Jika Nemu Uang di Jalan, Tolong Amalkan Ini agar Rezeki Mengalir Deras dari Segala Arah, Kata Buya Yahya...
- youtube
tvOnenews.com - Ternyata ada amalan yang sebaiknya dikerjakan ketika menemukan uang di jalan agar mendapat rezeki berlimpah.
Ketika menemukan uang tergeletak di jalan, biasanya ada yang langsung mengambilnya, namun ada juga yang mengabaikannya.
Ada yang ingin mengambil uang tersebut tapi takut berdosa karena bukan miliknya.
Tapi bila dibiarkan takut uang tersebut terbang tertiup angin hingga jatuh ke selokan atau terkena air hujan dan rusak.
Lantas bagaimana sikap yang seharusnya diambil seorang muslim jika menemukan uang di jalan?
![]()
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan tentang menemukan uang di jalan.
Terkait masalah ini, Buya Yahya mengingatkan tentang prinsip yang harus diterapkan dalam diri seorang muslim.
"Yang pertama yang harus kita tanamkan di hati kita, di hati anak-anak kita, jangan biasa menginginkan sesuatu yang bukan milik kita," tegas Buya Yahya.
"Itu yang pertama dan utama, kita tidak ingin mendidik anak-anak kita tamak," lanjutnya.
Jangan pernah menganggap suatu barang tidak ada yang punya karena pada dasarnya itu ada yang punya hanya saja tak tahu siapa pemiliknya.
"Oh ini enggak ada yang punya, biarpun enggak ada yang punya sebenarnya ada yang punya cuma kita enggak tahu siapa yang punya," ujar Buya Yahya.
Walaupun barang itu begitu kecil, tetap itu merupakan milik orang.
"Biarpun kecil jangan bilang enggak ada yang punya, enggak boleh, bukan milik kita, kita latih anak kita untuk itu," kata Buya Yahya.
Pemahaman ini harus ditanamkan dalam diri umat Islam sejak dini agar kelak tidak menjadi kejahatan yang lebih besar.
"Sebab jadi perampok gede itu enggak langsung, belajar dari kecil, pencuri gede dari kecil dulu, nyuri kancing baju, berkembang akhirnya nyuri gedung," ujar Buya Yahya.
Adapun di dalam Islam menurut Buya Yahya sudah diatur tentang kaidah ketika menemukan suatu barang.
"Kalau kita menemukan sesuatu, ada dua, sesuatu yang gede dan sesuatu yang kecil," jelas Buya Yahya.
Jika barang itu termasuk kecil atau tidak terlalu berharga, misal seperti pulpen, buku, dan lain sebagainya, maka yang harus dilakukan adalah mengumumkannya terlebih dahulu.
"Sesuatu yang kecil bisa saja kita umumkan sesaat lalu kita manfaatkan asalkan mengumumkannya yang mungkin orangnya ada di situ," terang Buya Yahya.
Pastikan banyak orang tahu pengumuman itu, hingga akhirnya masih tidak diketahui siapa pemiliknya maka barang tersebut boleh dipakai.
"Diumumkan beneran, siapa yang kehilangan pulpen ini, semuanya diperkirakan mendengar, kalau sudah tidak ada yang mau bisa dipakai," ujar Buya Yahya.
Namun harus dipastikan pengumumannya bisa diketahui oleh orang banyak, bukan hanya sebatas formalitas.
"Ngumumkannya di kamar mandi ya enggak ada yang tahu, enggak boleh," tegas Buya Yahya.
Kemudian jika ternyata barang itu tergolong berat atau besar nilainya seperti uang, kendaraan, perhiasan dan lain-lain, maka perlu diumumkan selama satu tahun lamanya.
"Kalau berat, sekiranya orang pasti mencarinya, (uang) jutaan dan sebagainya, maka sebagian ulama menjelaskan satu tahun diumumkan," ujar Buya Yahya.
"Setiap hari di minggu pertama, di tempat keramaian, di depan masjid, bukan di dalam masjid, atau di pasar, keramaian di tempat itu," lanjutnya.
Setidaknya selama satu tahun dan bertemu hari raya diumumkan agar diketahui siapa pemiliknya.
"Setiap hari di minggu pertama, setiap minggu di bulan pertama, baru setelah itu sebulan sekali sampai berputar satu tahun sampai ketemu hari raya kan umum orang," jelas Buya Yahya.
Baru setelah itu barang tersebut boleh dimanfaatkan, tapi tetap bukan dianggap sebagai pemilik.
"Setelah mereka tidak ada yang datang, maka kita boleh memanfaatkan, bukan milik kita," kata Buya Yahya.
Sehingga ketika suatu waktu pemiliknya datang maka harus dikembalikan.
"Kalau suatu ketika tiba-tiba orangnya datang sudah terlanjur habis, ganti kita, tetap berat," ujar Buya Yahya.
Oleh sebab itu, Buya Yahya menyarankan agar langsung menyerahkan kepada pihak keamanan jika suatu ketika menemukan uang di jalan agar terbebas dari beban.
"Maka paling enak adalah jangan dimanfaatkan, jangan digunakan, tapi untuk menyelamatkan bisa saja anda ambil serahkan ke keamanan, apakah kepolisian atau siapa saja, anda terbebas dari beban," kata Buya Yahya.
Ada juga pilihan lainnya, menurut Buya Yahya boleh jika menemukan uang di jalan lalu digunakan untuk sedekah.
Dengan begitu, akan dapat pahala serta keutamaan sedekah yang bisa melancarkan rezeki.
"Anda langsung berikan sedekah ke masjid, infaq, ada uang 200 terbang daripada nanti masuk ke selokan enggak berguna, ambil saya masukan ke kotak amal, bagus," ujar Buya Yahya.
Namun, tetap harus dicatat secara lengkap dan wajib mengganti uang tersebut jika suatu waktu pemiliknya datang.
Walau begitu, tetap mendapatkan keutamaan sedekah.
"Cuma catat, tanggal begini begini saya masukan kotak amal, kalau suatu ketika yang punya itu nyari, anda ganti," jelas Buya Yahya.
"Tapi biarpun ganti anda dapat pahala, sudah infaq," lanjutnya.
Wallahua'lam.
(far)
Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini
Load more