News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hah, Baru Mualaf, Shalat Tetap Sah Meski Orang Tua Melihara Anjing di Rumah, Memangnya Boleh? Buya Yahya Bilang Amalan...

Buya Yahya membagikan amalan dan hukum shalat seorang mualaf jika orang tua non-Muslim memelihara hewan anjing di rumah rentan terkena najis, sah atau tidak?
Rabu, 29 Mei 2024 - 10:58 WIB
Buya Yahya menjelaskan hukum shalat seorang mualaf jika orang tua non-Muslim tetap pelihara anjing di rumah
Sumber :
  • Kolase Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV/Freepik/Pixabay

tvOnenews.com - Shalat menjadi kewajiban umat Muslim untuk menunaikan ibadah di semasa hidupnya.

Khususnya shalat fardhu, umat Muslim tidak boleh meninggalkan amalan tersebut karena hukumnya wajib dan menjadi tiang agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terutama orang yang baru menjadi mualaf memiliki tantangan supaya ibadah shalat dirinya tetap sah.

Misalnya seorang mualaf masih memiliki orang tua yang melihara anjing di rumah menyebabkan amalan shalat dirinya tidak sah atau diterima.

Apa hukum shalat bagi seorang mualaf yang masih memiliki orang tua pelihara hewan anjing di rumah? Buya Yahya menjelaskan hal tersebut.


Ilustrasi shalat di rumah. (Freepik)

Bagi Anda yang merasa penasaran terhadap hukum shalat karena orang tua masih pelihara anjing di rumah dari penjelasan Buya Yahya, mari simak di sini!

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menerangkan hukum shalat seorang mualaf yang rentan terkena najis dari hewan anjing di rumah.

Buya Yahya mengatakan hukum shalat bagi seorang mualaf tetap sah jika orang tua dirinya masih tetap melihara anjing di rumah.

Mengapa bisa begitu? Buya Yahya menunjukkan bahwa, orang tersebut tidak memelihara hewan anjing di rumah.

"Pertama Anda bukan yang melihara, hadits terbentuk tersebut tidak berlaku untuk Anda karena Anda bukan yang melihara anjing tersebut," ungkap Buya Yahya.

"Jadi situ ada penjelenterehannya, cuman yang jelas bagi Anda tidak berlaku untuk Anda karena pertama bukan Anda yang pelihara," tambahnya.

Menurutnya, tidak semua anjing dianggap najis karena masih ada beberapa jenis hewan tersebut manfaatnya sangat berguna bagi manusia.

"Ada sebagian anjing yang diperkenankan untuk pelihara, anjing penjaga dan anjing-anjing malam untuk berburu dan seterusnya," tuturnya.

Pendakwah itu mengatakan orang tersebut sangat beruntung karena sudah menjadi mualaf di waktu mudanya.

Walaupun ia harus menghadapi orang tua yang masih menjadi non-Muslim dan bahkan masih memelihara hewan anjing.

Buya Yahya pun memberikan amalan yang harus dilakukan kepada seorang mualaf di tengah orang tua masih memeluk agama selain Islam.

Caranya bagaimana? Buya Yahya menyarankan orang tersebut semakin mendekati dan menunjukkan bakti kepada orang tuanya.

"Maka imbauan kami adalah urusan anjing, Anda harus makin dekat pertama Anda harus dekat kepada orang tua Anda semakin baik," katanya.

Momen seorang anak menunjukkan baktinya kepada orang tua sangat dibutuhkan, terutama bagi yang baru memeluk Islam.

"Buktikan kalau Anda sudah memeluk Islam, Anda harus lebih baik dari sebelumnya," tegasnya.

Ia pun mengingatkan seorang mualaf tidak usah pusing terhadap keberadaan anjing di rumah yang menyebabkan shalat tidak sah.

"Urusan shalat Anda adalah sah, nggak usah pusing tentang urusan najis anjing," imbuhnya.

Walaupun Muslim Indonesia masih memegang mazhab dari Imam Syafi'i yang menjelaskan seseorang akan najis bila terkena air liur anjing.

"Kalau selagi Anda masih di rumah tersebut memang dalam mazhab kita Imam Syafi'i, orang Indonesia menetapkan adalah najis," terangnya.

