian.

“Budaya apa yang akan kita hidupkan di negeri ini?” tanya Buya Yahya.

“Kami sampaikan yang memberikan uang kepada Anda artinya dia telah merusak hati Anda, telah membeli Anda,” lanjut Buya Yahya. 


Naudzubillah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang saat Pemilu: Ketamakan yang Ada di Hati Kita Akan Bangkit (Sumber: ANTARA)

Buya Yahya mengingatkan agar Anda harus menjadi orang yang merdeka di dalam memilih calon pilihan Anda.

“Karena Allah dan rasulnya. Karena ijtihad Anda, usaha Anda, bukan karena dibeli. Maka jangan pakai budaya itu,” tegas Buya Yahya. 

Buya Yahya sangat mengingatkan bahayanya politik uang atau serangan fajar.

Hal ini karena itu akan membangkitkan ketamakan yang ada di dalam hati kita.

“Ini ketamakan yang ada di hati kita akan bangkit tumbuh dengan cara semacam itu. Sehingga enggak ada kejujuran dengan nurani kita,” ujar Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar jangan sampai seorang Muslim membuka celah tersebut. 

“Maka dari awal kami tutup. Jangan dibuka ini celah. Ini celah berbahaya sekali,” tegas Buya Yahya.

“Kalau Anda buka celah, berarti Anda buka celah ketidakbaikan di sana,” sambungnya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa setiap orang harus melihat mudharat yang banyak dari politik uang atau serangan fajar.

“Maka yang kami hadirkan selama ini apa di dalam urusan pemilihan umum? Disepakati sanjung calon pilihanmu sesuka hatimu tapi jangan caci calon pilihan orang lain,” jelas Buya Yahya.

“Karena kalau Anda dengan akhlak mulia itu telah membeli hati, dahsyat,” sambung Buya Yahya. 

Buya Yahya menjelaskan jika misalnya sebenarnya sudah berpikir memang ia baik, namun jika tiba-tiba karena pamrih itu amatlah bahaya.

“Ustaz saya bangunkan pondok nanti kalau saya jadi. Padahal dia orang baik loh ya gara-gara dia menjanjikan begitu itu Anda memilihnya bukan karena Allah lagi loh ya Anda sudah terbeli,” jelas Buya Yahya. 

“Makanya budaya itu harus kita pangkas enggak boleh. Tanpa beli-belian,” lanjut Buya Yahya. 

Maka Buya Yahya mengingatkan agar jangan sampai main uang saat pemilu.

“Sampaikan tidak. Jangan main uang dan uang siapa itu nanti,” nasihat Buya Yahya.

“Kalau Anda orang baik sangat terbatas uang Anda. Kalau orang jahat pun lebih banyak duitnya nanti yang akan dikeluarkan . Loh anda tetap kalah yang baik dengan yang tidak baik mau apa Anda anda mau bersaing dengan yang tidak baik?” sambung Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan agar semua harus bisa berkata tidak.

“Anda harus berkata Anda, kalau baik akan saya pilih, gak perlu Anda bangunkan pondok say. Gak perlu Anda nyumbang ke pondok saya gak perlu,” saran Buya Yahya.


Naudzubillah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang saat Pemilu: Ketamakan yang Ada di Hati Kita Akan Bangkit (Sumber: Antara/Asprilla Dwi Adha)

“Cukup Anda baik pasti Anda Saya pilih. selesai itu saja sudah. Jangan dibuka celah ini,” lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya berpesan kepada semua calon agar berusaha dipilih dengan memperbagus akhlaknya.

“Cukup kalau Anda punya calon yang baik berakhlak yang yang mulia, maka akhlak Anda telah membeli hati orang di kiri kanan Anda,” ujar Buya Yahya. 

“Perilaku yang baik Anda, apa tim sukses berakhlak mulia, terpesona orang yang ada. Enggak usah pakai duit,” sambung Buya Yahya.

Bahkan kata Buya Yahya tidak menutup kemungkinan jika memang berakhlak mulia akan ada yang tiba-tiba malah menyumbang.

“Bahkan yang ngasih duit nanti orang itu. Misal tiba-tiba bilang saya akan dukung. Nanti kalau sudah sukses saya akan disiapkan dana saya untuk pengembangan ekonomi atau apalah,” kata Buya Yahya.

Itulah nasihat Buya Yahya jelang Pemilu 2024.

Semoga artikel ini bermanfaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu’alam

(put) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

Pelarian Taufik Hidayat alias TH (30), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya resmi berakhir. Tim Res-
Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT