Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Ungkap Fakta Meningkatnya Pembacaan Ikrar Mualaf Saat Ramadhan: Bisa 50-100 Orang
- ANTARA
Â
Surabaya, tvOnenews.com-Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) mencatat lima orang telah mengikuti prosesi ikrar mualaf atau pembacaan dua kalimat syahadat selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1445 Hijriah yang telah berjalan empat hari.
Â
"Warga negara asing (WNA) dari Australia ada yang mengikuti ikrar, di hari pertama puasa. Kalau sampai hari ini sudah lima orang," kata Juru Bicara MASÂ Helmy M Noor melalui sambungan telepon di Surabaya, Jumat.
Â
Ia menjelaskan pembacaan ikrar mualaf sebenarnya tidak hanya dilaksanakan saat momen Ramadhan, namun memang ada kecenderungan jumlahnya meningkat ketimbang hari biasa.
Â
"Kalau dalam sebulan di luar Ramadhan biasanya sekitar 5-10 orang ikrar, tetapi ini baru hari keempat sampai sudah lima orang. Kalau tahun lalu saat Ramadhan lebih dari 20 orang yang ikrar, sekitar 50-100 orang," ucapnya.
Â
Kendati demikian, pembacaan dua kalimat syahadat tak bisa serta merta dilaksanakan sebab ada tahapan verifikasi yang dilakukan oleh tim dari MAS kepada calon mualaf.
Â
Ia menyebut tahapan yang ketat itu untuk memastikan kemantapan hati calon mualaf.
Â
"Saksinya siapa, alamat di mana yang ditunjukkan melalui KTP atau paspor, dan alasannya apa," ucapnya.
Â
Ketika proses ikrar mualaf telah terlaksana, maka pihak Masjid Al-Akbar membantu para mualaf untuk lebih memahami ajaran Islam melalui kelas perseorangan yang bisa dilaksanakan daring maupun luring.
Â
"Materi soal rukun Islam, rukun iman, kemudian kalau sudah menjadi Muslim kewajibannya apa saja, seperti tata cara shalat, wudhu, puasa, dan zakat," ucap Helmy.
Â
Berdasarkan keterangan resmi MAS, satu warga asal Kabupaten Jombang bernama Ida Suliyati membaca dua kalimat syahadat.
Â
Pelaksanaan ikrar yang langsung dipimpin Imam Besar MASÂ Kiai Abdul Hamid Abdullah berlangsung setelah pelaksanaan ibadah Shalat Jumat.
Â
Ida Suliyati yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) karena pemilik rumah di tempatnya bekerja memiliki toleransi antar-sesama umat beragama.
Â
Ia mengatakan setiap hari Minggu pemilik rumah memintanya untuk melaksanakan ibadah di gereja terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugas.
Â
"Pak Habibi pemilik rumah juga setiap hari setelah Subuh selalu menayangkan siaran langsung dari Mekkah dan Madinah tentang ritual ibadah yang membuat saya tersentuh untuk memeluk Islam," ucapnya.
Load more