Meski begitu, ia berharap seorang mualaf tetap patuh terhadap orang tuanya walaupun harus disuruh mengurus hewan anjing di rumah.

"Spesial untuk Anda karena tinggal serumah yang mungkin sekali Anda akan disuruh oleh ayahanda untuk memegang anjing dan sebagainya," jelasnya.

"Spesial untuk Anda bukan yang lainnya maka Anda pun boleh megang anjing," lanjutnya.

Ia memberikan pendapatnya melalui pemahaman mazhab lain yang menyatakan anjing tidak najis untuk umat Muslim jika difungsikan dengan baik.

Hadits Riwayat Muslim Nomor 1575 menjelaskan bahwa ada keutamaan khusus bagi seorang Muslim yang melihara anjing, Rasulullah SAW bersabda:

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

Artinya: "Barangsiapa yang memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth." (HR. Muslim Nomor 1575)

Hal ini menunjukkan seorang mualaf tetap berbakti kepada orang tua yang masih non-Muslim.

Hingga orang tersebut tanpa menghilangkan amalan di Agama Islam hanya karena ada anjing di rumah.

"Supaya Anda bisa tampak pengabdian kepada ibunda dan ayahanda yang berbeda agama dan itu tidak merusak agama Anda, tidak," ucapnya.

Bisa saja orang tuanya mendapat hidayah karena dari kebaktian seorang anak yang melihatkan sikap sebagai seorang Muslim di hadapan mereka.

"Intinya itu dalam irama apa? Menjalankan agama yaitu untuk berbakti pada ibunda biarpun belum beriman, Anda baik kepada ibunda, buahnya Anda akan menemukan suatu ketika nanti," paparnya.

"Ibunda Anda akan meninggalkan kekafirannya dan akan meninggalkan anjingnya lalu akan memeluk Anda dengan penuh kehangatan itu yang endingnya nanti Insya Allah," tutupnya.

tvonenews

Kesimpulannya bahwa, kehadiran anjing tidak menghilangkan amalan shalat seorang mualaf meski orang tua yang non-Muslim tetap melihara hewan tersebut di rumah.

Apabila tafsir di atas belum menemukan jawaban Anda terhadap hukum salat tetap sah atau tidak dari keberadaan anjing di rumah, sebaiknya dengar kajian dari para ulama, kyai, ustaz, dan tokoh agama lain.

Tujuannya agar Anda mendapat berbagai perspektif dan bisa mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut setiap hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sidak Gudang Bulog, Pemuda Tani Indonesia Apresiasi Rekor Tertinggi Cadangan Beras Pemerintah

Prabowo Sidak Gudang Bulog, Pemuda Tani Indonesia Apresiasi Rekor Tertinggi Cadangan Beras Pemerintah

Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia, Suroyo, menegaskan bahwa kehadiran langsung Presiden di lini terdepan distribusi pangan, memberikan sinyal kuat bahwa Kedaulatan Pangan adalah prioritas utama pemerintah.
Ramalan Zodiak Cinta 21 April 2026: Taurus, Cancer, Virgo, Scorpio, Capricorn, Pisces

Ramalan Zodiak Cinta 21 April 2026: Taurus, Cancer, Virgo, Scorpio, Capricorn, Pisces

Ramalan cinta 12 zodiak 21 April 2026: ada momen romantis, peluang cinta baru, hingga ujian hubungan. Cek peruntungan asmara zodiakmu hari ini!
6 Shio yang Diramal Bakal Meraih Kesuksesan pada 21 April 2026, Sambut Rezeki

6 Shio yang Diramal Bakal Meraih Kesuksesan pada 21 April 2026, Sambut Rezeki

Deretan shio ini diprediksi akan meraih kesuksesan serta keberuntungan finansial pada 21 April 2026. Simak di bawah apakah shio kamu termasuk salah satunya!
Balas Dendam Peristiwa Tahun 2020 Jadi Motif Pelaku Tikam Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei

Balas Dendam Peristiwa Tahun 2020 Jadi Motif Pelaku Tikam Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei

