Muncul di Musim Haji 2024, Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka'bah Bisa Disaksikan Jemaah
- MCH 2024
Dari situ Rasulullah SAW memilih menghadap dua kiblat, yakni Ka'bah dan Baitul Maqdis ketika mengerjakan salat.
Sayangnya Rasulullah SAW tidak mengerjakan salat dengan menghadap dua kiblat setelah dipindahkan ke Madinah.
Saat itu Rasulullah SAW mengangkat wajahnya sambil melihat langit ketika kiblat salat menghadap Baitul Maqdis.
Kala itu beliau memiliki harapan agar mendapat wahyu dari Allah SWT supaya kiblat dipindahkan ke Ka'bah.
Seketika Allah SWT langsung menyetujui permintaan Rasulullah SAW sesuai penjelasan dari Surah Al-Baqarah ayat 144, begini bunyinya:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab41) benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah, 2:144)
Pada akhirnya Rasulullah SAW menjalani salat perdananya menghadap kiblat ke Baitullah ketika salat Ashar berjamaah.
(put/mch/hap)
Load more