Hadits Bukhari: Hukum Utang Piutang Jika Dialami Orang yang Bangkrut
- tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Utang piutang merupakan hal yang sensitif karena melibatkan uang dan hak seseorang di dalamnya.
Namun, bagaimana jika terlibat dalam utang piutang dengan orang yang bangkrut atas usaha yang sedang didirikannya?
Berikut penjelasannya, yang dilansir dari buku ringkasan Shahih Bukhari yang ditulis oleh M. Nashiruddin Al-Albani.
Pada kitab utang piutang bab ke-14. Hasan al-Bishri berkata,
(ŪµŪ±Ūø.ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŲŁŲ³ŁŁŁ:Ų§ŁŲ°ŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ³Ł ŁŁŲŖŁŲØŁŪŁŁŁŁŲ ŁŁŁ Ł ŪŁŲ¬ŁŲ²Ł Ų¹ŁŲŖŁŁŁŪŁŲ ŁŁŁŁŲ§Ų“ŁŲ±ŁŲ§ŁŁŁŪŁ)
āJika seseorang bangkrut dan kebangkrutan nya itu jelas, maka ia tidak boleh memerdekakan budak, tidak boleh menjual dan tidak boleh membeli.ā
Jika usaha yang didirikan mengalami kebangkrutan dan alasan dari kebangkrutan itu jelas, maka tidak boleh membebaskan budak, tidak boleh menjual barang yang dimiliki dan tidak boleh membeli barang.
Saāid ibnul-Musayyib berkata,
Ā (ŪµŪ±Ū¹.ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų³ŁŲ¹ŁŪŁŲÆŁ ŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ³ŁŪŁŁŲØŁ: ŁŁŲ¶ŁŪ Ų¹ŁŲ«ŁŁ ŁŲ§ŁŁ: Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŖŁŲ¶ŁŪ Ł ŁŁŁ ŲŁŁŁŁŪŁ ŁŁŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŪŁŁŁŁŁŲ³ŁŲ ŁŁŚ¾ŁŁŁ ŁŁŪŁŲ ŁŁŁ ŁŁŁ Ų¹ŁŲ±ŁŁŁ Ł ŁŲŖŁŲ§ Ų¹ŁŪŁ ŲØŁŲ¹ŁŪŁŁŁŪŁ ŁŁŚ¾ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁŁ ŲØŁŪŁ)
āUtsman memutuskan, āBarangsiapa menagih utangnya sebelum bangkrut, maka itu adalah miliknya. Dan barangsiapa melihat barang miliknya masih utuh, maka dia lebih berkah terhadapnya.ā
Jika memiliki keterlibatan utang piutang kepada orang yang mengalami kebangkrutan, dan jika menagih utangnya ketika orang itu belum mengalami kebangkrutan, maka itu hak yang memiliki piutang.
Namun jika menagihnya saat orang itu mengalami kebangkrutan, dan melihat barang yang dimilikinya masih utuh, maka barang itu lebih berhak untuk yang memiliki utang dalam keadaan bangkrut itu.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
Load more