Polisi mengungkap motif dibalik dua pria berinisial HR (28) dan FU (36) yang menikam Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei hingga tewas pada Minggu (19/4/2026).
Piala Thomas dan Uber 2026: Turunkan Kombinasi Pemain Junior-Senior, Ubed Pastikan Tim Tunggal Putra Tampil Solid

Piala Thomas dan Uber 2026: Turunkan Kombinasi Pemain Junior-Senior, Ubed Pastikan Tim Tunggal Putra Tampil Solid

Moh Zaki Ubaidillah tanggapi kombinasi pemain junior-senior di skuad Thomas Indonesia.
Bocoran Rencana Gila Khamzat Chimaev: Kejar Tiga Sabuk lalu Pindah ke Dunia Tinju

Bocoran Rencana Gila Khamzat Chimaev: Kejar Tiga Sabuk lalu Pindah ke Dunia Tinju

Ambisi Khamzat Chimaev tak berhenti setelah meraih gelar juara kelas menengah UFC. Petarung tak terkalahkan itu dikabarkan menargetkan dominasi lintas divisi.

Trending

Eks Kapten Belanda Tunggu Panggilan John Herdman ke Timnas Indonesia, Berharap Proses Naturalisasinya Segera Tuntas

Eks Kapten Belanda Tunggu Panggilan John Herdman ke Timnas Indonesia, Berharap Proses Naturalisasinya Segera Tuntas

Eks kapten Timnas Belanda U-17 berdarah Indonesia, ungkap kesiapannya dipanggil John Herdman dan memperkuat Timnas Indonesia, serta tunggu proses naturalisasi rampung.
Top Skor Akhir Final Four Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Pertahankan Rekor Pemain Lokal Tersubur, Irina Voronkova Kuasai Puncak

Top Skor Akhir Final Four Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Pertahankan Rekor Pemain Lokal Tersubur, Irina Voronkova Kuasai Puncak

Top skor akhir final four Proliga 2026, di mana dua pemain Jakarta Pertamina Enduro yakni Irina Voronkova dan Megawati Hangestri mampu mempertahankan rekor masing-masing.
Jadwal Grand Final Proliga 2026 Pekan Ini: Perjuangan Megawati Hangestri Cs Bawa Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Grand Final Proliga 2026 Pekan Ini: Perjuangan Megawati Hangestri Cs Bawa Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Grand Final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap berjuang membawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara pada musim ini.
Dedi Mulyadi Merasa Tak Dihargai saat Pemuda Asal Samosir Menghindarinya, KDM: Saya Bukan Penjahat

Dedi Mulyadi Merasa Tak Dihargai saat Pemuda Asal Samosir Menghindarinya, KDM: Saya Bukan Penjahat

​​​​​​​Dedi Mulyadi heran pemuda asal Samosir menghindar saat ditanya di bengkel. Ia merasa tak dihargai dan memberi nasihat soal sikap saling menghormati.
Terkuak, Dendam Lama di Jakarta Jadi Motif Aksi Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei

Terkuak, Dendam Lama di Jakarta Jadi Motif Aksi Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei

Kurang dari 120 menit setelah insiden yang menewaskan Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, polisi dapat membekuk para pelaku. 
Respons Kilat Dedi Mulyadi Usai Dengar Curhatan Siswa Soal Gedung Sekolah yang Jadi Sarang Ular  dan Mirip Hutan di Bekasi

Respons Kilat Dedi Mulyadi Usai Dengar Curhatan Siswa Soal Gedung Sekolah yang Jadi Sarang Ular dan Mirip Hutan di Bekasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons cepat curhatan siswa soal salah satu gedung sekolah di Kabupaten Bekasi yang jadi sarang ular dan mirip hutan.
Dedi Mulyadi Tak Terima Siswa SMAN 1 Purwakarta hanya Diskors 19 Hari, KDM Sarankan Sanksi Lebih Berat Lagi

Dedi Mulyadi Tak Terima Siswa SMAN 1 Purwakarta hanya Diskors 19 Hari, KDM Sarankan Sanksi Lebih Berat Lagi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons negatif soal sanksi yang diberikan SMAN 1 Purwakarta terhadap puluhan siswa yang mengolok-olok guru. Ini katanya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT